
...Semesta punya caranya sendiri untuk membuat kita dewasa....
...Salah satunya adalah dengan LUKA...
...••••••••••••••• 🕶️🕶️🕶️🕶️🕶️ •••••••••••••...
Di sore yang sama, di salah satu toko fashion di kota itu. Nampak sedang sepi pembeli , dua orang karyawan lain sedang bercengkrama di pojokan. Sementara Ercilia termenung sendirian. Sudah beberapa hari ini, Dika tidak menjemputnya dan selama ini dia harus pulang sendiri. Setelah tahu Dika tidak bisa menjemputnya, dia kembali memesan ojek langganan yang biasa dia tumpangi. Itu tidak jadi masalah untuk Ercilia, dulu pun dia sering pulang sendirian jika Wira berhalangan menjemput. Yang jadi masalah saat ini sudah lima hari tidak melihat Dika, Ercilia merasa kehilangan. Biasanya ketika jam pulang kerja dia selalu mendapati sosok Dika di depan toko tengah menunggunya.
Kini, Ercilia terbayang pada lelaki itu.
Jadi selama lima bulan ini, lelaki yang bersama ku itu bukanlah Wira?
Ercilia tidak menampik jika sosok keduanya begitu identik. Bahkan Ercilia yang menjadi kekasihnya pun sulit membedakan. Dua-duanya sama-sama tampan dengan sorot mata lembut menggetarkan. Sikap mereka pun sama terhadapnya.
Sama-sama penuh perhatian.
Banyak hal yang Wira maupun Dika lakukan untuknya. Urusan SPP kampus, urusan Handphone dan rela kehujanan hingga jatuh sakit seperti sekarang ini.
Ya Tuhan, mengapa aku tidak menyadari kalau lelaki itu kekasih ku?
Waktu itu, Ercilia merasakan debaran yang sama. Getaran yang sama, dan juga kebahagiaan yang sama. Seperti biasa di rasakannya saat berdekatan dengan Wira.
Saat lelaki itu menatapku.
Mengapa aku sampai melakukan kekeliruan seperti ini?
Ercilia meremas jemarinya sendiri dengan gelisah. Apa yang terjadi pada dirinya? Ercilia merasa sangat marah ketika mengetahui kenyataannya. Dia merasa di permainankan. Ercilia juga merasa kebencian pada Dika ketika menyadari bahwa Wira telah meninggal dalam kecelakaan itu. Menggantikan posisi Dika. Ercilia merasa di bohongi, dikhianati, dan jelas di permainkan.
Tetapi seiring waktu yang berjalan dan setelah dia berhasil meredakan kesedihannya perlahan-lahan tangis kehilangan pun mengendap. Ercilia pun mulai menyadari jika Dika pun merasa kesedihan yang sama, rasa kehilangan yang sama pula. Belum lagi rasa bersalah yang sama besarnya karena telah melakukan permainan tukar tempat yang menyebabkan meninggalnya Wira. Dan dalam perasaan yang berkecamuk itu, Ercilia dapat membayangkan betapa hati Dika begitu tersiksa di waktu-waktu itu.
Sekarang, Dika sakit. Ercilia yakin itu pasti akibat kehujanan beberapa malam saat Dika menjemputnya. Ercilia merasa kehilangan. Tiba-tiba dia juga merasa bersalah. Ercilia kembali meremas jemarinya dengan perasaan tidak karuan. Sementara itu senja turun ke bumi.
••••••••
__ADS_1
Di rumah Dika
Setelah Rebecca pulang. Bunda Mawar segera menemui Dika di kamarnya.
"Tadi siapa Dik?" tanya Mawar.
"Becca Bun," jawab Dika pendek.
"Siapa kamu?"
"Teman Bun teman."
"Kenal di mana kamu?" tanya Mawar kemudian.
"Wira yang kenal bun, Dika hanya melanjutkan." jawab Dika sambil tersenyum.
Mawar menatap anaknya penuh selidik.
"Sudah lama kenal?"
"Kamu sepertinya sudah sembuh. Ternyata obat yang sebenarnya adalah gadis itu." pancing Mawar.
Uhuk. Uhukk.. Uhukk...
"Apasih Bun. Kan Dika sudah lumayan istirahatnya." Dika tersenyum menangkap pandangan Bundanya yang nampak ceria.
"Bunda juga sepertinya sedang bahagia."
"Bagaimana Bunda tidak bahagia jika melihat kamu mulai sembuh."
"Oh ya, kamu sudah sering jalan dengan Becca itu?"
"Kadang-kadang."
__ADS_1
"Sering main ke rumahnya?" tanya Mawar lagi.
"Bunda apaan sih. Kepo banget." jawab Dika usil.
Plak.
"sakit Bun. ingat anak bunda lagi sakit." ujar Dika sambil mengelus-elus bahunya yang di sentil bundanya.
"Bunda hanya memastikan...."
"Memastikan apa?"
"Bunda ini perempuan Dika. Dari tatapan mata dia, Bunda yakin dia menyimpan perasaan untukmu." terang Mawar.
Dika terdiam. Sebenarnya Dika pun mengetahui jika Rebecca menyukainya.
"Bunda hanya ingin mengingatkan kamu. Selesaikan dulu masalah mu dengan Ercilia." ujar Mawar sambil pergi dari kamar anaknya.
"Bunda keluar dulu. Kamu istirahat lah."
Mawar kemudian membayangkan sosok Rebecca yang tadi dilihatnya. Gadis itu memang sangat cantik juga penuh keceriaan. Kemudian aggannya berganti pada sosok Ercilia yang penuh kelembutan dan tenang.
Sekali lagi, dia mencoba membayangkan keduanya. . . .
•••••••••••••••••••••••••
Kira-kira hati Dika akan berlabu ke mana?
Nantilah mikirin itu Sekarang waktunya VOTE VOTE VOTE......
ngantuk ini, Ngopi dulu bisa kali 😂
...°°°°°°°°...
__ADS_1
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
Terimakasih semua