
Wajah Ercilia sangat pucat, bibirnya gemetar. Dan tubuhnya pun menggigil.
Sakit apa sebenarnya yang sedang di derita perempuan ini?
Rebecca jadi mengingat wajah pucat sepupunya dahulu. Dia pernah melihat raut wajah pucat seperti yang dialami Ercilia saat ini. Wajah pucat yang sama, pucat karena menahan rasa sakit yang luar biasa.
Apakah perempuan ini sedang ngidam? Eh maksudnya apakah dia sedang hamil? Tapi dia tidak terlihat muntah-muntah! Tapi yang lebih parahnya, dia hamil anak siapa? Wira? Dika?
Oh maygoooodddd!
Rebecca masih sibuk dengan banyak pertanyaan di kepalanya. Ketika mereka melewati sebuah warung kecil, tanpa pikir panjang Rebecca berhenti. Lalu Dia segera turun.
Jangan sampai perempuan ini mati di mobilku, pikirnya panik.
"Bang ada jual roti?" tanyanya pada si penjual warung.
Si penjual menganggukkan kepala, lalu menunjuk dimana letak roti segala jenis dan rasa bersusun rapi. Rebecca buru-buru mengambil beberapa roti dan langsung membayar nya. Sebelum pergi Rebecca bertanya lagi
"Oh ya, Bang punya teh manis hangat?"
"Ada mba, sebentar saya ambil ke dalam." ujar si penjual sambil berlalu membuatkan teh hangat seperti yang diminta mba pembeli. Beberapa menit kemudian si penjual keluar dengan segelas teh hangat.
"Terimakasih Pak."
Rebecca segera membawa segelas teh hangat dan beberapa roti yang dia beli tadi masuk ke dalam mobil.
"Hai, kamu belum pingsan kan?" tanya Rebecca pada Ercilia yang seduduk bersandar masih dengan wajah pucat dan tubuh yang nampak lemah.
Ercilia membuka mata. Pandangannya terasa kabur.
"Ini, sebaiknya kamu makan ini dulu." kata Rebecca menyodorkan bungkusan roti dan segelas teh hangat.
Ercilia terlihat kembali ragu dengan apa yang Rebecca berikan. Namun, Rebecca tersenyum dan menjamin jika makanan itu tidak diberi racun atau apalah itu yang perempuan itu takut kan.
__ADS_1
"Tenang saja, tidak ada racun dalam makanan itu. Jadi kamu tidak perlu khawatir."
Ercilia yang tahu jika setelah makan dia akan membaik. Akhirnya Ercilia mengulurkan tangan mengambil apa yang Rebecca sodorkan tadi. Di kunyahnya roti itu dalam mulut segigit demi segigit. Rebecca dengan penuh kesabaran menemani Ercilia makan.
Setelah melihat Ercilia menghabiskan satu potong roti, Rebecca menyodorkan kembali segelas teh hangat. Ercilia meminum seteguk demi seteguh. Ercilia merasa lebih baik saat merasakan cairan yang hangat dan manis itu mulai menghangatkan tenggorokannya.
"Mau lagi?" tanya Rebecca sambil menyodorkan bungkusan roti.
"Kamu tidak makan?" tanya Ercilia.
"Tidak. Aku masih kenyang," jawab Rebecca. "Hmm tapi boleh lah sedikit ya sepertinya enak." kata Rebecca ceria.
Ercilia pun ikut memakan roti nya lagi.
"Aku juga minta tehnya sedikit ya," kata Rebecca kemudian. "Aaaahh hangatnya."
Tanpa sadar Ercilia tersenyum melihat keceriaan di wajah perempuan yang ada di sampingnya ini.
Setelah meminum sedikit teh itu. Rebecca kembali menyodorkan nya pada Ercilia.
"Ya." Ercilia pun meminumnya lagi.
Beberapa saat kemudian, Ercilia merasakan tubuhnya kembali pulih. Rebecca pun melihat wajah yang tadi sepucat mayat itu berangsur-angsur memerah kembali.
"Kamu merasa lebih baik?" tanya Rebecca. "Atau kamu butuh obat? Kamu biasanya minum obat apa?" lanjutnya.
"Aku sudah baik-baik saja." jawab Ercilia lemah. "Hanya tinggal pusing nya."
"Apa sekarang masih pusing?"
"Sedikit berkurang, tidak sesakit tadi kok."
"Mungkin benar apa kata Dika. Kamu kena anemia, biasanya orang-orang yang kena anemia menunjukkan gejala-gejala seperti itu." kata Rebecca dengan gaya sok tahu nya.
__ADS_1
"Mungkin."
"Berapa tensi darahmu?" tanya Rebecca lagi.
Ercilia menggelengkan kepalanya. "Aku belum sempat mengeceknya."
"Biasakan minum susu, makan sayuran, dan buah-buahan." kata Rebecca makin sok tahunya. "Oh dan juga jangan lupa makan daging."
"Dan makan roti juga," canda Ercilia
Mereka pun tertawa bersama.
"Kamu sepertinya sudah benar-benar membaik."
"Jangan khawatir. Aku sudah biasa seperti ini."
"Kamu tidak mau periksa ke dokter?"
Ercilia kembali menggeleng. "Paling hanya karena telat makan." jawabannya kemudian.
"Tapi kamu harus segera periksa. Mungkin ada yang tidak beres dengan tubuhmu. Sangat berbahaya jika kamu benar-benar anemia. Apalagi di saat datang bulan."
Deg
Deg
Deg
^^^Datang bulan? ^^^
^^^Kapan terakhir aku datang bulan ? ^^^
...•••••••••••••••••...
__ADS_1
Ngantuk booooosssssssss, Kopi bisaaa kaleeeee 😅