
Ercilia menunduk. Terdiam beberapa saat. Sampai akhirnya menjawab dengan pelan.
"Kamu tahu bagaimana beratnya aku melakukan ini. Tapi..... Ya aku sudah mulai ikhlas. Aku tidak mau Wira di sana bersedih melihat aku masih menjadi hal terberat untuknya."
"Maafkan aku....." ujarf Dika lirih
Ercilia menggelengkan kepala dan mencoba tersenyum.
"Tidak apa-apa,"
Drr.. Drr... Dr....
Rebecca is calling...... Dika menatap layar handphonenya.
"Angkat lah siapa tau penting." kata Ercilia
"Tidak perlu, hanya sales bank." jawab Dika asal.
Memang beberapa hari ini Rebecca sering menelpon Dika atau sekedar main ke rumah Dika. Tapi Dika sudah memutuskan untuk menjaga jarak darinya. Dika menyadari hatinya sudah jatuh pada pacar saudaranya. Dan Dika tidak ingin Rebecca berharap banyak darinya. Ya... Dika tahu rebecca menyimpan perasaan untuknya.
Setelah puas duduk-duduk di kedai bakso, Dika mengajak Ercilia ke sebuah mall yang ada di kota mereka.
"Cil, mau menemaniku belanja?" tanya Dika.
Ercilia tersenyum dan tidak menolak. Mereka asik menelusuri setiap lorong pakaian dari lantai satu sampai lantai atas. Dika asik memilih beberapa kaos dan celana. Setelah selesai dengan belanjanya. Dika membawa Ercilia ke bagian pakaian wanita.
"Ayo, sekarang giliranmu." kata Dika.
__ADS_1
"Eh... Aku? Aku tidak ada niat untuk berbelanja." jawab Ercilia.
"Tapi aku berniat kamu berbelanja." sahut Dika sambil menarik tangan Ercilia memasuki toko pakaian wanita tersebut.
"Dik...."
"Ssttt..... Kamu suka yang ini?" tanya Dika sambil menunjuk baju yang ada di hanger.
"Dik... Aku tidak perlu baju itu." Ercilia jadi merasa serba salah.
"Ah atau yang ini?" Dika bertanya lagi tanpa perduli dengan protestan Ercilia.
Ercilia semakin tidak enak dan serba salah.
"Nah bagaimana jika yang ini?" tanya Dika lagi sambil menunjukkan sebuah gaun panjang berwarna toska yang nampak Indah.
"Nampaknya kamu type pria pemaksa ya?" ejeknya.
"Kamu terkadang memang perlu sedikit dipaksakan?" ujar Dika balas tersenyum lebar.
"Aku coba dulu ya." kata Ercilia lagi.
"Aku sudah membayangkan kamu pasti semakin cantik dengan gaun itu." kata Dika sambil menatap Ercilia.
Sekali lagi, Ercilia ikut menatap gaun itu. Dan mulai ikut membayangkan nya.......
"Baiklah, aku akan mencobanya."
__ADS_1
"Tentu saja kamu harus mencobanya." ujar Dika tersenyum senang.
Ercilia membawa gaun itu ke dalam salah satu kamar pas. Dia mengenakannya lalu menatap dirinya di depan cermin. Gaun itu nampak pas di tubuhnya, Ercilia mematut dirinya kembali dan semakin menyukai apa yang dilihatnya. Lalu tersenyum....
Pilihan Dika benar-benar tepat untuknya.
Saat keluar dari kamar pas dan meminta komentar Dika atas gaun yang telah di cobanya sekarang. Dika tersenyum, lalu mendekati Ercilia kemudian berbisik .
"Kamu tahu? kamu seperti baru turun dari langit!"
Blesshhhhh (rona merah pipimu 🎵🎶)
Ercilia tersenyum
"Terima kasih." ujarnya malu-malu.
Ercilia semakin menyukai gaun itu. Beberapa saat kemudian setelah membayar belanjaan mereka pun menuju keluar untuk turun ke lantai bawah lagi. Dika berjalan berdampingan dengan Ercilia sambil berbincang-bincang. Tanpa di sengaja mereka bertemu dengan Rebecca.
"Dika" panggilnya
Ercilia yang merasakan kehadiran Rebecca di dekat mereka nampak tidak senang. Seperti yang pernah dia rasakan ketika melihat Dika dan Rebecca dulu tertawa bersama. Dan ketika dia menoleh ke arah perempuan itu, Ercilia menyaksikan tatapan tidak suka pula dari sosok perempuan itu. Pandangan yang tidak dapat diartikan dengan jelas.
Ada apa dengannya. Batin Ercilia
•••••••••••
Selamat hari senin KAUM KECE ☕
__ADS_1
jangan lupa Ngopi, biar waras.. ... .....