
Tibalah Dika di rumah milik Rebecca, lelaki dewasa dengan segala pesonanya yang membuat semua wanita tidak bisa untuk menolaknya. Dia melengkungkan senyum nya ketika melihat Rebecca muncul di balik pintu.
Cantik!
"Hay Dik." sapa Becca ceria seperti biasa.
"Langsung saja yuk, soalnya aku enggak bisa lama." ujar Dika.
"Kenapa?" tanya Becca.
"Aku harus jemput Ercilia pulang kerja."
Wanita itu lagi. Batin Becca
"Oh kamu setiap malam jemput dia?" tanya Rebecca
Dika hanya mengangguk sambil berjalan menuju mobilnya.
"Jadi kita kemana ini?" tanya Dika
"Ke mall saja yuk," ajak Rebecca semangat.
"Memangnya ada durian di Mall?"
Rebecca cemberut, Dik melirik sekilas dan tersenyum. Dika sangat paham Rebecca mengajak dirinya keluar bukan untuk mencari Raja buah itu, karena buah itu buah musiman. Tidak akan ada jika bukan musimnya.
"Baiklah baiklah, jadi ke Mallnya?"
Rebecca menoleh ke arah Dika.
"Jadi. Kita nonton ya?" ajak Rebecca penuh harap.
°°°°
°°°°
Tibalah mereka di Mall.
__ADS_1
"Kita langsung nonton saja ya?" kata Dika.
"Kita makan dulu ya, soalnya aku lapar banget."
"Aku enggak bisa lama Bec,"
"Yasudah kita langsung nonton." jawab Rebecca dengan mimik seduh.
Dika tentu saja tidak tega, dia melirik jam tangannya.
Sekarang pukul tujuh, Ercilia pulang jam sepuluh, masih ada waktu beberapa jam.
"Oke, kita makan fast food saja ya. Biar enggak lama."
"Terima kasih ya Dik." Kata Rebecca senang.
Mereka pun melangkah menuju restoran cepat saji. Dengan langkah ceria Rebecca mencari tempat duduk. Sepuluh menit kemudian datanglah Dika dengan pesanannya. Mereka langsung memakannya sambil membahas hal hal receh. Selesai makan mereka langsung menuju ke bioskop.
"Pilih filmnya yang main sekarang saja Bec." intruksi Dika.
"Yah Dik, hanya ada film horor dan action aku enggak suka. Ah ini ada film romance, kita tunggu sebentar ya. Cuman tiga puluh menit kok."
Sebenarnya Dika tidak tega berbicara seperti itu pada Rebecca, namun waktunya sangat mepet jika harus terus menuruti tingkah Rebecca.
"Baiklah kita nonton film ini saja." tunjuk asal Becca pada film horor makmum 2.
Dika tidak peduli pada film pilihan Becca. Di otaknya hanya ingin semua ini cepat selesai dan bisa langsung menjemput tunangannya. Mereka pun membeli tiket dan air mineral. Mereka tidak memesan minuman soda karena tadi sudah minum-minuman bersoda.
Lampu sudah dimatikan, dan film pun sudah di putar. Semua yang berada di teater itu nampak tegang selama film berlangsung. Tapi tidak dengan Becca. Dia tidak fokus pada layar besar yang ada di depannya. Namun dia berusaha mencari cara agar bisa memasukkan obat ke dalam minuman Dika.
Ya! Rebecca gelap mata. Dia frustasi tidak bisa mendapatkan Dika. Dia berharap ini satu-satunya cara untuk menjerat Dika.
"Bec, air minum ku yang mana." tanya Dika. Karena kebetulan minuman itu masih di dalam plastik.
"Sebentar aku ambilkan."
Tentu saja peluang ini tidak di sia siakan Rebecca. Dia mencampur minuman itu dengan obat lalu diberikan pada Dika.
__ADS_1
"Nih Dik."
Karena Dika serius pada film yang dia tonton. Dia tidak memperhatikan apa yang Rebecca lakukan. Dia langsung saja meminum air yang Rebecca berikan.
Film berjalan sisa 20 menit, namun Dika merasa tubuhnya sedikit panas. Lalu dia melirik ke arah Rebecca. Untuk anak kota yang suka dugem seperti Dika, tentu dia tau apa yang telah terjadi pada tubuhnya. Walaupun ini kali pertama tubuhnya merasakan hawa panas ini. Tapi dia sering melihat reaksi ini pada teman-teman malamnya dulu.
Tanpa pikir panjang Dika langsung meninggalkankan ruangan itu. Sebelum reaksi obat itu semakin menggila dan tidak terkendali. Belum lagi amarah yang besar untuk gadis di sampingnya. Sungguh Dika tidak habis pikir. Wanita berpendidikan seperti Rebecca mampu melakukan hal picik seperti ini.
"Dik, tunggu." teriak Rebecca sedikit berlari , ketika melihat Dika meninggalkannya.
Sesampainya diparkiran Mall. Dika ingin masuk ke dalam mobilnya. Namun badannya ditarik oleh Rebecca. Gadis itu langsung ******* bibir Dika, ******* yang tadinya lembut berubah menjadi kasar. Dika membalasnya, tubuh dan otaknya dikuasai oleh gairah yang tinggi. Dika sengaja mengigit pelan bibir Becca agar terbuka dan memberi akses untuk mereka saling menyedot.
"Aaahhhh..." suara de sahan terdengar keluar dari bibir Rebecca ketika bibir Dika turun ke leher dan da dahnya.
Seketika Dika sadar apa yang telah dia lakukan. Dika mendorong tubuh Rebecca. Hawa panas masih menguasai tubuhnya.
"Aku kecewa sama kamu." ujar Dika dengan tatapan tajamnya ke arah Rebecca.
"Dika aku mencintaimu, aku melakukan ini semua karena aku mau kamu." ujar Becca.
"Ayo kita lakukan. Aku rela memberikannya untukmu."
"Dengan kamu melakukan hal kotor ini, aku tidak yakin kamu wanita baik-baik."
Deg!
Harga diri Rebecca seketika hancur. Rebecca akui ini salah. Namun karena cintanya yang besar sehingga dia di butakan dan rela melakukan ini semua. Dia tidak memikirkan akibatnya, Sampai harus di cap jelek seperti ini.
"Kalau pun aku harus melampiaskannya. Aku akan melakukannya dengan Ercilia. Tidak denganmu!" kata Dika lagi
Kemudian Dika pergi meninggalkan Rebecca sendirian. Di kepalanya hanya ada Ercilia, kalau pun dia harus melampiaskan nya harus dengan tunangannya. Begitu pikirannya.
Dika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hawa di tubuhnya sudah sangat panas, apa lagi tadi sempat menyentuh benda kenyal dan bulat.
Aaarrgghhhh sshiiittt... ...
Dika terus melanjutkan mobilnya, beberapa kilo meter dari Mall tersebut ada sebuah hotel. Dika ke sana berencana untuk berendam di air dingin. Tidak mungkin dia pulang dengan keadaan seperti ini, dan tidak mungkin juga dia menjadikan Ercilia sebagai pelepasan obat terkutuk ini. Dika berfikir bisa menyelesaikannya dengan cara berendam air dingin.
__ADS_1
•••••••••