Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 26


__ADS_3

IBU


IBU


IBU


kemudian, Ayah!


🌹


...••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...


Rapat masih dilanjutkan.


"Namun negosiasi kami tidak menemukan jalan keluar. Dan para dewan kampus mengancam akan memecat kami dari kampus, jika permintaan itu tidak dipenuhi, dan Wira...." Agung mengarahkan pandangannya pada Dika.


"Dan Wira balik mengancam kalau kami sampai di pecat dari kampus, maka berita mengenai proyek pembangunan universitas ini pun akan dikirimkan ke koran-koran dan majalah lain di luar sana."


Agung terdiam sebentar, kemudian melanjutkan kalimatnya.


"Tadi pagi, pihak kantor kembali memanggil Wira selaku pimpinan umum majalah kampus ini, namun Wira belum datang ke kampus. Aku kembali diminta untuk memakili. Dan aku pun memenuhi panggilan pihak kantor. Pak Yahya, beserta beberapa dewan kampus menjelaskan padaku bahwa beberapa hari lalu pihak rektorat telah rapat dengan dewan lagi dan tetap mendapatkan jalan buntu. Pak Yahya juga menegaskan bahwa sekarang pihak universitas telah mengambil keputusan yang pasti bahwa mereka akan mengeluarkan SK pemecatan untuk Wira dengan tuduhan mencemarkan nama baik universitas." Agung menelan ludahnya, lalu memandang semua teman-temannya.


Kemudian dia berkata kembali.


"Tapi aku tahu mereka melakukan ini untuk memecah belah kita. Mereka sengaja hanya memecat Wira seorang karena mungkin mereka pikir hanya Wira yang akan mempertimbangkan lagi jika hanya dia yg di pecat sementara yang lain tidak."

__ADS_1


Agung menarik nafas sejenak. Lalu,


"Kemudian mengenai ancaman Wira yang akan membocorkan berita itu ke masyarkat. Pak Yahya mengatakan. Jika hal itu sampai terjadi, maka pemecatan tidak akan berhenti sampai pada pemimpin umumnya saja. Kalau Wira nekat membocorkan masalah ini ke koran lain, maka semua yang terlibat di dalamnya juga akan di pecat dari kampus. Jelas sekali bukan ini adalah taktik memecah belah yang sangat licik!"


Semua yang hadir dalam rapat itu terlihat sangat resah. Mereka mengutuk keputusan yang amat sepihak dan tidak adil ini.


"Nah sekarang apa yang harus kita lakukan." tanya yang lain.


Dika mendengarkan dengan seksama. Dika juga memahami bahwa suaranya saat ini ditunggu. Pendapatnya dinantikan. Ini adalah urusan menyangkut dirinya. Diri saudaranya yang telah menjadi dirinya. Terlebih Wira pemimpinnya.


Maka, Dika pun mengumpulkan keberanian nya. Lalu mulai membuka suara. Dia berbicara perlahan-lahan.


"Sebenarnya beberapa hari yang lalu. Saat kalian sedang studi ke luar kota. Aku memang dipanggil untuk menemui. Rektorat dan yang lain. Mereka memperlihatkan banyaknya dokumen dan berusaha menyakinkan bahwa semua yang mereka lakukan menyangkut proyek ini adalah sah dan legal. Aku di tekan untuk mengakui iti dan melakukan ralat berita atas tuduhan kita di majalah kampus. Waktu itu, aku mengatakan akan memikirkannya dulu dan berbicara pada kalian semua. Tapi, aku tetap berfikir bahwa kita tidak bisa melakukan ralat berita itu."


"Saat itu pasti kamu tidak berfikir mereka akan memecat kamu seorang diri kan Wir?" tanya temannya.


"Dan sekarang?" tanya Agung menantikan jawaban pasti. Bagaimana pun juga nasib mereka ada di tangan pemimpin mereka.


Dika nampak telah memikirkan jawabannya.


Huuufttt.....


"Sekarang pun aku tetap berpegang Teguh pada keputusan yang dulu." ujar Dika yakin.


"Tidak ada ralat berita?"

__ADS_1


"Tidak akan ada ralat berita!" Dika mengulanginya dengan tegas.


"Apa kamu yakin Wir? Kamu terancam akan di pecat dari kampus." ujar Lisa prihatin. Sementara yang lain menatap Dika dengan terpaku.


"Aku......"


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


...Selamat hari IBU untuk semua ibu ibu hebat diluar sana 💐💐💐...


^^^Mom, Maafkan jika aku selalu mengecewakan .^^^


^^^Tidak sesuai dengan yang kau harapkan..^^^


^^^Bagiku kamu adalah hidupku^^^


^^^Senyum mu adalah bahagia ku^^^


^^^Tidak pernah sedetik pun aku melupakanmu^^^


^^^Terlalu banyak pengorbanan yang telah kau lakukan untukku.. Di saat aku kecil pun aku selalu menganggu tidur nyaman mu, mimpi Indah mu. Tapi aku tau kau tak pernah mengeluh.. Kau malah memberikan aku senyuman, dan ketika aku beranjak dewasa kini ku mengerti kamu bukan hanya hidup ku tapi kamu surgaku.^^^


^^^Cinta kasih yang ku berikan mungkin tidak akan pernah membalas semua yang telah kau lakukan untuk ku^^^


^^^Kamu mengajariku apa itu artinya hidup^^^

__ADS_1


^^^I love you mom. .💛^^^


^^^Percayalah kalian para ibu hebat dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kalian miliki 🌹^^^


__ADS_2