Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
74. ustadz geprek


__ADS_3

hahahhaha gimana nasib ustadz Rahman dan Azam ya readers jadi perkedel atau jadi ustadz geprek......


bismillah jangan lupa like,vote dan komennya yah....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ustadzah Nabila celingukan dan mengambil sebatang kayu yg tidak terlalu besar dan tidak kecil juga cukup lah untuk membuat seseorang ataupun seekor hewan merasakan kesakitan bila dipukul aku sedikit nyengir tapi kalau aku melarang bisa bisa rencanaku terbongkar kalau tujuanku kesini memang untuk menggiring bang ustadz dan ustadzah Nabila


"by...maafkan istrimu yg durhaka ini ya ,habisnya hubby ikutan nimbrung sih ..... sakit dikit ga papa lah ya by...." batinku


"sil ayo kita liat,anti dibelakang ana saja...." pinta ustadzah Nabila aku mengekor dibelakang


langkah kami perlahan-lahan namun pasti menuju sumber suara


"aduh amsyong mas bro ....doi tau lagi kita disini...." ucap ustadz Rahman


" terima nasib saja bang ustadz....tinggal cari alasan saja..."


bisik bisik mereka,kabur pun sudah tak mungkin melihat mereka sudah dekat mereka hanya sontak menurunkan pad topi mereka dan jongkok


saat langkah ustadz Nabila dan aku semakin dekat ustadz Nabila memukul mukul yg ada dihadapannya dibalik semak tanpa melihat dulu makhluk apakah itu memang mereka berpakaian hitam dan hijau army jadi membuat mereka terlihat seperti seekor hewan


"buuk....


"buukkk...


"buukkk.....


...


.


.


.


."awww...aw...


"aw......


seiring suara pukulan itu terdengar suara meringis terlihat dua makhluk yg sedang melindungi kepalanya menggunakan kedua tangan dan mencoba menghindar


" kena kamu...rasain...ih...ih...." itulah ucapan lantang ustadzah Nabila


aku menganga melihat ustadzah Nabila dengan brutal memukul mukul mereka aku lupa kalau ustadzah Nabila merupakan guru silat para santriwati ponpes ia juga menyabet sabuk hitam taekwondo


aku segera menghentikan aksi ustadzah Nabila yg belum sadar kalau itu adalah Azam dan ustadz Rahman


"stop...stop.... ustadzah ...stop....sudah.... cukup..."


aku meraih tangan ustadzah Nabila dan membuang batang kayu itu ke sembarang arah


aku meringis dan ikut mengaduh , akhirnya ustadzah Nabila menyadari bahwa yg dipukulnya dari tadi adalah 2 orang manusia ...... tepatnya 2 orang ikhwan


"ya allah....kalian siapa???" tanyanya


betapa terkejutnya ustadzah Nabila saat Azam dan ustadz Rahman mendongakkan kepalanya


" astagfirullahaladzim...." ustadzah Nabila mengatupkan mulutnya "ustadz Rahman .... Azam...."


aku menahan tawa sumpahhh ekspresi mereka lucu sekali namun aku harus menahannya


" hubby ,bang ustadz aduuhh....kalian ga pa pa " aku membantu Azam bangun dan membersihkan pakaiannya

__ADS_1


"aduh ana geger otak ngga ya mas bro ,,sakit sekali..." ucap bang ustadz


"tidak tau sepertinya ana harus langsung periksa bang bro takut takut tulang ana pada patah..." jawab Azam sambil meringis


"aseef ustadz..., Azam ana kira tadi anta berdua **** hutan atau semacamnya ...sekali lagi maafkan ana...."


aku mendudukkan Azam di sebatang pohon besar yg sudah tumbang


"sakit ya by...." aku meringis dan mengusap usap kepala dan lengan Azam yg terkena pukulan bertubi-tubi ustadzah Nabila.....


"untung saja tidak jadi perkedel ini " jawab ustadz Rahman ustadzah Nabila menghampiri hendak membantu membersihkan pakaian ustadz Rahman


aku yg melihat moment itu mengembangkan senyuman


"bukan perkedel tapi ustadz geprek...." jawab azam


aku menahan tawa " jangan ketawa" bentak Azam


"maaf by....abisnya kalian ngapain sih kaya pencuri aja ngumpet ngumpet disitu ...." jawabku


"iya ngomong ngomong kalian sedang apa disitu ...." tanya ustadzah Nabila seketika wajah ustadz Rahman dan Azam memucat


" anu....anu...itu....." ustadz Rahman gugup


" kita sedang melihat sunrise juga kan khumai ga ngajak jadinya kita berdua ....." jawab Azam


"oh....liat sunrise cara baru ya A'a ustadz ,liat sunrisenya dari balik semak....." ledekku


"emmm ....emmm ada lah khumai lebih indah ko...." jawab Azam gugup aku mengangkat alis ku sebelah "alasan terus...." batinku


"ko bisa kebetulan ya satu tempat sama kita ???"


