
hari hari berlalu dengan aku yang terus saja menghindari mereka bertiga ,cape memang rasanya seperti bermain petak umpet ,apalagi selagi latihan pencak silat tatapan mereka seakan menghujam jantung ku,ya allah... aku mesti gimana?? pengen rasanya kubawa baju baju ku lalu pergi meninggalkan pesantren , selama ini pelarianku hanya masjid semenjak sering menghindar aku jadi rajin belajar membaca Alquran bahkan aku sering meminta ustadzah nurul secara pribadi untuk mengajariku
"sil sudah beberapa hari ini ana lihat anti tidak seperti biasanya,ada yg berbeda,anti tidak apa-apa???"tanya ustadzah nurul di sela sela bacaan kami
"hah??.. insyaallah ustadzah , ana baik baik saja " ingin sekali aku bercerita padanya mengeluarkan keluh kesah di hati tapi rasa malu ku menguasai hatiku
"anti yakin,ana tau anti sedang ada masalah tidak apa kalau memang belum siap untuk berbagi,kalau memang anti belum siap untuk berbagi dengan ana bagilah masalah anti pada-NYA ,mengadulah ukhti pada-NYA....."ucapnya sambil mengusap lembut kepalaku
aku merasa nyaman berada dekat ustadzah nurul seperti menemukan sosok kaka bahkan ibu ...
hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang
"yahhh ....sayang banget kalian ga ikut ,gue sendiri dong perginya ,gue ma siapa dong disana ???"ucapku memelas
"kami juga maunya ikut tapi kami bukan anak pencak silat..."jawab ayu sambil menepuk bahu ku yg berada di lapang bersama beberapa anak anak pencak silat
hari ini kami akan pergi ke alun-alun kota untuk mengikuti tanding antar pesantren bahkan beberapa SMA yang ada di kota ini juga mengikuti
"ana padahal pingin ikut siapa tau nemu jodoh disana..."keluh cici
"anti kan tidak sendiri,sil berbaur lah dengan yg lain...kan ada azam dan vito hanya saja tidak ada ustadz Farhan...hihihi"ucap sarah cekikikan
aku manyun dan melotot pada sarah dan dia menunjukan kedua jarinya membentuk peace dan senyum
ustadz Rahman dan ustadzah Nabila sudah menginterupsi untuk bersiap siap dan naik ke mobil aku meminta ijin membawa ponsel dan tak lupa aku membawa tas selempang kecil berisikan dompet.
aku sengaja masuk ke dalam mobil yg terpisah dari mobil azam dan vito aku mengekor pada ustadzah Nabila , satu jam lebih perjalanan kami akhirnya sampai di tempat tujuan , sebuah gedung besar seperti stadion sepakbola atau semacamnya dengan lapangan alun alun kota yang luas di depannya yg sudah ramai oleh para peserta dan official juga panitia ,mobil kami parkir ,baru kali ini aku merasa di tempat ramai begini lagi terakhir kali waktu ke mall bareng ka tyas dan konser terakhir saat dijewer ayah ,kulihat banyak sekali peserta dari beberapa SMA negeri maupun swasta dan pesantren sekota Cireb** ,selesai daftar ulang ustadz Rahman dan ustadzah Nabila menggiring kami masuk ke dalam gedung dan tempat duduk yg sudah disediakan terdapat beberapa arena untuk bertanding dan juga sebuah panggung sepertinya ada hiburan band lokal yg memeriahkan aku melihatnya dengan meratapi ,jujur aku kangen ngeband ..huaaa...
