
...Jika kamu ingin menguji kedalaman Cinta seseorang. Buatlah dia kecewa...
...Jika dia masih bertahan denganmu, maka percaya lah bahwa cintanya tidaklah main-main. ...
...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...
Keesokan harinya, Dika masih betah memejamkan matanya di atas tempat tidurnya. Kepalanya terasa sangat berat dan hidungnya tersumbat.
Aku pasti terkena flu,
Dengan malas Dika turun dari tempat tidurnya. Melangkah ke kamar mandi. Saat tengah menggosok giginya, ponsel Dika berdering. Nama Rebecca tertera di layar.
"Hallo..." sapa Dika.
"Pagi Wir," jawab Becca dengan manis saat mendengar suara Dika.
"Pagi... " jawab Dika dengan suara agak sengau karena hidungnya tersumbat.
"Wir nanti malam aku ada undangan acara ulang tahun teman, kamu mau temenin aku pergi?" tanya Becca.
"Jam berapa?"
"Sekitar jam 7 lah Wir. Mau ya temenin aku!"
Jam 7? Ercilia pulang jam 10. Mungkin sempat menemaninya sebentar.
"Bagaimana Wir? Bisa?" tanya Becca memastikan.
"Aku pasti senang banget kalau kamu bisa." harap Becca lagi.
"Aku sebenarnya mau saja. Tapi aku sedang Flu, kepalaku sedikit sakit."
"Acaranya malam kok Wir. Mungkin saja sore nanti sudah baikkan."
"Semoga saja."
"Semoga. Aku tunggu ya Wir."
__ADS_1
"Aku tidak janji, tapi akan ku usahakan."
"Baiklah. Semoga cepat sembuh."
Dika meletakkan ponselnya setelah sambungannya terputus. Kemudian dia melanjutkan mandinya. Beberapa saat, Dika telah menyelesaikan ritualnya di kamar mandi lalu ke ruang makan dengan hidung yang masih tidak enak.
"Pagi Bunda .. "
"Pagi sayang. Kamu terserah Flu?" tanya Mawar yang ada di dapur saat melihat Dika sibuk dengan ingusnya.
"Iya Bun," jawab Dika dengan sengau.
"Mungkin karena sering kehujanan tuh." kata Bunda Mawar.
"Sarapan dulu sana, nanti Bunda ambilkan obat."
Setelah menikmati sarapan di meja makan. Dika lekas meminum kapsul pereda Flu yang telah di siapkan Bundanya.
"Dik, kamu sudah mulai jemput Ercilia lagi?" tanya Mawar dari dapur.
"Antar ke kampus juga?"
"Tidak. Ercilia sudah selesai dengan segala urusan kampus. Tinggal wisuda saja." Dika menerangkan.
"Tapi siang dan malam aku mengantarnya.
"Syukurlah, Bunda lega akhirnya Ercilia bisa menerima semuanya. Semoga dia bisa menerima kamu seperti dia menerima Wira."
Dika kaget.
"Maksud Bunda?" tanya Dika
"Maksud Bunda semoga Ercilia dan kamu bisa seperti kemarin-kemarin itu." Mawar meneliti expresi wajah Dika.
"Memangnya kenapa Dik?"
Dika menggeleng..
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bun."
Aaaahh.... Aku pikir Bunda merestui aku untuk mendekati Ercilia.
°°°°°°°
Siang harinya Dika merasakan kepalanya agak ringan. Meski ingus masih tetap keluar. Dia mengeluarkan motornya lalu melaju ke rumah Ercilia. Kini kehadiran Dika sudah di anggap biasa oleh keluarga Ercilia.
"Assalamualaikum tante."
"Wa'alaikumsalam nak Dika, tunggu sebentar ya." katanya ramah.
Tidak lama kemudian, Ercilia keluar dari dalam rumah. Lalu mendekati Dika yang menunggu di teras dengan duduk di atas motornya.
"Aku harap kamu tidak keberatan Cil," kata Dika sambil mencoba tersenyum.
"Ada apa dengan suara kamu? " tanya Ercilia saat mendengar Dika yang tidak biasa.
"Pilek." jawab Dika
"Mungkin terkena Flu,"
Ercilia tidak berkomentar apa-apa lagi. Dia langsung naik dibelakang Dika. Mereka pun melaju.
Sepulang dari mengantar Ercilia. Dika kembali meminum obatnya lagi. Rumah terasa sepi, Ayahnya sedang ada di perkebunan sedangkan Bunda Mawar sepertinya sedang tidur siang. Dika melihat jam di dinding. Pukul tiga siang.
Dika ingin istirahat untuk meredakan sakit flunya. Kemudian Dika teringat dengan undangan nya ke party birthday bersama Rebecca.
Apa aku harus ke sana?
Sepertinya menyenangkan, sudah lama tidak melihat perempuan-perempuan cantik. Pasti akan banyak di sana, yang bisa meredakan sakit kepalanya. Ya, mengapa tidak? Sudah lama tidak punya waktu menikmati hidupnya.
•••••••••••••••••••••••••
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
Terimakasih semua
__ADS_1