Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
25. anak jenderal


__ADS_3

setelah selesai kami kembali ke backstge dengan diiringi tepuk tangan meriah


"wah ga nyangka,kamu jago juga boleh lah kapan kapan kita manggung bareng bentuk band,hahahaha"ucap mereka


"insyaallah,ka boleh,.."jawabku tersenyum


aku pamit berganti pakaian dan keluar kembali ke rombongan


"priscil.....tunggu ini memang tidak banyak tapi anggap rasa terima kasih kami karena sudah menolong oh iya bolehkah ka Alwi minta nomer ponselmu??"tanya nya sambil menyerahkan amplop padaku yg kuyakin itu uang sebenarnya aku menolak tapi ka Alwi yg terus memaksa jadu aku terima saja kan rejeki ga boleh ditolak hehehehe....


"asikk rejeki anak soleh ..."ucapku sambil mengecup amplop


"hahaha kamu lucu sekali priscil,baiklah berapa nomer ponselmu??kalau kalau nanti aku memerlukan..."ucapnya


"emmh baiklah ini nomer ku 083********"jawabku


"oke sudah ka Alwi save sampai jumpa kapan kapan ka Alwi boleh main ke tempatmu...?"


"boleh ka .."jawabku aku pun berlalu menuju kembali ke rombongan


"lumayan buat jajan batagor hihihi" gumamku


aku duduk kembali di kursiku


"assalamualaikum gimana hasilnya???"tanyaku yg tiba-tiba membuat mereka menatapku melongo


"kenapa???pada melongo....orang salam tuh dijawab.."


"hem... walaikumsalam... masyaallah sil anti keren banget sil....."ucap teman temanku memuji membuatku sumringah


"masa sih....makasih...."jawabku


"ana jadi ngefans sama antu sil"ucap Fitri


"hahaha sini..sini...mau tandatangan..."jawabku iseng


"oh ya jadi gimana pertandingan nya...."tanyaku


"iya Alhamdulillah teman teman kita masuk ke perdelapan final tapi tim putri harus gugur tinggal tim putra ...."jawab nia


"oh,sayang banget ya,tapi ga apa apa kalian tetep yg paling the best...."ucapku


"biar kalian ga sedih ntar pulangnya gue traktir deh mau ga ..."ajakku


"mau...mau banget...."jawab santriwati...


pertandingan akhirnya dimulai lagi aku merasa tegang karena sekarang azam yg sedang bertanding ini adalah babak semifinal....


tanganku terasa dingin karena disini nama pesantren dipertaruhkan..


ustadz Rahman mendampingi dan memberikan arahan,kami semua menyemangati


gereget rasanya melihat skor yg beda tipis sampai sampai aku menjambak rambut orang yg ada disampingku


"awwww..awww,,,sakit sil ...rambut gue.."pekiknya mengedarkan pandanganku


"eh sorry sorry...ga sengaja gue....."yg kembali melihat azam...


"sil.... loe tadi keren banget,gue makin suka sama loe.."ucapnya pelan , ucapannya berhasil membuat fokusku beralih dan memandang nya


"bisa ngga ga usah ngomong itu terus,.."ketusku

__ADS_1


"kenapa baper ya...?" jawab vito yg kepedean


"ngarep loe...."sinisku


"kalo gue tau loe temennya c bima udah dari dulu gue nyamperin loe,ko tiap gue nyamperin bima ke sekolah gue ga pernah ketemu loe ya??"tanya nya


"oh iya gue jarang pulang bareng, abisnya tiap pulang dia suka banyak temen motornya yg nungguin dia di gerbang takut gue serem serem...."jawab ku,aku yg mulai tidak fokus dengan azam merasa risih dengan pertanyaan pertanyaan vito yg selalu mengarah ke kata kata gombalnya


"termasuk gue??"tanyanya sambil mengeluarkan seringaiannya bak serigala yg akan membunuh mangsanya. aku bergidik melihatnya


"apalagi loe...."jawabku yg beralih kembali melihat azam


"yeeee...menang.....sorakan menghiasi kemenangan azam menyelamatkan gue dari tatapan vito,hanya tinggal selangkah lagi azam akan memenangkan pertandingan ini dan membawa pulang piala


*************


semua teman teman memberi semangat pada azam juga Rizal dan fikri yg sama sama masuk babak grand final hanya saja rizal dan fikri masuk kategori berbeda


pandangan azam sesekali curi curi pandang padaku membuat vito yg sedari tadi melihat berdecak kesal..


"aduh jantung gue deg..deg...seur terus diliatin azam.....ya allah jgn biarin gue pingsan berdiri dong gara gara diliatin tuh cowo kan malu...."


tangkisan,pukulan,sledingan telah dikeluarkan lawan tapi tidak mengenai azam,azam memang sudah ahli maklum saja sudah 2 tahun berturut-turut azam selalu meraih gelar juara ....


akhirnya semua bersorak atas kemenangan azam tidak sia sia perjalanan jauh kami dari pesantren ke sini sama halnya dengan azam fikri dan rizal pun menang,,,,dengan bangganya kami membawa 2 buah piala bergengsi itu


"Alhamdulillah....akhirnya kita bawa pulang piala lagi...."ucap ustadz Rahman...