"ini tempat duduk kita yg sudah disediakan panitia ,untuk peserta pakailah ini nomer peserta"ucap ustadz Rahman memberikan nametag pada teman-teman yg akan berlaga
aku sesekali berkutat pada ponselku mengecek kabar berita dari keluarga dan teh Gita juga teman temanku, terkadang aku mentouch ikon kamera dan berselfie ria bersama teman teman yg ikut ,aku duduk di samping Fitri
"fit,selfi yuuk buat kenang kenangan.."ajakku pada Fitri
__ADS_1
"boleh.....ana juga sudah lama tidak berselfi selfi ria sil...hihihi.."jawab Fitri cekikikan
saat kami berfoto tiba tiba muncul vito dari belakang yg ikut berfoto tampak seorang cowok tampan, berambut harajuku berkulit putih,memiliki hidung mancung,dan bermata elang terpampang di hasil fotoku
"ikh vito ganggu banget sih...."aku langsung manyun
"hahahaha itu bibir dimanyun manyunin kaya pengen di kiss aja ....."goda nya
"ikh amit amit..."ucapku
"astagfirullahaladzim vito ...."ucap Fitri
"sekali lagi dong sil,,,bareng gue loe ga pengen apa punya foto gue buat dikasih ke bokap loe bilangin calon mantu...."senyumnya
"hahahaha yang ada gue cetak terus gue simpen di bawah kasur buat nakutin tikus...."kekehku
"yeee kurang asem loe...."senyum kecutnya sambil berpindah tempat duduk
"gue upload akh ....#akhirnya bisa bebas sehari....."aku meng-upload salah satu foto ku bersama Fitri di Instagram ku
saat tengah bertanding sesekali azam menatap padaku lalu tersenyum,aku tau apa yg ada dipikirannya tanpa sadar akupun ikut membalas dengan senyuman,vito duduk disebelahku tapi aku selalu menjauh dengan berpura-pura sibuk
"Nia, bisa antar aku ke toilet???"aku yg mulai kehabisan akal untuk menghindari vito mengajak Nia ke toilet
"boleh,yuu" ucap Nia kami beranjak menuju toilet setelah selesai dari toilet sebenarnya aku masih ingin berlama-lama berada disini untuk menghindari vito namun aku tak enak pada Nia,aku dan Nia berjalan kembali ke tempat acara tapi ditengah tengah vito menahan tanganku membawaku menjauhi Nia. Nia yang melihat terdiam di tempat dan bengong dengan apa yg dilakukan vito malah vito menyuruh nia kembali sendirian
"Nii,,,,,anti bisa kembali ke tempat acara sendiri kan ,ana punya urusan sama ukhti sebentar"tatapan tajam dan dingin vito membuat nia takut dan menurutinya
"ni...nia. tunggu...."panggilan ku tak di dengar nia dan malah kini vito menatapku dengan tatapan sengit mata elangnya membuatku jadi takut,seakan sekarang jiwa gengster nya vito keluar
"sil,bilang sama gue loe tidak sedang menghindar dari gue kan???"masih dengan tatapan yg sama membuatku menunduk
"m.. maksud loe apa.sih gue ga ngerti??"ucapku berbohong
__ADS_1
"ga usah bohong,kamu tuh ga pandai berbohong...."jawabnya sambil menyunggingkan senyum nya tak percaya
"ng..ngga ko gue gak bohong lagi pula siapa yg mau ngehindar dari loe...."jawabku gugup
"loe denger baik baik ya semakin loe menghindar dari gue semakin gue ngejar loe....loe ga akan bisa menjauh dari gue sil...."ucapnya dengan senyum yg menurutku menakutkan seperti seorang yg psycho
"priscil.....!!"pekik seorang gadis mengagetkan aku dan vito yg melepas genggamannya
"kamu priscilia Adnan Prawira kan???"tunjuknya
"Andin???" jawabku tak kalah memekik, Andin adalah teman sekelasku dulu waktu kelas 1 SMA tapi tak lama dia pindah karena ayahnya yg sama sama tentara dipindah tugaskan kesini jadi mau tak mau Andin ikut pindah sekolah
"Andin,,,,loe apa kabar???"kami berpelukan kegirangan sambil melompat lompat,vito melihat terheran-heran sekaligus menahan tawanya
"ya tuhan priscil,,loe berkerudung ???hahahahah"tawanya meledek membuatku manyun
"puas loe,gue dipindahin ke pesantren yg ada di kota ini sama ayah,ndin....."jawabku
"APA??? pesantren,"kaget Andin lalu tertawa terbahak-bahak......
"loe ... pesantren???mana priscil si anak metal priscil si kece yg hobi banget cabut pas pelajaran...??ga nyangka gue .."ledeknya
"ikh loe mah ga usah disebut juga kali ..."ketusku
"pokonya loe mesti cerita semuanya sama gue,nyari tempat makan yu....masa mau berdiri terus.."ajaknya
"ya udah tapi kita ijin dulu sama pengajar gue...."ajakku tanpa memperdulikan vito yg masih disitu
"eh ini siapa???sil cakep banget..."bisik Andin yg terdengar oleh vito....
"kenalin gue calonnya priscil...."vito hendak menjabat tangan Andin
"ga usah didengerin,ndin sakit dia mah...."ucapku sambil mengajak Andin untuk bertemu rombongan ku bermaksud meminta ijin pada ustadzah Nabila....
__ADS_1
like,komen and vote ya.....😙😙