Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
80. penghuni sofa tengah


__ADS_3

wuiihhh A'a ustadz sekalinya dipercaya sama Allah langsung dapet 2 nih hihihi


terimakasih buat readers ngangenin yg slalu dukung author yg gaje ini ,like, vote dan komen nya juga support nya selalu menjadi mood booster buat author untuk up......😘😘😘😘😘


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


"HAH..!!!!!!"


"kembar dok....ga salah ?? "tanyaku sekali lagi


"iya ini dari hasil USG menunjukkan begitu....untuk lebih jelasnya lagi nanti kita cek kembali di usia kandungan 18 minggu sekalian bila kalian ingin melihat jenis kelamin si calon baby....


,setelah selesai aku pun bangun


" kedua janin dan ibu dalam kondisi sehat,,,,, karena umur kandungan yg masih rentan juga umur priscil yg masih cukup muda ini maka kehamilan ini akan cukup beresiko makanya saya sarankan untuk si ibu jangan melakukan aktivitas yg menguras tenaga banyak makan dan banyak istirahat ,saya akan memberi vitamin dan obat mual .....satu lagi hingga usia kandungan yg cukup sebaiknya jangan bepergian yg cukup jauh seperti ke luar kota atau ke luar negeri misalnya ini akan sangat beresiko..


"kira kira sampai umur kandungan berapa dok,,janin sudah mulai kuat untuk bepergian???" tanyaku


"ya kira kira setelah lewat dari 18 -20 minggu..." ucapnya


"terima kasih dok...."


setelah selesai kami pulang Azam tak berhenti menebarkan senyuman nya


"by....udah ga usah senyum senyum sendiri kek...takut liatnya kaya yg udah dol aja otaknya by...." ucapku


"abisnya hubby seneng banget ,kembar sayang....." kekeh Azam


" terus sekolah khumai gimana by..." tanyaku sendu


" kalo khumai masih mau mesantren ,hubby ijinkan ko asal jangan terlalu cape lagipula lulus pun hanya tinggal satu semester kan itupun tidak full 6 bulan jadi sebelum perut khumai semakin membesar kita pun sudah lulus ,mungkin kalo dihitung sekitar 4 bulan kita aktif di pesantren "


"sepertinya kalo 4 bulan perut khumai sudah membesar deh by....apa tidak akan ada yg curiga..."


"tidak.... percaya sama hubby ya...." ucapnya tenang


"stop...stop... ini by ...khumai pengen itu...."tiba tiba aku menyetop Azam karena melihat pedagang pinggiran jalan yg menjajakan makanan


" iya hubby cari tempat berhenti dulu ya...."


hampir semua aku beli mulai dari soto,sate,empal gentong, bubur ayam,lontong kari, lotek,rujak,tahu gejrot,kue kue basah ,es kelapa,es dawet....


"sudah puas ???" tanya Azam menepuk jidatnya


"sudah by ayo cepet pulang hubby ini lelet...." ucapku sambil melihat lihat makanan yg sudah ku beli tadi


Azam hanya bisa menarik nafas panjang sepertinya mulai sekarang harus lebih banyak latihan nafas ini


" memangnya khumai yakin bakal bisa menghabiskan semua ini???" tanyanya


"yakin....kan ada hubby.... aku menaik turunkan kedua alisku


setelah sampai di rumah aku nyelonong duluan membiarakan Azam kerepotan membawa semua makanan


" eh....mantu umi sudah pulang,bagaimana hasil pemeriksaan nya????" tanya umi menyongsongku dan membawaku duduk di sofa


" Alhamdulillah sehat mi....hasil USG tadi kemungkinan dedek nya kembar mi....."

__ADS_1


" Alhamdulillah ya Allah......" umi mengucapkan syukur dan berdo'a ,terlihat dari pelupuk matanya berkaca-kaca,mungkin umi dan Abi sudah menantikan kehadiran seorang cucu namun baru sekarang mereka bisa merasakan....melihat teteh pun belum menikah....


"abi ,teteh dan bang ustadz mana mi ...."


"mereka sedang mengurus pemeriksaan para santri , mungkin besok juga sudah beres hanya tinggal menunggu laporan lab nya di print saja "


"ya Allah A'a bawa apa itu banyak sekali..." umi bertanya melihat Azam yg kewalahan membawa semua bungkusan makananku


" ini.. mi.... requestnya bumil .....kaya yang mau abis aja ....."


" nyai ....tolong taruh dan sajikan di piring dan mangkok ya... pinta Azam pada nyai saat di dapur


"awas kalo ga habis mubadzir loh..... Allah ga suka...."


"iya by....


"ya sudah hubby ke atas dulu mau bersih bersih,siap siap untuk shalat Maghrib...."


aku mencicipi satu persatu tapi hanya satu suap satu suap saja ,tak tahu kenapa aku hanya senang melihatnya saja


Azam pulang bersama yg lain selepas menunaikan shalat maghrib dilanjut isya melihat aku yg tengah berada di depan semua makanan


"kenapa cuman diliatin ,ayo dimakan ...." ucap Azam


"ya allah sil....anti beli ini semua memangnya yakin mau habis???" ustadz Rahman berdecak


" by sini deh bang ustadz juga ....." ajakku pada Azam dan ustadz Rahman


"oh ya abi,umi sama teteh belum pulang???"


"belum ,sedang berbincang dengan para dokter..."


"hubby duduk sini,bang ustadz duduk sini...."


mereka menurut saja


" sekarang makan semua ini ya....khumai tinggal dulu khumai sudah nyicip enak ko awas jangan lupa dihabiskan nanti mubadzir....."


