
...Saat kita memutuskan untuk memaafkan seseorang. Itu bukan perkara kita yang salah atau dia yang salah, tetapi terkadang dalam hidup ini, kita harus melakukan itu hanya untuk kedamaian hati diri sendiri...
...mencoba berdamai dengan keadaan...
••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••
Dika hanya terpaku ditempatnya berdiri. Tanpa bisa berbuat apa-apa. Dia hanya mampu melihat Ercilia menumpahkan segalanya. Melihat Ercilia hancur setelah mengetahui kenyataan yang mengerikan ini. Tubuh Ercilia terguncang-guncang di atas tempat tidur. Air matanya semakin membasahi bantal.
Dalam hati Dika mengutuk permainan bodoh itu dengan saudara kembarnya.
Andai kita tidak melakukan permainan konyol itu Wir, kamu pasti masih ada di sini. Dan, Ercilia tidak akan sehancur ini jika dia masih bersama mu. Ayah Bunda juga pasti akan selalu tersenyum.
Dika larut dalam penyesalan nya sendiri.
°°°°°°°°°
Semenjak menyadari kebohongan yang dilakukan Dika dan memahami bahwa kekasihnya telah meninggal dalam kecelakaan tragis itu, Ercilia tidak mau lagi bertemu Dika.
Esok harinya, setelah peristiwa itu. Dika mendatangi rumah Ercilia. Pagi hari seperti biasa, Dika datang untuk menjemput. Namun, Ercilia tidak mau menemuinya. Siang hari pun sama, Dika kembali datang ke kampus untuk mengantar Ercilia kerja. Lagi-lagi Ercilia tidak menghiraukannya. Gadis itu langsung pergi tanpa mau menatap Dika. Dia terus saja berjalan tidak perduli Dika dan dia langsung menghentikan angkutan umum lalu pergi meninggalkan Dika.
Malam hari, Dika masih mencoba datang ke tempat kerja Ercilia. Berharap kali ini Ercilia mau menemuinya, bahwa mau memaafkannya. Namun, sekali lagi Ercilia menunjukkan sikap marah sekaligus benci pada sosok Dika. Saat toko sudah tutup dan seluruh karyawan keluar untuk pulang, Ercilia berjalan sendirian. Sama sekali tidak menghiraukan Dika yang telah duduk menunggu dengan sepeda motornya seperti biasa.
"Ercilia..... Tunggu!" Dika mencoba menahan Ercilia.
__ADS_1
Ercilia hanya diam, tanpa berhenti.
Dika mulai menghampiri dan langsung memotong langkah Ercilia.
Ercilia menghentakan kakinya seraya menatap Dika galak.
"Ada apa?! Hardiknya
"Aku....aku datang ke sini untuk menjemputmu." jelas Dika serba salah.
"Tidak perlu!" jawab Ercilia sambil membuang muka dan meninggalkan Dika yang masih terpaku bingung.
•••••••••••••••
"Dika harus bagaimana Bunda, Ayah....." tanya Dika frustasi. Jujur di hatinya sudah ada nama Ercilia.
Katakan lah dia egois.
Katakan lah dia mau menggantikan posisi Wira.
"Apakah kamu mencintainya Dik?"
Apa aku mencintainya?
__ADS_1
Apakah itu boleh?
Wira...........
Dika terdiam dengan segala pikirannya..
•••••••••••••••••••
Hallo KAUM KECE, NONA NONA KECE semua
sudah vote kah kalian hari ini?
Ayooo bantu vote ya, Supaya saya rajin Update .
Btw, dikit dikit dulu ya.. soalnya belum Ngopi 😅
Selamat membaca 😎
Ditunggu Komentarnya, Like nya dan Kopinya 🤣
Salam KECE ☕
Jangan lupa wajib RATE, LIKE, COMENT, ❤️
__ADS_1
Terimakasih semua