Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 33


__ADS_3

...Jangan memaksa untuk sesuatu yang seharusnya memang bukan untukmu. ...


...Kita memiliki bahagia nya masing-masing ...


...Ikhlas ...


...Ikhlas ...


...Ikhlas ...


...Tuhan itu adil ...


...Tuhan itu baik...


...Sebaik dia yang akan Tuhan siapkan hanya untuk mu...


••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••


Dika sangat frustasi, dia sangat menyesal telah melakukan ini semua. Nyatanya permainan yang mereka lakukan melukai semua orang, termasuk dirinya sendiri. Ya.. Dika pun terluka. Tetapi ada sedikit bisikan dari hatinya yang bersyukur dengan begini dia bisa mengenal Ercilia. sosok wanita yang mampu membuatnya merasakan Cinta yang tulus.


Jahat kah aku?

__ADS_1


Tapi bukan berarti aku senang dengan kepergian saudara ku! hanya saja takdir mempermainkan kisah kami.


Ayah Putra dan Bunda Mawar mendengarkan segala keluh kesah sang putra. Mereka melihat betapa rapuh dan frustasinya Dika. Dika sama hancurnya dengan Ercilia.


Bunda Mawar yang pertama kali memberikan respon.


"Kalau memang begitu keadaannya, nanti biar Bunda dan Ayahmu yang akan bicara dan menemui Ercilia. Mungkin jika Bunda yang berbicara Ercilia akan memahami."


"Terima kasih Ayah Bunda."


°°°°°°


Keesokan harinya, mereka tahu jika malam ini Ercilia libur kerja. Kedua orang tua Dika pun ke rumah Ercilia. Dengan harapan dapat bertemu dengan Ercilia.


"Wa'alaikumsalam, masuk Bu Pak." sapa Bapak Ercilia.


"Silahkan duduk."


"Iya. Gimana kabarnya Pak." ujar Ayah Putra sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Alhamdulillah saya baik."

__ADS_1


"Ercilia nya ada Pak?" tanya Bunda Mawar to the point.


"Ada. Sebentar saya panggilkan."


Bapak Ercilia masuk ke dalam rumah untuk memanggil anaknya. Namun, Ercilia tidak mau menemui. Dia hanya mengurung diri di dalam kamar. Dia sama sekali tidak mau perduli apa pun lagi. Ercilia telah kehilangan kekasihnya. Dia telah kehilangan Wira, dan itu sudah cukup untuk membuatnya hidup dalam kematian. Ercilia tidak ingin segalanya menjadi lebih buruk lagi. Sekarang dia tidak ingin mendengar apa pun.


Orang tua Ercilia mengobrol dengan kedua orang tua Dika dengan baik seperti biasa. Mereka telah saling mengenal. Hubungan mereka berjalan sangat baik selama ini.


Ercilia tidak kunjung muncul. Bunda Mawar mengambil keputusan untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi antara Dika dan Ercilia. Setelah di tinggalkan oleh Wira selama lima bulan, kesedihan Bunda Mawar sudah sedikit mereda. Sekarang pikirannya telah jernih kembali. Dan dapat menghadapi masalah Dika dengan lebih tenang.


Bunda Mawar pun langsung menceritakan semuanya. Dia tidak tahu apakah orang tua Ercilia sudah tahu dari mulut anaknya atau kah belum. Namun, sebagai orang tua Dika dia merasa punya kewajiban menjelaskan hal ini langsung pada mereka.


Mengalirlah cerita itu. Cerita tentang permainan yang telah dilakukan kedua anak kembarnya. Hingga tewasnya Wira dalam kecelakaan itu. Bunda Mawar pada mulanya cukup tegar menceritakan semuanya. Namun, akhirnya dia kembali tidak bisa menguasai perasaanya sendiri. Air mata kembali mengalir saat menceritakan semuanya. Ibu Ercilia pun tak kuasa menahan air matanya. Maka, kedua wanita itu pun saling bertangisan.


Di balik pintu kamar. Ercilia pun menangis sendirian. Tubuhnya terguncang menahan isak tangis sambil mendekap bingkai foto Wira dalam pelukannya.


sering kali kehadiran orang lain yang spesial dapat hidup dapat memberikan warna tersendiri. Namun, ada pepatah mengatakan setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan Perpisahan dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari dipisahkan oleh jarak, dipisahkan karena orang lain, atau dipisahkan oleh maut. Perpisahan inilah yang kemudian membuat seseorang merasa lebih kehilangan.


•••••••••••••••••••


Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️

__ADS_1


Terimakasih semua


__ADS_2