"jodoh mungkin..." jawab singkat Azam membuat wajah ustadzah Nabila dan ustadz Rahman memerah


"udah ga usah ngeles ...kaya bajaj hubby ngikutin khumai yah???" tanyaku menatap tajam


"engga " dia memalingkan wajahnya namun aku menangkupnya dan menatapnya lagi


"hubby itu tidak pandai berbohong....jujur saja " tatapanku melembut


"jangan gitu natapnya jangan bikin hubby mau makan khumai disini...." ucapnya


aku mengangkat alis ku sebelah


"iya maaf ......" sambil berbisik


aku tertawa "sudah khumai duga...."


"eh...eh...eh....kalian bukan muhrimnya....jangan dekat-dekat,itu dosa yg tak terasa loh...." ucapnya aku hanya tersenyum sedangkan Azam tersenyum kecut dan menarik tanganku


"afwan ustadzah tapi kami sudah halal ....." menarikku ke pelukannya


" priscil sudah menjadi makhrom ana...."


" maksudnya...."


"iya maaf ya ustadzah,,, sebenarnya Priscil dan Azam sudah menikah....." ucapku menunduk


" apa??? apa ana tidak salah dengar...."


"iya sebenarnya kami merahasiakan pernikahan kami agar satu ponpes tidak ribut dan tidak terjadi sesuatu yg tidak diinginkan tapi akhirnya beberapa orang sudah tau...."


ustadzah Nabila terdiam " wah...kalian sungguh pintar berakting ,di ponpes kalian tidak kelihatan seperti sudah menikah..."


aku hampir lupa dengan tujuanku kesini saat aku menatap ustadzah Rahman


" masyaallah by lihat itu pemandangannya cantik sekali sini deh by...." aku menarik tangan Azam dengan tiba-tiba membuat Azam pun tertarik lalu saat melewati ustadz Rahman aku membisikkan


"saatnya beraksi bro ustadz selamat berjuang" ekspresi nya langsung berubah gugup karena baru kali ini ia mendekati seorang akhwat aku menjauh dari tempat mereka sedang ustadzah Nabila pun sama gugupnya dengan ustadz Rahman alhasil mereka hanya duduk aga sedikit berjauhan dan diam


setelah dirasa aga sedikit menjauh "hubby disini saja jangan ganggu mereka berikan kesempatan bro ustadz untuk berjuang......" tunjukku menggunakan dagu pada sepasang insan yg sedang saling mengobrol kaku....entah siapa yg memulai , Azam mulai paham situasi ternyata aku sedang mencomblangkan ustadz Rahman dan ustadzah Nabila,


"sakit ya by...."aku menyentuh lebam di lengan Azam bekas pukulan ustadzah Nabila


" masih dikit...."


aku tertawa "lagian hubby ngapain sih pake ngendap ngendap disitu sama ustadz Rahman dasar stalker....."


"hubby cuman khawatir aja takut khumai digigit kucing garong..."jawabnya dengan menekankan kata kucing garong


"hahahaha dasar suami posesif...."


"by ,cari sarapan yu....khumai laper dari tadi ,oh ya tadi khumai liat ibu ibu jualan serabi deh by sama ketan bakar ,khumai pengen by....yu kesana yu...." pintaku menarik narik sweater Azam


"khumai laper ya udah ayo,,,terus mereka berdua???" menunjuk ustadz Rahman dan ustadzah Nabila


"ya ikut lah masa ditinggal berduaan ,ga boleh by....nanti timbul fitnah..."


"iya kalau sepasang ikhwan dan akhwat berduaan yg ketiganya apa ???" tanya Azam


"setan...." kebetulan tatapanku pada Azam

__ADS_1


"ko setannya liat hubby.."


"iya setan ....setan....ganteng.....selalu godain khumai.... jawabku mencubit pipi Azam ,azam membalas dengan senyuman dan mengecup keningku


"suuttt bro ustadz ,,,,ustadzah Nabila, priscil lapar nih mau cari sarapan yu ikut" ajakku


"ahh priscil ganggu aja " dengus ustadz Rahman


" makanya di halal in dulu ntar baru boleh berduaan sepuasnya,,,nanti malah timbul fitnah dan dosa bukannya begitu A'a ustadz???" tanyaku menoleh pada Azam


"betul nyonya Fateh Al-razzam...." jawabnya


"astagfirullah betul anti sil...."jawab ustadz Rahman


" ayo cepetan priscil laper.... ustadzah yu..." aku menarik tangan ustadzah Nabila


"hubby untuk kali ini hubby gandengannya bareng bro ustadz dulu ya..." aku berjalan dan menarik ustadzah Nabila


"hahh nasib ana nih....makanya bang bro cepat halalkan jadinya ana harus gandengan sama anta jeruk makan jeruk dong..."


