
...Selalu ada seseorang yang tak pernah tergantikan dari hatimu:...
...Yang terbaik...
...Yang terbrengsek...
...Yang belum sempat bersama...
...Yang hanya harapan...
...Apapun itu, mereka pernah memberi warna di hidup mu...
...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...
Semenjak keluar dari kampus dan tidak lagi berkuliah, Dika mengisi hari dengan membantu Ayahnya di perkebunan. Ayah Putra dan Bunda Mawar awalnya terkejut mendengar Dika dikeluarkan dari kampus, namun setelah menceritakan apa yang terjadi pada akhirnya Ayah dan Bunda mereka pun mengerti. Toh sosok itu bukanlah Wira, tapi saudara kembarnya. Tidak adil juga untuk Dika maupun Wira wisuda tapi bukan nama mereka. Bukan kah suatu saat nanti Dika bisa menyelesaikan kuliahnya dengan nama sebenarnya. Itulah yang di pikirkan orang tua si kembar nakal.
Setiap pagi, Dika akan mengantar Ercilia ke kampus terlebih dahulu, kemudian pulang. Lalu siang hari Dika akan ke perkebunan mengerjakan banyak hal dalam pembukuan dan melihat hasil panen maupun jenis pupuk-pupuk yang di gunakan. Sesuatu yang tidak pernah dia pelajari ataupun sentuh. Setelah itu dia akan menjemput Ercilia lagi, lalu mengantarkannya ke tempat kerja, kemudian kembali malam hari untuk menjemput Ercilia.
Kedekatan yang diatur oleh keadaan itu mau tidak mau semakin mendekatkan Dika dengan Ercilia. Bukan hanya fisik, tetapi juga hati. Dika merasa dia benar-benar kekasih dari Ercilia. Sering kali Dika merasa khawatir ketika menjemput di jam pulang bekerja tapi tidak mendapati Ercilia di sana.
Dika sangat menikmati saat-saat kebersamaannya dengan Ercilia. Kadang-kadang, tanpa disadari oleh dirinya sendiri. Dika merasa tiba-tiba kangen pada sosok Ercilia. Saat malam datang, perasaan itu tiba-tiba menyergapnya.
Dika segera mengeluarkan sepeda motornya hanya untuk bertemu dan melihat wanita itu. Wanita yang tanpa dia sadari sudah mengisi seluruh hati nya.
Dan, Ercilia hanya bisa tersenyum melihat Dika datang.
Malam ini, Dika datang sebelum jam pulang kekasihnya.
Bolehkan aku bilang dia kekasih ku Sekarang?
Walaupun masih berlindung di nama saudara kembar ku!
__ADS_1
Tuhan. Berikan aku keberanian untuk bisa jujur padanya. Dan.... Dan tolong jangan biarkan dia membenci ku. Batin Dika kalut
Di takut ketika mengatakan kejujuran itu. Ercilia akan menolak nya dan membenci nya.
"Loh kok awal sekali menjemputnya?" tanya Ercilia.
Dika menjawab.
"Aku sudah kangen, dan kamu tau?" Dika menjeda kalimat nya hanya untuk membuat Ercilia penasaran.
"Tau apa?"
"Ternyata Kangen itu berat. Makanya aku langsung ke sini."
Dik terkikik, geli sendiri. Dia tidak menyangka joke yang dia berikan malah membuat nya terlihat konyol.
Sedang kan Ercilia tersipu malu. Karena Wira tidak pernah seperti ini menurutnya.
"Hahhaaaa.... Aku sedang berusaha menghibur pacarku." kata Dika sambil mencolek dagu Ercilia.
"Sana. Kamu lanjutkan saja. Aku akan menunggu di sini"
Ercilia pun mengangguk.
……………………………………
Dr... Drr.. Drr... (Dering telp)
Rebecca is call
"Becca?" tanya Dika pada dirinya.
__ADS_1
Mengapa dia melupakan sosok wanita ini. Wanita yang sempat menyedot segala perhatian nya pada Ercilia.
Menarik nafas panjang. Lalu....
"Hallo." sapa Dika.
"Apa aku mengganggu mu?" tanya Becca.
"Tidak. Ada apa Bec?"
"Aku turut berduka cita atas meninggalnya Mahardika Wir. Maaf baru menelepon sekarang. Aku pikir kemarin kamu pasti tidak ingin di ganggu siapa pun." jawab Becca lembut.
"Terima kasih. Tidak apa-apa Bec."
"Hmmm.. Wir"
"Ya?"
"Bisa kah kita bertemu?"
Huft....
Bagaimana mana ini?
Ercilia?
Rebecca?
••••••••••••••••
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
__ADS_1
Terimakasih semua ☕😎