Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 49


__ADS_3

...Kamu butuh seseorang yang mencintaimu, seseorang yang berusaha untuk selalu ada meski tidak pernah kau minta. Seseorang yang tidak akan pernah pergi meski kamu minta. Seseorang yang selalu mencintaimu dan Setia sampai ujung usia. . ....


...Dan, aku ada untuk itu ...


...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...


Rebecca mengutuk perjumpaannya dengan Dika di mall kemarin. Sekarang dia semakin menyadari, rupanya Dika sungguh telah jatuh hati pada pacar saudara kembarnya.


Apakah saudara kembar juga bisa memiliki selera pacar yang sama?


Rebecca tidak tahu hal itu, namun yang dia tahu, kini harapannya mulai terkikis perlahan-lahan. Dia merasa sulit menjangkau hati Dika. Rebecca sadar dirinya memiliki pesona yang luar biasa sebagai perempuan untuk menjerat lelaki. Dia pun tahu beberapa cara menjerat lelaki. Tetapi sekarang, menghadapi Dika perempuan itu merasa keindahan yang dia punya tidak ada artinya.


Apa si bagusnya perempuan itu?, batin Rebecca.


Kehadiran perempuan itu membuat Dika terus menjaga jarak dengan dirinya. Dan karena hal itu Rebecca telah menyelidiki tentang Ercilia, sejak mengetahui jika yang ada di hadapannya bukalah Wira, didorong oleh keinginan untuk memiliki Dika membuat Rebecca mencari tahu semuanya. Kini Rebecca tahu Dika biasa mengantar jemput perempuan itu ke tempat kerja. Rebecca juga tahu perempuan itu bekerja sebagai karyawan di toko pakaian milik orang lain.


Jadi, itulah sebabnya mengapa Dika tidak memiliki waktu untuk dirinya. Rebecca kesal, perempuan itu telah merenggut sebagian besar waktu Dika yang menurut Rebecca bisa digunakan Dika untuk menyadari kehadiran dan keindahan yang Rebecca miliki. Dan kemarin, dia mendapati mereka tengah berbelanja di mall. Rebecca sama sekali tidak menyangka akan pertemuan seperti itu. Rebecca masih merasakan rasa tidak sukanya melihat Ercilia yang tampak bahagia berdiri di samping Dika. Tempat yang menurut Rebecca seharusnya di isi olehnya .


Mengapa harus perempuan itu!

__ADS_1


Rebecca sangat kesal melihat itu.


Perempuan itu harus di sadarkan. Pikirnya lagi dengan sebuah rencana yang sudah di bayangkannya.


°°°°°


°°°°°


Malam ini, pembeli tidak seramai biasanya. Para karyawan hanya duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang. Saat asik mengobrol Ercilia sedikit melirik jam tangannya, jarum jam telah menunjukkan pukul delapan malam.


Sebentar lagi Pasti Dika datang, batin Ercilia dengan perasaan senang.


Deg


Deg


Deg


Jantung Ercilia berdebar. Dia sangat mengenali sosok perempuan itu. Perempuan yang beberapa jam lalu bertemu dengannya di sebuah mall. Rebecca semakin mendekat, lalu masuk ke dalam toko. Entah mengapa Ercilia merasakan perasaan tidak enak.

__ADS_1


Apa yang akan di lakukan perempuan ini?


Seorang karyawan segera beranjak untuk melayaninya. Karyawan itu menyapa dengan ramah, lalu bertanya apa yang bisa di bantu. Rebecca hanya menatap sekilas, lalu beralih menatap Ercilia.


"Aku ingin dilayani olehnya." pinta Rebecca dengan angkuhnya sambil menunjuk Ercilia dengan dagunya.


Ercilia pun melangkah dari tempatnya. Dia mendekati Rebecca dan bertanya seramah mungkin yang dia bisa.


"Ada yang bisa kubantu?"


Rebecca bertanya tentang beberapa model dan barang terbaru yang ada di toko itu. Ercilia menunjukkan beberapa potong model atasan yang sedang tren sekarang. Rebecca mengikuti Ercilia dengan langkah angkuh.


"Ada yang diminati?" tanya Ercilia setelah menjelaskan semuanya.


"Kenapa kamu tidak sabar sekali, aku masih ingin melihat-lihat." tanggap Rebecca dingin


"Ah ya silahkan." Ercilia bertekad akan diam sembari tetap melayani.


Rebecca melirik Ercilia sinis..

__ADS_1


•••••••


__ADS_2