Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 54


__ADS_3

Dika terus melanjutkan mobilnya, beberapa kilo meter dari Mall tersebut ada sebuah hotel. Dika ke sana berencana untuk berendam di air dingin. Tidak mungkin dia pulang dengan keadaan seperti ini, dan tidak mungkin juga dia menjadikan Ercilia sebagai pelepasan obat terkutuk ini. Dika berfikir bisa menyelesaikannya dengan cara berendam air dingin.


Dengan berusaha menahan gejolak pada tubuhnya. Dia memesan kamar dan dengan cepat, baru saja ingin melangkah masuk ke dalam lift. Terdengar suara yang tidak asing memanggilnya.


"Ikut aku.." tarik Dika


Permainan Dika yang sangat lincah, berhasil membuat wanita itu terbawa suasana. Terlebih Dika mengetahui titik-titik lemah pada tubuh wanita. Jadi tidak perlu waktu lama bagi Dika untuk membawa wanita itu ke surga dunia.


"Dik, aaahhhkkk... " de sahnya ketika mendapatkan sentuhan lembut pada da dah nya.


Dika tidak menggubris perkataan wanita itu. Hawa panas semakin terbakar melihat kemolekan tubuh yang tersembunyi selama ini. Dan tanpa aba-aba Dika langsung menyerang bibir wanita itu.


"Hemmppp.... Wanita itu mendorong tubuh Dika. Ketika merasa oksigen semakin sedikit.


Tidak ingin bibirnya menganggur, karena permainan nya terlepaskan. Jadi bibir itu langsung turun ke bukit boba.


"Akhhh... " de sahan yang dari tadi ditahan Ercilia. Akhirnya keluar juga.


Ya, wanita itu Ercilia


Dan akibat suara itu sukses membuat Dika semakin kalang kabut dan menggila.


"Aku langsung masuk ya, aku sudah tidak kuat."


Ercilia yang sudah terbawa suasana dengan permainan Dika, terlebih tubuhnya juga seakan ingin merasakan yang lebih. Hanya bisa mengangguk menyetujui perkataan Dika.


"Aaarrrrgghhhhhhhhh... " suara de sahan dari keduanya. Namun de sahan yang Dika rasakan adalah De sahan karena nikmat. Berbeda dengan Ercilia yang merasakan sakit. Karena Dika memasukinya dengan sekali hentak. Reaksi obat pada tubuh Dika sehingga tidak bisa mengontrol laju geraknya.


(Duh otor mau ketawa dulu yee) 😅✌️

__ADS_1


"Sakit Dik,"


"Maaf sayang, maaf... Aku dipengaruhi obat." jawab Dika berhenti sejenak ketika mendengar rintihan kesakitan Ercilia.


"Obat? " tanya Ercilia tidak mengerti.


"Bisakah aku menuntaskannya dulu. Nanti aku ceritakan."


Ercilia mengangguk.


"Pelan-pelan."


Tanpa banyak kata Dika langsung bergerak di atas tu buh Ercilia. Kemudian mengangkat kaki kiri Ercilia ke bahunya. Goyangan penuh gairah itu terus terjadi. Dinding kamar hotel itu menjadi saksi betapa ganasnya Dika membolak balikan tubuh Ercilia. Suara suara merdu bagi nyanyian Indah semakin membuat syahdu pertikaian yang terjadi di atas kasur itu.


Setelah dua jam, akhirnya pelepasan pertama Dika dapatkan, sedangkan Ercilia entah sudah berapa kali meneriaki nama Dika.


Dika mengecup kening Ercilia. Ternyata benar rasanya menjadi yang pertama itu sungguh nikmat.


"Capek?" tanya Dika.


Ercilia hanya diam saja, dia mulai menyadari apa yang telah dia lakukan bersama Dika ini adalah sebuah kesalahan. Tapi dia juga di buat bingung, mengapa sangat sulit untuk menolak setiap sentuhan yang Dika berikan.


Dika melihat wajah sedih Ercilia, ini yang dia takutkan tadi. Tapi gadis ini yang muncul sendiri dihadapannya bukan?


"Maaf.... Maafkan aku, aku seperti ini karena....... "


Akhirnya Dika pun menceritakan semuanya pada Ercilia. Dia tidak ingin kembali membohongi Ercilia, seperti yang dia lakukan dulu. Hubungan yang mereka jalani adalah hubungan yang serius. Dan Dika tidak ingin ada kebohongan lagi kedepannya.


"Aku tidak menyangka dia senekat itu."

__ADS_1


"Maafkan aku, aku akan mempercepat penikahan kita." kata Dika lagi.


"Ini bukan sepenuhnya salahmu, aku malah tidak bisa membayangkan jika sekarang yang ada di sini bukanlah aku."


"Aku tidak selemah itu, aku masih bisa menahannya. Makanya aku ke hotel ini berencana untuk berendam di air dingin."


"Lalu, mengapa kamu tidak bisa menahannya di depan ku." tanya Ercilia.


Dika terkekeh. Jelas saja dia tidak mungkin bisa menolak daging segar di depan matanya.


"Ngomong-ngomong kamu kok bisa ada di hotel ini?"


"Oh tadi pemilik toko minta tolong aku, untuk mengantarkan pembukuan toko ke sini. Kebetulan dia sedang ada di sini."


"Ini namanya rejeki anak sholeh. Boleh nambah sayang?" goda Dika


Ercilia memicingkan matanya ke arah Dika.


"Jangan macam-macam kamu ya!"


•••••••••••••


Selamat pagi KECE ,


Gimana gimana?


Kalau kurang hot.


Silahkan berimajinasi sendiri ya, Soalnya takut gagal review. saya yakin kalian lebih pro dibandingkan si author yang masih ting ting ini 😜

__ADS_1


Ngopi enak ini.. 😎☕


__ADS_2