
...Semesta akan menemukan diri mu dengan seseorang yang rela mengalah demi kebahagiaan mu. Percayalah seleksi alam sedang bekerja! ...
...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...
Jangan ngawur kamu Dik! Yang sudah berlalu tidak usah diingat-ingat lagi ya Nak." ujar Bunda Mawar lirih.
"Tapi Wira benar-benar masih hidup, Bunda!"
Bunda Mawar mengerutkan keningnya.
"Kamu demam lagi?"
Kemudian Bunda Mawar menyentuh kening Dika.
"Keningmu dingin kok Dik," kata Bunda Mawar lagi.
"Bun, Dika tidak apa-apa!" Dika tidak tahu lagi bagaimana cara membuat Bundanya percaya.
"Tapi Bun, Dika benar-benar ingin Bunda tahu kalau Wira masih hidup. Dan dia akan pulang ke sini secepatnya."
"Kamu dapat kabar dari mana Dik?"
"Barusan dia menelepon ku." jawab Dika sendu.
"Dika, tanggal perkawinanmu dengan Ercilia sudah kita tentukan, dan tidak lama lagi kalian akan menikah. Jangan membuat lelucon yang bisa menghancurkan pernikahanmu."
Dika Frustasi. Dia memengangi kepalanya
"Ya Tuhan! Harus bagaimana Dika membuat Bunda percaya?"
"Bunda sudah merelakan Wira Dik, Bunda sungguh sudah ikhlas." jawab Bunda Mawar perlahan.
"Bunda pun berharap kamu juga bisa merelakannya. Wira sudah tidak ada, dan kamu tidak perlu terus mengingat dia. Dia sudah tenang di atas sana."
__ADS_1
"Bunda, tapi Wira bilang akan pulang, akan pulang Bun!" kata Dika lagi.
Bunda Mawar tersenyum
"Lebih baik kamu istirahat Dik. Mungkin kamu agak tegang menunggu hari pernikahanmu."
°°°°°°
°°°°°°
Keesokan harinya
Seperti yang di katakan nya kemarin. Wira benar-benar pulang ke kotanya. Dia turun dari sebuah taksi di depan rumahnya. Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Wira kemudian melangkahkan kakinya memasuki teras rumahnya.
Sedangkan Dika, sudah menantikan Wira di ruang tamu. Semalam dia tidak bisa tidur. Dalam pikirannya menebak-nebak apakah Wira sungguh akan datang?
Dan kini, semalam seseorang yang dia pikirkan, sosok orang yang mirip dengannya nampak berjalan ke arahnya. Memasuki rumah dengan baju yang lusuh.
Tapi, ini masih terlalu pagi untuk hantu berkeliaran bukan?
Dika bangkit menuju pintu rumah dengan perasaan tidak karuan. Wira pun semakin dekat dengan pintu rumah.
Dika mematung, tidak bisa bergerak. Wira tengah berdiri di hadapannya sambil tersenyum melihat Dika yang seperti membeku. Saat ini jarak mereka tinggal semeter saja. Dika tersadar dari keterkejutan, dia segera memeluk saudara kembarnya dengan perasaan semakin tidak menentu. Jantungnya berdetak semakin kencang.
"Ya Tuhan Wira!!!!! Pekiknya saat telah yakin sosok yang ada di hadapannya itu benar-benar Wira.
Di dorong perasaan yang meluap-luap, Dika memeluknya erat. Sangat erat.
"Wira, kamu sungguh Wira kan? Ya Tuhan!" Dika pun merasakan air matanya tiba-tiba meleleh tanpa bisa dia tahan.
Ada berbagai perasaan yang mengaduk-aduk dalam dirinya. Dika tidak bisa menguasai dirinya.
Wira pun balas memeluk saudara kembarnya dengan kerinduan yang sama. Detik-detik pun berlalu. Kemudian menit demi menit pun ikut berlalu.
__ADS_1
"Ayo masuk, kamu harus menjelaskan semuanya ini." kata Dika dengan suara parau.
"Iya, aku tahu...." jawab Wira lirih.
Mereka kemudian memasuki rumah. Lalu Dika berteriak memangil Bundanya yang tengah masak di dapur.
"Bun, Bundaaaa....! Sekarang Bunda harus lihat siapa yang datang." kata Dika sambil terus membawa Wira masuk dan duduk di ruang keluarga.
"Siapaaa Dik," balas teriak Bunda Mawar yang masih asik memasak tanpa mau beranjak dari sana.
"Wira Bun, Wira masih hidup." kata Dika lagi.
"Sudah Dik, mending kamu tidur. Istirahaaaaatlah....!" Teriak Bundanya pula.
Akhirnya Dika mengajak Wira ke dapur saja. Sungguh Dika gemas sama Bundanya. Ketika mereka sampai di pintu dapur dan Dika masih setia menggandeng seseorang di sampingnya, Bunda Mawar berdiri membeku, matanya terbelalak, mulutnya terbuka, sebuah pisau yang dipegangnya terjatuh tanpa disadarinya. Saat itu waktu seolah-olah berhenti berjalan.
Bunda Mawar kini tampak pucat. Bukan karena tidak senang jika anaknya masih hidup. Sungguh dia sangat senang. Tapi lebih dari itu, ada hal besar yang akan terjadi
"Ya Tuhan, anakku.... WIR... WIRAA!!!
dan, Bunda Mawar pun jatuh pingsan.
•••••••
Hallo Kaum KECE
Abang Wira masih hidup.
Menurut kalian Wira atau Dika yang sosok sama Ercilia?
Jangan lupa Like rate nya.
Ngopi ayo ngopi ☕
__ADS_1