Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 46


__ADS_3

Setelah Rebecca keluar dari kamar Dika. Ercilia mendekat ke arah Dika, lalu membuka bungkusan yang dia bawa. Mengeluarkan kotak kardus, lalu memberikannya pada Dika.


"Perlu ku pegangi kardusnya?" tanya Ercilia


"Tidak perlu,"jawab Dika


"Aku sudah lebih kuat sekarang."


Ercilia duduk. Dika mulai memakan makan siangnya yang lezat. Duduk sambil memandangi Dika yang sedang makan seperti itu, membuat Ercilia teringat kembali pada sosok Wira. Dan sekali lagi Ercilia merasakan dejavu. Dulu, dia sering mengalami saat-saat seperti ini. Saat masih memiliki Wira. Saat kekasihnya sakit dan dia menjenguknya membawakan makanan kesukaan Wira...


"Hei, kok melamun?" tegur Dika.


Ercilia menggelengkan kepala.


"Tidak lanjutkan makanmu." jawabnya sambil tersenyum manis pada Dika.


Dika melanjutkan makannya. Dan Ercilia untuk menghindari lamunan seperti tadi. Dia melihat sekelilingnya. Semua masih nampak sama, seperti kasur, meja, lemari. Hanya hiasan dinding yang sedikit berbeda. Dulu Wira lebih menujukkan lukisan abstrak atau beberapa isi majalah kampusnya. Sekarang hiasan dinding kamar ini penuh dengan beberapa poster grup musik dan ada poster wajahnya ditempel disudut dinding.


"Kamu tidak keberatan kan?" tanya Dika tiba-tiba saat melihat Ercilia masih memandangi beberapa poster grup musik yang tertempel di dinding itu.


Ercilia menoleh ke arah Dika dan menyahut dengan tergagap.


"Ak....aku. Eh aku tidak menyadari kalau ada fotoku di sini." kemudian Ercilia kembali bertanya.


"Apakah Wira yang melakukan ini?"


Dika mengambil sesuatu dari laci mejanya yang dekat tempat tidur. Ercilia melihat bingkai foto dirinya dan juga Wira. Ercilia tahu foto itu karena dulu bingkai itu memang ada di kamar ini. Di atas meja lebih tepatnya.


"Aku menemukan beberapa bingkai di meja ini." terang Dika.


"Aku mengambil gambar dirimu, lalu memperbesarnya."


"Aakuu... Eh tidak maksudku tapi kenapa?"

__ADS_1


Dika tersenyum kemudian menatap ke arah poster itu dan menjawab.


"Karena aku sangat suka memandangmu."


Deg


Deg


Deg


(Dor... Eh beda beda..)


Hari semakin siang. Ercilia pun pamit pulang karena harus berangkat kerja. Dika pun melepaskannya dengan berat hati. Keluar dari kamar Dika, entah mengapa Ercilia merasakan hati yang berbunga-bunga.


Tetapi, ketika sampai di ruang tamu. Kebahagiaan Ercilia langsung merosot. Dia melihat perempuan itu belum pulang dan masih asik berbincang-bincang dengan Ibu Dika.


Sekali lagi, ada suatu perasaan yang menusuk di ulu hatinya ketika akhirnya dia harus berpapasan dengan perempuan itu. Ercilia hanya bisa tersenyum miris.


Ah.. Sadar Sadar.... Dika telah memiliki kekasih!


••••


Dika masih duduk menyandar pada bantal di atas tempat tidur sambil terus menatap poster Ercilia yang tertempel dinding kamarnya. Dia memang sengaja membesarkan foto Ercilia ketika menyadari jika dirinya telah jatuh Cinta pada perempuan itu. Dia, Dika bersyukur telah melakukan itu. Berapa hari dia sakit dan tidak dapat bertemu dengan Ercilia. Setidaknya menatap poster itu sudah mengobati rasa rindu di hatinya.


Tiba-tiba pintu terbuka, Bunda Mawar memberitahu jika Rebecca masih di luar.


Lalu sosok Rebecca pun muncul di ambang pintu kamar. Tersenyum manis penuh arti.


"Hai Dik...." sapa Rebecca dengan ceria.


Dika tercekat.


"Kamu tahu?"

__ADS_1


Rebecca mendekat ke arah Dika.


"Sudah tahu kalau kamu Dika? Bukan Wira?" tanyanya kemudian.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Dika bingung.


"Bundamu yang memberitahuku. Bundamu pikir aku cukup bisa menjaga rahasia."


Dika menghela nafas.


"Kamu sudah dengar apa lagi."


"Aku tahu semuanya."jawab Rebecca masih dengan senyuman.


Melihat wajah Dika yang nampak khawatir dan tidak suka, buru-buru Rebecca menjelaskan.


"Tidak perlu cemas. Aku sudah berjanji pada Bundamu untuk menjaga rahasia ini."


"Mamamu tidak tahu kan?"


Melihat wajah panik Dika. Rebecca tersenyum menggoda.


"Saat ini belum." jawabnya


"Jadi kamu berencana memberitahukan nya?"


"Maybe... Saat waktunya tepat."


Dika benar-benar menyayangkan Bundanya bisa menceritakan semua ini pada Rebecca.


•••••••••••••••••••••••••


Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️

__ADS_1


Terimakasih semua


__ADS_2