Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 68


__ADS_3

Sejak semula, Dika tahu Ercilia punya hak untuk memutuskan dan menentukan pilihannya sendiri. Sebagai perempuan, jelas Ercilia punya hati dan punya hak untuk memilih dengan siapa dia menjalani hidupnya kelak. Seseorang yang akan diajaknya menghabiskan hidup bersama. Tetapi, mendengar kabar dari Bunda nya bahwa dia memilih memutuskan pertunangan mereka, membuat Dika merasa berat mendengarnya. Dengan kalap, dia memukul Wira dan menyalahkan keputusan Ercilia karena munculnya kembali pria itu.


Bug bug bug, Prang......


Dika memukul Wira dan memecahkan benda apa saja yang ada di dekat nya.


"Kalau saja kamu tidak ada, kalau saja kamu tidak muncul kembali, aku pasti sudah menikah dengannya sekarang!" hardik Dika penuh amarah pada Wira setelah mendengar kabar yang dibawa Bundanya.


Wira hanya diam, karena Wira cukup senang atas berita pembatalan pertunangan itu.


"Jangan pernah mimpi untuk menikahi pacarku Dik! Sampai kapan pun hal itu tidak akan terjadi." ujar Wira sambil tersenyum sinis pada saudara nya.


"Seharusnya sudah terjadi!" bentak Dika jengkel. "Tapi kamu muncul dan merusak semuanya."


"Ngaca bung, seharusnya kamu berkaca. Kamu tidak malu merebut pacar saudaramu sendiri?" balas Wira tidak kalah sengitnya.

__ADS_1


"Aku tidak merebutnya darimu, sial@n!" balas Dika lagi sama kasarnya. "Ingat Wir, kamu itu sudah mati sewaktu aku jadian dengan Dia. Kenapa kamu tidak terus mati saja.... Aaahhh?"


Ketika Wira sudah siap menerjang ke arah Dika. Bunda Mawar dan Ayah Putra segera mengambil posisi ditengah mereka berdua.


Kapan perang saudara ini akan berakhir?


"Dika, Wira!!" teriak Bunda Mawar Jengkel. "Bunda sudah capek ya mendengar kalian ribut terus setiap harinya! Kapan sih kalian akan berhenti bertengkar dan berhenti saling menyalahkan?"


"Tapi Bun, semua karena dia"


Protes mereka semua... Tapi Bunda Mawar langsung menegaskan.


"Sudah Cukup! Bunda tidak mau lagi mendengar kalian ribut, terlebih mengeluarkan kata-kata kasar satu sama lain. Kalian sekarang masuk ke kamar masing-masing.... Dan tolong, tolong jangan bertengkar lagi nak."


Wira yang pertama pergi dari sana. Dia masuk ke kamar dengan perasaan senang. Senang karena Ercilia memutuskan pertunangan sial@n itu. Setidaknya sekarang posisi mereka seimbang. Dika tidak bisa lagi menyombongkan diri atas hak kepemilikan dan menyebut-nyebut kata terkutuk yang berbunyi 'tunanganku'. Dan, Wira pun yakin Ercilia lambat laun akan menjadi miliknya kembali.

__ADS_1


Di luar sana, Dika pun melangkah kan kakinya masuk ke kamarnya ketika yakin Wira sudah masuk ke kamar. Dengan perasaan dongkol, Dika memasuki kamar, dan dengan perasaan sangat sedih dan kacau Dika membaringkan tubuhnya di kasur. Berharap ini hanya mimpi. Saat dia ingin memejamkan matanya, dering ponsel berbunyi, Dika bangun dan melangkah mendekati ponselnya yang tersimpan di atas meja belajar yang ada di kamarnya. Dia berharap siapa pun yang menelepon tidak membuat moodnya semakin buruk, karena sebenarnya dia pun tidak ingin menerima telepon dari siapa pun. Namun, ketika melihat nama yang ada dilayar ponsel itu pun membuat wajah kusutnya tersenyum. Tiba-tiba dia teringat wajah ceria perempuan itu, meski telah membuatnya kecewa beberapa waktu lalu....


^^^Rebecca is calling...... ^^^


...••••••••• ...


...Jangan pernah menyesal mengenal seseorang di dalam perjalanan hidupmu. ...


...Orang yang baik tentu akan memberikan kebahagiaan ,...


...Orang yang jahat tentu akan memberikan pengalaman, ...


...Bahkan, seburuk-buruknya manusia dia akan memberikan mu sebuah pelajaran hidup. ...


...Ingatlah! ...

__ADS_1


...Semua yang pergi akan terganti dengan yang jauh lebih baik dan jauh lebih berarti. ...


__ADS_2