Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
33. GEGANA


__ADS_3

JLEEBB............


aku terduduk lemas sudah tak memperdulikan noda darah yg mungkin saja bertambah tak percaya dengan apa yg kulihat


"MY LOVE......CALON IMAM INSYAALLAH...."


dibubuhi lingkaran love berwarna merah ,


aku melihat setiap catatan sarah menunjukan setiap perasaannya pada azam yg ia tuangkan pada beberapa catatan,cukup membuktikan kalau sarah sangat menyukai dan mengagumi azam


"bodoh....."


aku bergumam pada diri sendiri ,selama ini sarah menyukai azam bahkan mungkin sebelum aku datang ke kehidupan mereka dan mengacaukan semuanya ,apa aku datang di waktu yang salah atau memang aku seharusnya tidak datang kesini , bagaimana bisa aku dan sarah menyukai laki-laki yg sama,kenapa sarah tidak pernah bercerita apa apa malah terkesan seperti fine fine saja saat yg lain menggodaku bersama azam ,apa dia menutup hatinya yg terluka dengan senyuman dia rela mengorbankan perasaan nya untukku.....


aku tersadar dan mengembalikan kotak beserta isinya pada tempatnya semula dan bergegas mengganti pakaian lalu cepat cepat berlari menuju kelas karena sudah telat ,menyimpan semua keterkejutan ku di dalam pikiran ku


"sil anti lama sekali..."ucap sarah kini aku sudah berada di kelas dan duduk di samping sarah aku menatapnya lama


"sil untung ustadz Farhan belum masuk ,anti kemana saja sih"tepukan ayu pada bahuku menyadarkan lamunanku


"haaa....oh ini aku berganti rok ,karena tadi tamu bulananku nyelonong keluar begitu saja...."aku menyengir


treett....trreett.....


jam masuk .....


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


sepanjang pagi ini aku benar-benar tidak semangat dan hanya memikirkan masalah tadi kecewa???ohh...sangat ......


ini lah yg selama ini menjadi alasanku untuk tidak pernah mau memikirkan masalah hati ,,,,,menurutku masalah hati itu ribet tapi kini justru aku terjebak


selepas jam pelajaran pertama selesai dan istirahat aku lebih memilih meninggalkan ketiga temanku dengan alasan ke perpustakaan padahal aku hanya ingin menghindar aku hanya ingin sendiri saat ini


mungkin benar aku yg salah tidak seharusnya aku hadir diantara azam dan sarah ,sarah adalah teman terdekatku dialah orang pertama yg mau menerimaku disini disaat semua orang menatap aneh padaku dia pula yg ada di saat saat aku membutuhkan sosok teman,kaka tapi di sisi lain aku juga menyukai azam begitupun azam bahkan sepertinya azam menganggap serius padaku entah apa maksudnya


galau mungkin iya ......saat ini aku dilanda galau ,padahal dulu tidak ada kata galau dalam kamus seorang priscil galau hanya untuk anak anak alay.....selepas pelajaran berakhir aku lebih memilih pergi ke rumah pohon mencoba menghindar dari sarah dan azam


beberapa hari ini aku menolak setiap pemberian azam ataupun suratnya dan aku juga menghindari Sarah ,entahlah malu,marah,tak enak hati rasanya aku tak ingin bertemu sarah


setiap sarah memanggil bahkan bila bertemu di kamar pun aku lebih memilih langsung tidur....


"sill...."panggil sarah ,aku berbalik untung saja saat itu aku bertemu Fitri

__ADS_1


"Fitri.....tunggu..."aku berlari menuju Fitri dan bergabung dengannya


"maafin gue sarah...."batinku


sepertinya bu yati bicara pada azam bahwa setiap pemberian nya kini sudah aku tolak bahkan suratnya pun tak pernah sekalipun dibuka azam merasa aneh padaku ,dia memutar otak apakah dia pernah melakukan kesalahan atau ada sesuatu yg membuat jadi berubah padahal biasanya aku sesekali membalas suratnya


di kelas


"yu,anti ngerasa ga sekarang priscil tuh jadi beda ,??"tanya sarah pada ayu


"beda gimana??"tanya ayu mengernyitkan kedua alisnya


"seperti menghindar bahkan duduk pun pindah jadi dengan anti yu..."pikir sarah


"apa ana ada salah yah, yu ??"sarah mengingat ingat


"mungkin coba pikir deh sar"jawab Cici


"tapi kalo dipikir-pikir memang iya sih , seperti menjauh....."ucap ayu


"coba nanti kita tanyakan pada ukhtinya langsung"tambahnya


di luar kelas ,,,,,tak sengaja aku berpapasan dengan azam ,azam menarik lenganku ke lorong yg jarang dilewati


