Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 67


__ADS_3

Bunda Mawar menatap Ercilia bingung.


"Maksudmu, kamu tidak ingin bersama salah satu dari mereka?"


Ercilia mengangguk


"Saya tidak bisa memilih Bu, Saya tidak bisa memilih Wira karena itu akan menyakiti Dika!" Kata Ercilia. "Saya juga tidak bisa memilih Dika, kerena jelas itu akan membuat Wira menderita. Jadi apakah bisa saya meminta hubungan pertunangan saya dengan Dika dibatalkan saja?"


Bunda Mawar terdiam mendengar penuturan itu. Ditatapnya wajah gadis cantik didepannya. Wajah yang nampak tertekan, dan Bunda Mawar bisa memahami perasaan dan kekacauan pikiran gadis itu.


"Cil, tentu kamu punya hak untuk itu. Kamu berhak memutuskan untuk melanjutkan ataupun membatalkan pertunangan itu. Tapi, apakah kamu benar-benar sudah memikirkan keputusan ini?"


"Bu, Hubungan saya dengan Wira hanya sebatas hubungan saling mencintai. Sementara hubungan saya dengan Dika terikat komitmen yang lebih kuat. Jika saya meneruskan pertunangan ini, sama saja artinya saya memilih Dika. Tentu Ibu tahu saya tidak mungkin mampu memilih Dika sementara saya tahu ada Wira yang akan tersiksa dengan pilihan itu. Lebih dari itu, saya pun tidak mampu memilih di antara keduanya..... "


Dengan perasaan terharu, Bunda Mawar memeluk Ercilia dalam dekapannya. Dengan suara parau Bunda Mawar berucap


"Kamu tentu tahu Ibu merasakan kehilangan dirimu juga Cil."


Ercilia membalas pelukan Bunda Mawar. mereka terdiam sejenak. Sama-sama berusaha menguatkan hatinya.


"Cil, kamu sungguh-sungguh dengan keputusan mu untuk membatalkan pertunangan ini?" tanya Bunda Mawar, seolah memastikan jika keputusan Ercilia bukanlah keputusan akibat kekalutan semata.


"Saya pikir ini keputusan yang terbaik Bu..Saya sudah memikirkan nya matang-matang." jawab Ercilia sambil tersenyum tulus.

__ADS_1


"Kamu berhak untuk memutuskan, dan apapun keputusan mu Ibu harap itu jadi pilihan yang terbaik untukmu."


"Iya Bu... Semoga ini keputusan yang terbaik untuk saya,Dika,dan Wira"


...°°°°°°°°°° ...


Setibanya di rumah, Bunda Mawar mengumpulkan semua anggota keluarganya di ruang keluarga. Kini semua sudah berkumpul dan Bunda Mawar akan menyampaikan apa yang telah menjadi keputusan Ercilia


"Bunda sudah menemui Ercilia, dan Bunda pun sudah mendengar apa yang menjadi keputusan Ercilia."


Dika dan Wira di buat tegang sekaligus penasaran.


"Ayah harap, apapun keputusan Ercilia kalian bisa menerima dan menghargainya. Dan hentikan tingkah kekanak-kanakan kalian ini. Kalian itu saudara."


"Jadi.... " Bunda Mawar menatap wajah kedua anaknya. Sungguh takdir telah membalas permainan anak-anaknya.


"Yesss," teriak Wira


"Tidak mungkin.." teriak Dika


Saudara kembar itu saling teriak dengan keterkejutan yang berbeda.


"Bunda kalian belum selesai," tegur Ayah Putra.

__ADS_1


"Ya, tidak bisa seperti itu dong. Kenapa Ercilia memutuskan ini sendirian tanpa berbicara apa-apa padaku..." protes Dika.


"Sudahlah Dik, dari awal Ercilia memang punya ku. Kamu saja yang tidak tahu malu merebutnya." semprot Wira pedas.


"Kau......."


"Stop!!!! Bunda belum selesai." potong Bunda Mawar sedikit emosi melihat tingkah anaknya.


Keduanya akhirnya terdiam. Menunggu kalimat selanjutnya yang akan Bundanya katakan.


"Selain memutuskan pertunangannya dengan Dika, Ercilia pun memutuskan untuk tidak memilih salah satu di antara kalian berdua."


"APAAAAAAA!!!!!"


...••••••••••• ...


...Dalam sebuah hubungan, kita pasti pernah merasakan namanya sebuah perpisahan. Tetapi bila memang perpisahan menjadi sebuah jalan keluar yang terbaik untuk keduanya, mengapa Tidak? ...


...Maka dari itu kita harus mempersiapkan hati serta jiwa raga untuk menjadi kuat. ...


...Rasa kehilangan itu wajar. ...


...Tapi percaya lah, semuanya akan baik-baik saja. ...

__ADS_1


...Suatu hari, kamu akan bangun dan nggak merasakan apa-apa lagi. ...


...Semua hanya masalah Waktu!! ...


__ADS_2