
...Kosa kata 'mencari' tidak akan kamu temukan dalam kamus bahagia. ...
...Sebab isi kamus bahagia hanya ada kata 'disadari' kemudian 'disyukuri' ...
...Kamu tidak akan merasa memiliki ketika sudah kehilangan ...
...Selamat pagi untuk kesayangan ☕...
...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...
Malam ini Ercilia banyak termenung di kamarnya. Ada sesuatu yang tengah bergejolak di lubuk hatinya yang terdalam. Tadi setelah menjenguk Dika, dia telah bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan lelaki itu. Dan ketika tadi dia datang ke rumah Dika, saat melangkah memasuki halaman rumah Dika. Ercilia merasakan suatu perasaan dejavu. Dia merasa seakan-akan ingin menemui Wira. Entah mengapa Ercilia merasakan debaran yang sama. Getaran yang sama di hatinya seperti dulu saat dia akan menemui Wira.
Dika rupanya tadi menempati kamar Wira. Ercilia masih sangat ingat tempat yang sama dulu dia masuki saat menjenguk Wira sakit. Namun nampaknya isinya sedikit berubah. Meski sebagian besar barang yang ada di sana masih sama seperti dulu.
Ercilia menikmati saat-saat kebersamaannya lagi dengan Dika. Beberapa minggu yang lalu mungkin hubungan mereka terlihat buruk. Rasanya menyenangkan saat mereka dapat berbincang kembali seperti dulu. Dapat tersenyum dan bercanda kembali seperti dulu. Ercilia telah membuang semua amarah maupun kebenciannya pada Dika. Saat melihat Dika terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur. Semua perasaan marah dan benci Ercilia musnah seketika.
Tetapi sekarang pikirannya terganggu oleh sosok wanita yang datang menjenguk Dika juga.
Siapa perempuan yang tadi?
Ercilia seperti merasa tidak suka saat melihat perempuan itu. Dan saat melihatnya tengah tertawa-tawa bersama Dika.
__ADS_1
Mengapa perempuan itu disana? Batinnya.
Ya Tuhan! Apa aku cemburu?
Tetapi pantaskah dia cemburu? Sedangkan lelaki itu tadi bukanlah Wira. Dia sosok lain. Pantaskah aku cemburu? Ketika kenyataannya perempuan itu pacar Dika.
Ercilia merasakan nyeri di hatinya membayangkan itu semua. Tiba-tiba Ercilia merasakan dunianya begitu gelap. Dia seperti baru menyadari dia bukan hanya kehilangan Wira, tapi juga akan kehilangan Dika.
•••••
Ercilia menepati janjinya pada Dika. Keesokan harinya dia kembali datang dengan membawa nasi kebuli lagi. Ercilia datang siang hari, agar sepulang nanti bisa langsung ke tempat kerjanya. Keadaan Dika pun sudah lebih baik dibandingkan kemarin. Wajahnya sudah tampak segar. Tubuhnya pun tidak selemah sebelumnya. Ketika Ercilia menemuinya Dika sedang bersama perempuan itu lagi. Ya Rebecca.
"Ercilia..." sapa Dika sambil tersenyum senang melihatnya.
"Maaf mengganggu, aku bawakan nasi kebuli lagi. Apakah kamu sudah makan?"
"Untung saja aku belum makan." kata Dika dengan tersenyum.
"Makanlah, aku pulang dulu."
"Kenapa Buru-buru?" tanya Dika kaget.
__ADS_1
Ercilia menatap Rebecca lalu menatap Dika. Dika paham arah pandang Ercilia. Dia tahu dua wanita ini sepertinya tidak saling nyaman. Dika pun memperkenalkan mereka.
"Eh iya. Bec ini Ercilia, dan Cil ini Rebecca."
"Hai.." ucap keduanya hanya saling tersenyum.
Kamar kembali sunyi.
(Aku ikut kikuk 🤣)
Ercilia tersadar duluan.
"Hmmm Aku duluan, mau sekalian berangkat kerja. Jangan lupa di makan ya." ujar Ercilia mencari alasan. Dia sungguh tidak suka situasi ini.
Dika pun paham dan mengiyakan. Meski hatinya nampak tidak rela.
"Tidak perlu mba, saya saja yang keluar. Saya dari tadi kok.. Kamu cepat sembuh ya. Aku pulang dulu." pamit Rebecca.
Setelah Rebecca keluar dari kamar Dika. Ercilia mendekat ke arah Dika, lalu membuka bungkusan yang dia bawa. Mengeluarkan kotak kardus, lalu memberikannya pada Dika.
•••••••••••••••••••••••••
__ADS_1
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
Terimakasih semua