"ada apa ??"tanyanya


aku mengernyitkan alis


"gue yg ditarik ko loe yg nanya mestinya kan gue yg nanya ??" jawabku gugup ,sudah gue duga azam pasti bakal curiga dan bertanya


"anti kenapa ???apa ana melakukan kesalahan ??"tanya cemas


"aduh gue mesti jawab apa .....hufffttt okeh priscil kita selesaikan ini sekarang sepertinya memang ini jalan yg terbaik untuk semua aku akan mundur dan membiarkan azam dengan sarah " batinku menangis baru juga pertama kali merasakan jatuh cinta ......


" huuufffttt....... "aku menarik nafas panjang


"zam,,,maaf sepertinya niat anta untuk lebih mengenal gue apalagi sampai ke tahap yg lebih jauh gue cukupkan sampai disini ......"bibirku bergetar tak kuasa mengucapkan itu apalagi melihat ekspresi azam yg berubah menjadi kecewa


tak terasa air mataku menetes aku segera menyekanya


"tapi kenapa???apa ana ada salah atau ada alasan yg masuk akal ???" tanya nya menyelidik


aku tak dapat menjawab ,aku langsung berlari meninggalkan nya karena air mataku yg terus mengalir

__ADS_1


azam pov


"bagai tersambar petir disiang bolong, mendengar priscil memutuskan hubungan tanpa memberi alasan,belakangan ini priscil berubah dan selalu menghindar padahal sebelumnya kami masih baik baik saja ,bercanda walaupun hanya lewat surat bahkan aku sudah memohon pada Abi dan ummi agar selulusnya kami aku akan mengkhitbah priscil ...."


hari ini tepat jadwal latihan pencak silat mau tidak mau aku harus datang aku tau azam pasti ada disana dan mungkin ini terakhir aku mengikuti kegiatan ini , setidaknya tidak ada lagi alasan aku bertemu dengannya dan mungkin dengan begitu akan lebih mudah untukku melupakan azam


sebelum ketiga temanku masuk kamar aku lebih dahulu mengambil baju pangsi ku agar terhindar dari sarah ,sampai sekarang aku bingung harus menjawab apa jika mereka bertanya....


kini aku sudah berganti pakaian dan menuju lapangan sungguh aku tidak siap ,dari kejauhan saja sepasang mata menatapku tajam


"yahh.....hari ini aku akan mengundurkan diri pada ustadz Rahman...."gumamku mantap


saat tengah pemanasan dan mengikuti gerakan ustadz Rahman,azam berkeliling membenarkan posisi para santri


deg...


deg...


deg....


jantungku berdegup kencang aku tebak dia pasti sengaja ke arahku dan benar saja aku tak berani menatap mata elangnya melukiskan tatapan kekecewaan di wajah tampannya


tap...tap....tap....


"anti belum menjawab ???" bisiknya sambil membenarkan posisi tanganku aku diam tanpa bisa berkata apapun seperti mati rasa lidah mulut dan bibirku


"jawab....!!!"


pekiknya membuat semua orang mengalihkan pandangannya pada kami


aku paham dia marah ,kecewa dengan aku yg meninggalkan nya tanpa memberi jawaban dan penjelasan apapun


"astagfirullahaladzim ,maafkan ana,sill ana tidak bermaksud begitu ...."


aku hanya bisa terdiam dan tanpa sadar aku menangis membuatnya semakin merasa bersalah


"woyy loe tuh kenapa ....pake teriak teriak parah loe ,loe apain priscil...." vito tiba tiba datang dan marah pada azam hendak memukul azam namun ditangkis azam membuat vito merasa tertantang dan melayangkan tinju pada azam ,sudut bibir azam mengeluarkan darah ,ustadz Rahman berlari menghampiri dan melerai mereka yg sedang berkelahi


"stooopppp.....berenti.....!!!"pekikku semua mata memandangku latihan menjadi kacau ........


aku menghapus air mataku


"ustadz ,,,maaf mulai hari ini priscil mengundurkan diri..."ucapku lantang membuat semuanya terkejut termasuk ketiga temanku yg berada di pinggir lapangan karena tau hari ini hari ku latihan pencak silat .........

__ADS_1


__ADS_2