"syukron Azam, Fikri,rizal......kalian santri santri kebanggaan AL-AMANAH,...."ucap ustadzah Nabila


"sama sama ustadz, ustadzah kami pun senang,"ucap mereka bertiga tersenyum


"walaupun tim putri belum menang,tapu kalian tetap yg terbaik,kita berlatih lagi yg giat ya supaya dikemudian hari kita bisa memborong piala" ucap ustadz Rahman


"oh ya,afwan ustadz ustadzah saya sudah punya janji pada yg lain sepulang dari sini akan mentraktir mereka makan , jadi bisa tidak kita jangan dulu pulang ke pesantren sebagai hadiah dari kemenangan azam, Fikri dan rizal,priscil mau traktir semua yg disini kebetulan ini sudah jam makan siang..."


"asekk......."


"asekkkk"


"aseekk.."


sorak sorai mereka, ustadzah Nabila menghitung semua yg ikut jumlahnya ada 20 orang belum termasuk ustadz Rahman dan ustadzah Nabila


"anti yakin,sil ini banyak loh...?"ucap ustadzah Nabila


"iya anti yakin ,,??"ucap ustadz Rahman tak percaya


"yakin ustadz,,,,ga akan sampe disuruh cuci piring ko sama yg punya rumah makan...." ucapku terkekeh


"weitsss,anak sultan....."ujar Fikri membuatku tertawa


"sultan mah bebas...."ucap Rizal.....


"ayo akh gue laper.....ayam bakar come to mama"pekikku berlari kecil menuju parkiran...diikuti teman teman yg lain ustadz Rahman dan ustadzah Nabila hanya menggeleng kan kepala


sesampainya di mobil dari arah yg tak diduga vito datang dan menarik tanganku dan membawaku duduk disampingnya,aku kaget begitupun azam seketika mataku membulat dan terdiam, sungguh perlakuan vito membuatku deg degan " lama lama gue bisa jadi suka sama dia kalo sikap vito terus terusan kaya gini...."batinku aku hanya membatu sepanjang jalan menuju sebuah cafe ditambah dari belakangku azam memandang dengan tatapan membunuh


"nah itu ada rumah makan ,disitu aja sekalian shalat dzuhur..."ucapan ustadz Rahman memecah ketidaknyamanan ku


"iya ustadz disitu aja "jawabku yg ingin segera keluar dari mobil dan situasi mencekam ini

__ADS_1


kami parkir di tempat parkir lalu segera keluar dari mobil ,aku sedikit berlari untuk menjauh dari viti dan menggandeng Fitri


kami mengedarkan pandangan mencari tempat duduk yg bisa menampung kami


"itu disana saja..."tunjukku yg segera membuat Fikri dan rizal berlari


"haha asek makan gratis sepuasnya..."pekik rizal


"sayang soulmate ana tak ikut..."ucap Fikri menyadari Ramdan tidak ikut


"hahahahah zal,fik...tungguin gue" ucapku dan berlari menyusul mereka sedangkan yg lain mengekor melihat kelakuan kami mereka hanya menggeleng kan kepala


"priscil tuh anak orang kaya yah??? "tanya puput


"iya bisa dibilang begitu....dia anak salah satu donatur di pesantren kita..."jawab ustadz Rahman


"siapa, ko ana baru tau??"tanya ustadzah Nabila


"anti tau pak Hendra ,tentara angkatan laut berpangkat jenderal bintang tiga..."jawab ustadz Rahman


"masyaallah serius akhi???"kaget ustadzah Nabila melongo sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya


degg....


"jadi bokap priscil jenderal??" vito terkejut dalam hati....


termasuk yg lain tidak menyangka kalo gue ternyata anak jenderal


"woyyy.....mau pada makan atau mau pada ikut bengong doang di parkiran resto..."teriak Fikri


aku Fikri dan Rizal sudah duduk


"iya iya...."jawab ustadz Rahman


mereka pun duduk dan memilih milih makanan untuk dipesan seorang pramusaji mendatangi mereka


"selamat siang mau pesan apa??"dengan senyuman


"mas,aku pesen ayam bakar saus madu minum nya es jeruk ya "ucapku


yang lain pun satu persatu menyebutkan pesanannya


pramusaji mencatat"baik ada tambahan lain kali?,kaka mau bayar sekarang atau mau nanti setelah makan???"tanya nya


"berapa semua nya ??"tanyaku


"semuanya 2 juta ka..."jawabnya


semua melongo dan menatapku


"oh iya ,disini bisa pakai atm ga???"tanyaku


"bisa,ka...tapi dikasir..."jawabnya


"oke ,"aku beranjak menuju kasir untuk membayar ...


"sil loe yakin mau bayar,sini biar gue aja yg bayar??"tanya vito sambil mengeluarkan kartu atm-nya dari dompet aku menolak dan menjauhkan tangan vito yg memegang atm


"ga usah,vito gue masih mampu ,,,loe kira gue ga punya uang apa kan gue yg ngajak gue yg janji gue juga yg mesti bayar ...."jelasku


"gue tau ko loe orang tajir,,tapi ga usah makasih ya udah gue ke kasir dulu ya..."aku menuju kasir

__ADS_1


sedang yg lain hanya terdiam semenjak pramusaji menyebut harga yg harus dibayar....


__ADS_2