"ikhhh ekeu cucok ko..." gaya ngondek ustadz Rahman


"naudubilah himindzalik...." sambil mengusap dada


mereka tertawa


"heyyy....duo kucing garong....mau ikut atau mau ditinggal..."pekikku ustadzah Nabila tertawa dengan kelakuan kami karena baru tau kelakuan konyol kami,mungkin ustadzah Nabila sudah tidak aneh jika aku yg konyol namun tidak dengan ustadz Rahman dan Azam ,dibalik sikap jutek dan cool mereka ternyata tersimpan ke absurdan yg hakiki


kami akhirnya singgah di deretan bangku bangku panjang di pinggir jalan setapak dari tanah


"bu mau serabi sama ketan bakarnya dong....." seorang ibu paruh baya yg tengah duduk di depan Hawu (tungku api menggunakan kayu bakar ) yang sedang mengangakat serabi dari cetakannya


"Mangga neng bade sabaraha hiji ( boleh neng mau berapa buah)"


aku bertanya pada yg lain


" surabina 4 bu oncom sareng ketanna 4 ngangge sambel oncom (serabinya 4 yg oncom sama ketan bakarnya 4 pake sambel oncom) " jawab Azam


" mangga diantos nya (silahkan ditunggu ya)" jawab si ibu


kami duduk si ibu memberikan empat gelas air teh tawar panas pada kami ,pesanan pun jadi aku makan dengan lahap bahkan aku memesan lagi ,ketiga orang disampingku menatapku terheran


"sil anti tidak lupa ucap basmallah kan???" tanya ustadzah Nabila


"kenapa sih??ya enggak lah ustadzah masa iya makan ga do'a dulu..."


"mas bro lihat harim anta ,makan seperti orang tidak makan seminggu...." Azam pun hanya mengangguk mengiyakan


" apa anta tidak memberi ukhti makan bro...." kekeh ustadz Rahman


" husss anta ini ....


"euu...." aku bersendawa "maaf maaf Alhamdulillah....yu pulang yu priscil sudah kenyang ,,hubby cepet bayar ,nuhun ibu (makasih bu)...." aku berjalan pergi duluan


Azam membayar dan mengekor bersama dua yg lainnya


"bagaimana tidak kenyang anti menghabiskan 5 serabi dan 3 ketan bakar.... ckckck ana 2 saja sudah begah...." bisik ustadz Rahman pada Azam dan ustadzah Nabila


"kalian lagi berghibah ya ...ngomongin priscil ya....."


"mas bro ana curiga sebenarnya ini semua akal akalan si tengil ngangenin sebenarnya anti sudah tahu kalau kita bakal ngikutin ,ini semua rencana ukhti biar ana bisa dekat dengan ustadzah Nabila,anta lihat tidak tadi waktu kita digebukin anti tenang tenang saja dan malah tertawa..." bisil ustadz Rahman , Azam memicingkan mata menatapku sadar akan kebohongan dan rencanaku yg membiarkan nya habis dipukuli ustadzah Nabila


"khumai awas ya khumai...."gumam Azam


kami sampai di gerbang pesantren ustadzah Nabila pamit , sedangkan Azam dan ustadz Rahman saling mengedip


"sil makasih ya berkat anti ana jadi lebih jujur sama perasaan ana dan bisa segera menghalalkan Nabila..." ucap ustadz Rahman memancing


dengan bodohnya aku keceplosan "iya lah hebat kan..... priscil gitu loh ,priscil tau kalian bakal ngikutin , Priscil kaget saja ustadzah Nabila bakal membawa batang kayu ,tapi priscil biarkan saja sekali kali ngisengin ustadz ga papa kan hiburan ,hahahahaha upsss" aku melotot dan menutup mulutku apalagi tatapan menusuk bagai elangnya Azam


"oh jadi begitu ,,,,,"azam dengan seringaiannya


"o..o.....anti sudah membangunkan singa lapar sill siap siap anti jiwa gengster nya keluar nih,ana pamit ahhh assalamualaikum tatuttt...."


"walaikumsalam.." ucap Azam kasar dan aku yg menunduk segera aku mengeluarkan jurus seribu langkah namun Azam lebih cepat


"ggrreeepp...."


Azam menggendongku di pundaknya layaknya penculik sadis lalu masuk ke dalam rumah


"by...by ...lepas..by ...ampun....."


umi,abi yg sedang duduk di sofa dan membaca hadist pun melihat terheran


"astagfirullah ada apa ini a....." tanya umi


"iya kenapa priscil di gendong kaya gitu...." tanya abi


"tolong abi....tolongin priscil... mewekku


"Abi dan umi diam saja tidak usah ikut campur , kucing garong yg lapar mau menghukum ikan segar mi ...."kekehnya dengan seringaian

__ADS_1


TBC 😉😉😉


__ADS_2