
Rebecca mengulur-ulur waktu. Dia mengambil dan mencoba beberapa potong baju. Lalu meletakkannya kembali. Rebecca sangat menikmati detik-detik penyiksaannya pada Ercilia. Dan Ercilia tentu saja tersiksa dengan apa yang tengah Rebecca lakukan. Sebenarnya dia sudah terbiasa menghadapi pembeli yang cerewet. Tapi rasanya itu lebih mudah dari pada dihadapi oleh sosok monster yang hanya diam namun terkesan dingin ini.
Setelah puas menyiksa korban dan puas bermain dengan baju dan gantungannya. Akhirnya Rebecca memutuskan mengambil dua pasang atasan.
"Aku mengambil yang ini dan ini." ujar Rebecca.
Ercilia mengangguk. Tanpa banyak kata Ercilia langsung mengambil baju-baju itu, lalu dibawanya ke meja kasir. Dia berharap agar si monster ini segera enyah dari toko ini.
Setelah segala transaksi telah selesai, nyatanya Rebecca tidak langsung pergi.
"Bolehkah kita bicara?" kata Rebecca
"Aku tunggu di luar." lanjut nya kemudian.
Ercilia mengikuti langkah Rebecca yang sudah terlebih dahulu berlalu.
"Ada apa ya mba?" tanya Ercilia setelah ada di hadapan perempuan itu.
"Aku tahu kamu pacar Wira kan?"
Ercilia hanya diam
"Aku harap kamu tidak mengganggu hubungan ku dengan Dika. Seharusnya kamu sadar di mana tempat mu berada." setelah mengucapkan itu Rebecca pergi meninggalkan Ercilia yang masih terdiam dengan perasaan yang tidak keruan menatap hampa pada mobil Rebecca yang telah berlalu.
°°°°
°°°°
__ADS_1
Tidak lama Dika datang selang beberapa menit setelah Rebecca pergi. Ercilia muncul dari dalam dengan wajah yang terlihat keruh. Dia segera melangkah ke tempat Dika telah menunggunya.
"Apa ada masalah?" tanya Dika melihat Ercilia tidak secerah biasanya.
"Ah, tidak ada apa-apa," jawab Ercilia pendek. Tapi nada bicaranya menunjukkan ada masalah.
"Pasti ada apa-apa," tanggap Dika.
Ercilia menggeleng
"Apa kamu keberatan jika aku tahu?" tanya Dika lagi.
Ercilia terdiam sesaat, kemudian berujar.
"Barusan pacar kamu datang kemari."
"Pacar?" Dika terbelalak
"Iya. Pacarmu datang ke toko ku." jawabnya lirih.
"Tapi Aku tidak memiliki pacar." jawab Dika apa adanya. Nyatanya dia memang tidak memiliki pacar bukan...
"Itu,.... maksudku perempuan yang sering menjengukmu saat kamu sakit."
"Becca?"
"Oh jadi namanya Becca?"Ercilia baru tahu.
__ADS_1
"Namanya Rebecca. Dan dia bukan pacarku, " jawab Dika tegas.
Ercilia tidak ingin berkomentar.
Dika jadi penasaran
"Mengapa setelah kedatangan Becca kemari, dan wajahmu jadi keruh seperti ini?" goda Dika
Ercilia akhirnya tersenyum mendengar pertanyaan Dika itu.
"Kamu ini ada-ada saja."
"Tapi benerkan buat apa dia kemari."
"Ya untuk apa lagi selain beli baju." jawab Ercilia singkat.
"Jadi dia kemari untuk berbelanja dan wajahmu jadi keruh begini?" ujar Dika tersenyum.
"Dia... Dia sepertinya tidak menyukaiku." jawab Ercilia serba salah.
Kedekatan terjalin kembali antara Dika dan Ercilia. Bahkan kini terjalin lebih dekat dibandingkan sebelumnya. Ercilia telah menyadari sepenuhnya jika sosok sekarang yang berada di dekatnya adalah Dika, MAHARDIKA. bukanlah MAHAWIRA, kekasihnya yang dulu.
Dari kedekatan yang semakin erat ini pula lah membuat Dika semakin yakin dengan perasaannya. Hanya saja, selama ini dia masih ragu untuk mengakuinya. Dan sekarang setelah yakin dengan perasaannya Dika pun bertekad ingin mengungkapkan perasaannya pada Ercilia.
...•••••••••• •••••••••• ...
...Jatuh cinta tidak pernah ada dalam rencanaku. Sampai hari dimana saya baru menyadari bahwa saya sangat mencintai WANITA ini...
__ADS_1
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
Terimakasih semua