Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 34


__ADS_3

...Ada kalanya kita lemah, bahkan menangis ...


...Karena keadaan yang ada. ...


...Tetapi sekarang yang terpenting kamu tidak menyerah , terus berusaha, terus berdoa. ...


...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...


Dika tidak menemui Ercilia. Dika mengingat , ketika pulang dari rumah Ercilia Bundanya telah menasehati nya.


"Saat ini, Ercilia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dia sangat terpukul dan kalut. Dia masih sedih karena baru menyadari dia telah kehilangan Wira. Jadi, untuk sementara waktu biarkan dia sendiri dulu. Ercilia mungkin tidak membencimu seperti apa yang kamu pikir. Tapi wajahmu sangat mirip dengan Wira, mungkin itu yang membuatnya tidak ingin bertemu denganmu. Wajahmu mengingatkannya lagi pada..... "


Dika sangat memahami maksud Bundanya. Maka, dia pun tidak lagi datang ke rumah Ercilia. Tidak menjemput ke kampus atau mengantarnya ke toko. Namun, Dika secara diam-diam sering mengikuti Ercilia, melihat dari kejauhan. Sampai gadis itu sampai di rumah dengan aman. Setelah Ercilia masuk rumah, Dika pun kembali diam-diam. Setiap hari hanya itu yang Dika lakukan. Ercilia sama sekali tidak menyadari akan hal itu. Justru Bunda Mawar lah yang heran dengan aktifitas Dika.


"Dik, kamu sudah mulai menjemput Ercilia lagi? Dia sudah memaafkanmu?" tanya Mawar.


"Belum Bun." jawab Dika jujur.


"Tapi, setiap hari kamu keluar pakai motor. Kamu pergi kemana?"


"Dika ketempat kerja Ercilia."


"Loh katanya belum dimaafkan?" tanya Mawar heran.

__ADS_1


"Iya memang tidak. Tapiii....... Dika mengkhawatirkan dia Bun. Jadi Dika tetap ke sana untuk memastikan dia pulang dengan selamat."


"Lebih berusaha lah!" jawab Mawar sambil tersenyum.


••••••••••


Beberapa bulan kemudian


Dika merasa sudah cukup memberikan waktu pada Ercilia untuk sendiri tanpa gangguan dari dirinya. Dika sudah tidak tahan lagi dengan situasi seperti ini. Pagi ini, Dika nekat. Dika berencana akan datang ke rumah Ercilia, Dika ingin seperti dulu. Mengantar jemput Ercilia.


"Ercilia sudah berangkat Bu?" sapa Dika sopan pada Ibu Ercilia yang tengah duduk di teras.


Orang tua Ercilia sudah tau. Bahwa sosok yang sekarang datang adalah saudara kembar Wira, Yaitu Dika. Mereka tidak berubah sikapnya. Mereka menyambut kedatangan Dika dengan baik dan ramah. Mereka menyadari bahwa itu bukanlah murni kesalahan Dika semata. Lebih dari itu mereka memahami bahwa keluarga Dika juga merasakan kehilangan atas kepergian Wira.


"Mungkin sebentar lagi. Duduk nak".


Dika pun duduk. Ibu Ercilia masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kedatangan Dika. Tidak lama Ercilia pun muncul. Dia telah berpakaian rapi.


Cantik!


"Ada apa?" tanya Ercilia dingin.


Buset, pagi pagi dikasih wajah masam.

__ADS_1


Cemberut saja cantik, gimana kalau tersenyum.


Fokus Dik Fokus. Luluhkan dulu hati nya!


Dika cuek saja akan sikap Ercilia. Padahal dalam hatinya di buat gemas. Dika mencoba tersenyum dan menjawab semanis mungkin.


"Kamu mau ke kampus kan? Aku.. Aku antar seperti biasa ya?"


"Tidak usah!" jawab Ercilia masih dingin.


Dika terpaku. Dia jadi grogi dan salah tingkah


Tidak lama ibunya keluar membawa nampan berisi teh hangat untuk Dika. Kekakuan antara Dika dan Ercilia sedikit tercairkan. Setelah itu Dika mengucapkan terima kasih atas suguhan itu . Semua keakraban dan kedekatan yang pernah mereka jalin sebelumnya hancur begitu saja. Mereka terlihat seperti dua orang yang tidak saling kenal.


Dika merasa hampa


Dika merasa sedih


Dik kehilangan, jiwa dan hati nya terluka


•••••••••••••••••••


Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️

__ADS_1


Terimakasih semua


__ADS_2