Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 24


__ADS_3

...Kita saling menunggu ...


...Menunggu untuk mengambil satu langkah...


...Melewati tembok batas yang berdiri...


...Melewati dia yang sengaja menghalangi ...


...Lalu kemudian, saling mengulurkan tangan ...


...Menggenggam erat dan tak akan pernah terlepas lagi :) ...


...••••••••••••••••••••••••••...


Dika merasa semakin kalut. Setiap kali mencoba memikirkan cara untuk menjelaskan hal ini pada Ercilia. Semua keluarga sudah sampai pada Puncak kedukaan. Dan itu semua karena permainan konyol mereka. Ide Dika sendiri lebih tepatnya. Dika tahu pada akhirnya kedukaan itu akan reda seiring berjalannya waktu. Tetapi Ercilia belum sampai pada kedukaan nya sendiri. Bahwa yang meninggal dalam sebuah kecelakaan itu adalah Mahawira, kekasihnya. Yang Ercilia tahu kekasihnya telah kehilangan saudaranya. Sesedih apa pun Ercilia tapi akan lebih sedih lagi jika mendengar kenyataan sebenarnya. Lebih berat. Kelak jika sudah waktunya dia mengetahui itu semua, Dika lah yang paling bertanggung jawab untuk menyampaikan kejujuran itu. Dika telah terlibat dari awal permainan ini dilakukan. Sekarang, dia pula yang akan menanggung akibatnya.


Selama seminggu ini, Ercilia beberapa kali datang mengunjungi dan memberikan perhatian. Di dorong rasa kesadaran bahwa kekasihnya tengah berduka. Ercilia selalu berada di sisi Dika dengan Setia mencoba menghibur kekasihnya itu. Mencoba meredakan kesedihannya. Selama kedatangan Ercilia, Dika malah merasa semakin tersiksa setengah mati.


Perempuan ini tidak tahu! Jika sebenarnya...


…………………………………


Malam itu di rumahnya. Ayah dan Bundanya tengah duduk di ruang tamu. Dika menghampiri ingin mengatakan sesuatu.


"Ayah, Bunda. Dika ingin bicara."


Sontak saja Ayah Putra terkejut.

__ADS_1


"Dika? Apa maksudmu." tanya Ayah Putra dengan nyaring.


Dika tertunduk. Sedangkan bunda Mawar masih terdiam.


"Bunda, bisa jelaskan? Sebenarnya apa yang Ayah tidak ketahui di sini." tanya Putra semakin bingung dan sedikit marah.


Sebenarnya tanpa di jelaskan pun dia sudah paham arahnya. Karena dia tahu anak-anaknya sering melakukan hal gila itu. Dan menurut nya itu hanya permainan anak kecil saja. Tapi sekarang? Mereka sudah dewasa. Dimana akal sehat mereka.


Untuk satu ini. Ayah Putra mengutuk dirinya yang masih saja tidak bisa membedakan kedua anaknya sehingga terjadi peristiwa seperti ini.


"Iya mas, seperti yang ada dalam pikiranmu. Yang meninggal Wira bukan Dika. Hiks hiks hiks..." jawab Bunda Mawar kembali menangis.


"Ya Tuhaaaaan.."


Ayah Putra hanya bisa menghela nafas. Mau marah pun percuma itu tidak akan bisa membuat anaknya kembali.


Andai... Andai saja kita tidak pernah melakukan permainan bodoh ini Wir.


Dan... Dan aku yang pergi!


Apakah Bunda akan sesedih ini? Batin Dika perih sambil menatap Bundanya.


Masalah indentitas yang amat mengacaukan pikirannya itu mulai dia ceritakan pada kedua orang tuanya. Ayahnya dengan bijak mengatakan.


"Kamu sendiri dengan Wira yang sudah tidak ada yang telah melakukan permainan itu. Sekarang, Wira sudah pergi, jadi tinggal kamulah yang harus menentukan bagaimana mengakhiri semua ini. Pokoknya bagaimana pun cara mu, lakukan lah dengan pikiran matang."


Sementara Bunda Mawar menangis dan berkata tersendat-sendat.

__ADS_1


"Jangan dulu katakan hal yang sebenarnya pada Ercilia, Dik. Bunda tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Ercilia kalau sampai tahu semua ini."


Jadilah Dika berada di tengah-tengah tempat yang dilematis. Dia tetaplah Dika. Bukan Wira.


Tapi dia harus secepatnya menentukan bagaimana menyelesaikan dan mengakhiri permainan bodoh yang telah dilakukannya bersama Wira. Dika berpikir bahwa satu-satunya cara mengakhiri permainan ini dengan cara jujur mengakui bahwa dia adalah Mahardika, bukan Mahawira.


Tetapi, jika itu yang dia lakukan. Maka Dika harus berhadapan dengan hati Ercilia. Mempertanggung jawabkan kehancuran seorang perempuan yang amat mencintai kekasihnya.


...•••••••••••••••••••••••••••••...


...Lingkaran setan terus berputar tanpa sadar...


...Setiap kali satu titik hitam tergores ...


...Maka akan lahir titik titik hitam lain nya...


...Putaran itu tidak akan pernah berhenti ...


...Sampai kita sadar...


...PERJALANAN INI SELESAI!!! ...


...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° ...


Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️


Terimakasih semua ☕😎

__ADS_1


__ADS_2