"Apa????? kenapa jadi hubby yg harus makan ??perut hubby tidak akan cukup menampung semua makanan ini khumai...." komennya


"ya salam priscil ana masih kenyang barusan sebelum shalat ana sudah makan ...."


"suuttt...." aku menempelkan jari di bibirku


"astagfirullah A'a ana sudah tidak kuat lagi perut ana sudah seperti mau meletus...." ucap ustadz Rahman yg sudah kesusahan mengunyah


"apalagi ana , bang bro..." Azam pun sama menyerahnya


" kecebong anta yg berulah ana yg kena imbasnya....." ustadz Rahman mendumel


aku kembali melihat mereka dan tertawa


"ihh pada pinter ma'em nya udah abis ya ....."


mereka hanya mengangguk...." loh itu masih ada beberapa porsi kenapa tidak dimakan ???" ucapku ketus


"ampun sil ana sudah melambaikan tangan ke kamera...sil....besok besok tidak usah bawa bawa ana lagi mas bro mana setelah ini ana harus mengetes setoran hapalan anak anak ponpes lagi ...." ustadz Rahman bangkit dari kursi


"assalamualaikum...."


"wa'alaikumsalam..."


"eh lagi pada makan ,ko belum habis ???" tanya umi


"iya nih mi A'a sama bang ustadz payah banget masa segitu aja ga habis...."


melihat Azam dan ustadz Rahman yg beranjak dan langsung berbaring terlentang di karpet ruang tengah ,umi terkekeh


"ini A'a sama abang kenapa jadi pada tiduran disini..." Abi pun duduk di sofa


"iya kenapa ga di kamar aja sih kalau mau tidur??" tanya teh Nurul


"tuh tanya A'a saja bi ,nafas abang sudah senen kemis ini perut abang sudah seperti mau meletus..." jawab bang ustadz


"oh...jadi makanan tadi antum berdua yg makan ???" tanya umi


"iya mi..." jawab Azam


"hahahahahah yang ikhlas ya sayang ,ini semua ujian...." umi tertawa


teteh dan abi kebingungan dengan ucapan umi lalu umi menjelaskan

__ADS_1


akhirnya pecahlah gelak tawa abi,umi,dan teteh


"hahaha seumur umur teteh baru lihat gengster dikerjai habis-habisan, sampai tepar kaya gitu..." ucap teh Nurul


"haaa ,,,abi umi A'a yg enak enakan ngadonin bayi abang yg kena getahnya ...." keluh ustadz Rahman


"yg ikhlas ya bang...."


aku hanya tersenyum senyum saja melihat mereka


" oh ya bagaimana hasilnya???" tanya Abi


"Alhamdulillah bi ,,,, Allah ngasih kita kepercayaan bahkan langsung dua...." ucap umi


"maksudnya mi..." tanya teh nurul


" anak A'a kembar teh...." jawab Azam yg masih terlentang


"Alhamdulillah....." seru umi,abi dan teteh...


lalu umi dan teteh memelukku sedangkan abi mengucap syukur dan bersujud di karpet


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


saat hendak tidur aku masih terjaga Azam masuk ke kamar dengan membawa segelas susu ibu hamil


"nih diminum dulu...., obatnya sudah diminum belum???"


" sudah by...tadi ...."aku meraih gelas


aku menarik nafas panjang dan membuangnya meyakinkan hatiku " by masalah yg tadi pagi , insyaallah khumai akan ikut ke Maroko..."


Azam tersenyum senang " khumai yakin, Syukron sayang...." Azam menangkup wajahku dan mencium keningku


"tapi by....ijinkan khumai melahirkan disini ya...."


"iya hubby ijinkan sayang....sekali lagi terimakasih..." Azam memelukku ,tiba tiba aroma itu tercium lagi ,aku menjauhkan tubuh Azam


"ihh hubby bau....sana jauh jauh ,khumai mual deket deket hubby sana...."aku mendorong dorong dada Azam


"ko gitu sih sayang.. terus kalo hubby mau nengokin si kembar gimana???" keluhnya


"ihh ga usah ngarang ,hubby jauh jauh hussss....bau by..." aku memencet hidungku


terlihat raut wajah memelasnya " jangan gitu dong khumai ....masa bobo nya jauh jauhan..." Azam mengercutkan bibirnya dan malah berbaring di sampingku


"ya udah mau hubby atau khumai yg tidur di sofa..." ancamku yg hendak beranjak


azam langsung bangun dan meraih tanganku " iya iya...ya udah hubby saja yg bobo di sofa... khumai disini saja..."


dengan berat hati azam membawa bantal dan sarung ke sofa di depan tv masih di kamar ,tak lama aku tertidur,tapi Azam sulit memejamkan matanya ia turun ke lantai bawah dan duduk di sofa tengah dengan memakai sarung


abi,umi,teteh dan bang ustadz menatap Azam


azam duduk di sebelah umi dan memeluk perut umi


" dikira A'a sudah tidur..." tanya umi


tawa ustadz Rahman memecah suasana" sepertinya akan ada penghuni sofa sini mi...."


" o..alah.... jadi ceritanya diusir nih..." ucap Abi


dibalas kekehan teteh


"yg sabar ya a....ibu hamil memang seperti itu...nanti juga tidak ko ,biasanya tidak lama.... kebiasaannya suka berubah-ubah..." jawab umi


Azam hanya menghela nafas panjang


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.kasian A'a ustadz.....😁😁😁😁maaf ya a....


__ADS_2