Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 36


__ADS_3

...Pengalaman hidup yang terlihat buruk pada awalnya, bisa menjadi sesuatu yang baik pada akhirnya ....


...Kamu hanya perlu lebih keras berusaha. ...


...Kamu hanya perlu lebih keras berdoa. ...


...Hidup yang kamu jalani itu menarik, karena ...


...beberapa ujian besar kamu, menjadi kekuatan besar kamu!!! ...


...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...


Seperti malam-malam sebelumnya. Dika kembali menuruti keinginan hatinya untuk dapat melihat Ercilia dari kejauhan. Maka, dia pun datang kembali ke tempat Ercilia bekerja. Dia melihat Ercilia dari jauh dengan jantung berdebar-debar.


Ini konyol! Batinnya.


Di kota, bahkan di sini banyak sekali perempuan yang menginginkan kencan dengannya. Dika hanya tinggal menjawab "ya" setiap kali perempuan-perempuan itu mengajaknya. Tetapi sekarang, bahkan untuk dapat melihat wajah cantik gadis itu saja, harus melakukan hal besar seperti ini.


Namun, mengapa aku masih mau melakukan ini ya?


Dika pun tidak mengerti.


Beberapa kali Dika menepuk tangan, kaki, hingga lehernya. Begitu banyak penghisap darah yang menggigitnya. Sesekali melirik jam di tangannya. Berharap detik jarum segera sampai di angka sepuluh. Dika merasa seperti anak abege yang sedang menunggu kekasihnya. Seolah-olah ini pacar pertamanya, lengkap dengan debaran yang semakin kencang.


Oh Tuhan.... Apakah seperti ini rasanya jatuh Cinta? Mengapa aku bisa jadi begini?


Sebelum jarum jam menunjuk jam sepuluh. Gerimis turun dari langit. Tidal lama berubah menjadi hujan deras disertai petir dan gunturnya. Sambil berteduh di teras seberang toko tempat Ercilia bekerja, Dika terus memperhatikan Ercilia yang masih berada di dalam tempatnya bekerja.


Akhirnya toko tersebut tutup. Para karyawan tampak keluar untuk pulang. Beberapa orang telah dijemput. Mereka segera melaju, menembus hujan dengan berlindung di balik jas hujan. Sedangkan yang lainnya nampak terpaksa menerobos hujan. Mungkin sudah lelah bekerja dan ingin segera sampai di rumahnya. Sedang kan Ercilia, Dika tahu dia pasti sedang menunggu ojek langganannya, namun belum juga menjemput. Dan, Dika pun tahu tidak mungkin ojek itu datang di saat hujan turun begitu derasnya.

__ADS_1


Dika masih berdiri di tempatnya. Memandang ke arah Ercilia yang nampak gelisah. Beberapa kali, Ercilia terlihat mondar-mandir. Mencoba mencari-cari kendaraan yang lewat. Namun Dika tahu tidak akan ada kendaraan yang lewat.


Sekarang justru Dika yang diliputi rasa ragu dan bimbang.


Apakah aku harus menggunakan kesempatan ini? Apakah ini saat yang tepat?


Tidak lama, Dika melihat Ercilia seperti sedang mengetik sesuatu di layar ponselnya


Mungkin dia sedang mengirim pesan pada temannya. Pikir Dika.


Apakah sekarang?


Jika tidak aku akan kehilangan kesempatan emas ini.


Hujan semakin deras. Suara guntur memecah langit. Kilat menerangi kegelapan malam. Hujan turun begitu lebat seperti ditumpahkan dari langit. Halilintar bergemuruh .


Dika masih terus menatap Ercilia.


"Ercilia..." panggil Dika agak keras. Mengimbangi suara derasnya air hujan.


Ercilia terlihat memejamkan matanya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dika khawatir.


Mungkin karena kelelahan atau karena sakit pada kepalanya Ercilia seperti melupakan jika dia dan Dika sedang dalam situasi "bermusuhan" dan dia pun menjawab


"Kepala ku sakit sekali....."


Gawat! Semoga dia tidak pingsan.

__ADS_1


"Lebih baik kamu duduk dulu."


Dika membantu Ercilia duduk.


"Agar rasa sakit di kepalamu sedikit mereda."


Ercilia menurut. Dia duduk sambil terus memegangi kepalanya yang sakit.


Lebih baik, dari pada dia terus berdiri.


Ah si Alan. Kalo tahu akan hujan, aku bawa mobil tadi.


"Cil,"


"Hmmm."


"Masih sakit?"


Ercilia hanya menganggukkan kepala. Dika merasa sangat khawatir. Sejenak dia berpikir, dia mencoba mengingat jarak warung makan yang terdekat dan masih buka.


Beberapa meter dari tempatnya ada penjual makan pinggir yang masih buka.


"Cil, kamu tunggu di sini sebentar ya. Aku carikan kamu minum dulu."


Dika menerobos hujan menuju warung itu. Tubuhnya basah kuyup. Namun, Dika tidak perduli. Hanya Ercilia yang ada dalam pikirannya kini.


•••••••••••••••••••


Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️

__ADS_1


Terimakasih semua


__ADS_2