
Terkadang, yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah. Allah menjauhkan seseorang dari hidupmu berarti Allah tahu dia bukanlah yang terbaik untukmu. Dan ketika memberikan cobaan untukmu berarti Allah yakin kamu adalah manusia kuat yang bisa menjadi lebih kuat dan tegar dari sebelumnya.
Menjadi manusia yang lebih kuat dan baik itu tidaklah mudah prosesnya, banyak sekali ujiannya. Tapi bukan berarti ada kata menyerah kan? . . .
Perjalanan masih panjang, masih banyak rintangan yang perlu di hadapi. Masih banyak harapan yang belum tercapai. Melelahkan pasti, kamu hanya perlu beristirahat akan tetapi jangan pernah lupa kamu juga punya kewajiban untuk berusaha kembali.
••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••
Ercilia menurut dan melangkah mengikuti langkah Bunda Mawar keruang tengah. Di sana dia melihat ada dua sosok yang berwajah sama yang kini menatap dirinya. Dia tidak tahu mana Wira mana Dika, Ercilia tidak mampu mengatakan apa-apa. Setelahnya Ercilia pun terkulai pingsan.
Melihat tubuh Ercilia terhuyung jatuh, Wira dan Dika serentak bangkit dari duduk. Sementara Bunda mereka menyangga tubuh Ercilia.
"Baringkan dia di sofa panjang itu." kata Bunda Mawar pada ke dua putranya.
Tanpa berkata apa pun mereka mengangkat tubuh Ercilia, lalu dibaringkan di sofa itu. Selesai membaringkan Ercilia di sofa panjang, Wira membentak Dika.
"Minggir kamu! Biar aku yang mengurusnya!"
Dika menatap Wira galak. "Kamu tidak bisa melakukan itu Wir,"
__ADS_1
"Aku pacarnya Dika, dan aku bisa mengurusnya."
"Tapi aku tunangannya! Aku juga mengkhawatirkan keadaannya!"
Sebelum perang itu kembali meletus, Bunda mereka segera merelai.
"Kalian berdua pergi semua," katanya dengan tegas. "Biar Bunda yang mengurusnya di sini."
Kedua saudara kembar itu pun pergi dari sana. Wajah Wira terlihat sangat masam dan jengkel. Dika pun menunjukkan wajah yang sangat keruh. Bunda Mawar mengoleskan minyak telor ke hidung Ercilia.
°°°°°°°°°°
Di sebuah rumah lain, Rebecca sudah mendengar kabar jika Wira masih hidup. Senang? Tentu saja. Karena dia tahu pasti Wira sangat menentang hubungan Dika dengan Ercilia. Jika Dika tidak mau memutuskan, maka Ercilia yang harus memilih satu dari keduanya. Dia harus bisa menentukan Wira atau Dika. Padahal hubungan Wira dengan Ercilia dijalin sangat lama dibandingkan dengan Dika.
"Aaaaahhhh, dan hati Dika akan menuju jalan ke hatiku yang selalu terbuka untuknya." Rebecca mulai membayangkan jika semua itu terjadi.
°°°°°°°
Ercilia tersadar dari pingsannya. Kepalanya berdenyut hebat, sudah lama kepala nya tidak sakit, namun kali ini sakitnya berkali-kali lipat. Ercilia melihat Bunda Mawar yang tengah duduk di dekatnya.
__ADS_1
"Kenapa? Kepalamu sakit?" tanya Bunda Mawar.
"Rasanya berat sekali." jawab Ercilia dengan ekspresi menahan sakit.
"Apa kamu tadi sudah sarapan?"
"Sudah," jawab Ercilia lemah.
"Ini, minum lah dulu." ujar Bunda Mawar sambil memberikan Ercilia air.
Ercilia mencoba mengangkat tubuhnya agar bisa duduk. Namun, dia merasakan tubuhnya sangat lemah. Ercilia pun kembali berbaring sambil terus memengangi kepalanya.
Bunda Mawar beranjak dari sana, menuju ke dapur dan melihat ternyata tidak ada apa pun. Namun melihat keadaan Ercilia, Bunda tahu gadis itu harus makan untuk memulihkan tenaganya. Akhirnya Bunda Mawar ke ruang tamu menemui anak-anaknya.
"Carikan makanan untuk Ercilia, dia lemah sekali." kata Bunda.
Dika dan Wira langsung bangkit dari duduknya dan melesat keluar. Dan Bunda Mawar baru menyadari kesalahannya...
••••••••••••••••
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa
Mohon Maaf Lahir dan Batin 🙏