
happy reading....
.
.
.
.
.
.
.
seorang wanita paruh baya berjas putih memasuki ruang rawat ku bersama seorang perawat mengecek ini dan itu
"nona priscil bagaimana kondisinya saat ini ???"
"masih pusing dok...??" dokter itu pun tersenyum
"sus...tolong siapkan lab ,kita akan segera lakukan visum....
"siap dok...."
deg.....
tak lama aku pun dibawa ke ruang visum menggunakan kursi roda
"ustadz Rahman,mana A'a sama priscil " tanya umi dan abi
"priscil sedang dibawa ke ruang visum umi,pa yai ...."
mereka memilih menunggu di dalam ruang rawat... berselang 1 jam kemudian bang jaya datang setelah sebelumnya diberitahu lokasi RS dan kamar rawatku
aku pun selesai menjalani visum dan kembali ke kamar , kulihat mereka sudah berkumpul menungguku dan Azam
"inalillahi....apa yg terjadi A'a ???" tanya umi
"mobil yg dikemudikan priscil nabrak pohon umi...."jawab Azam sendu
"ko bisa??" tanya bang jaya
suara bariton itu mengagetkan Azam
"bang jam berapa abang sampai...?" sambil salam
"barusan ko....kenapa sama priscil zam ??"
Azam terdiam ingin menjelaskan tapi tertahan lidahnya seakan kelu hanya berucap meminta maaf
"maafin Azam bang, Azam sudah lalai menjaga priscil...."
bang jaya mendekatiku
umi yg dari tadi berada di sebelah ku memelukku tapi segera melepaskan nya karena beliau akan menunaikan shalat ashar bersama abi
"priscil umi sama Abi tinggal dulu ke mushola ya..."
aku mengangguk
__ADS_1
kini hanya tinggal aku, Azam dan bang jaya karena ustadz Rahman sedang mengurus mobilku yg tadi menabrak pohon
"dek loe ga apa-apa???"
"kenapa??? gue baik baik aja ,"
"loe inget ga kalo loe kenapa???"
aku menautkan alis seakan sedang berfikir dan hanya menjawab
"ga tau...."
Azam terlihat semakin frustasi dia terduduk di sampingku
"khumai apa khumai bener bener ga inget sama hubby???"
aku menolehnya "loe cowo rese dan jutek pesantren AL-AMANAH kan??"
Azam kembali menunduk seakan tak percaya kalau aku tidak mengingat pernikahan kami
"barusan priscil habis di visum kan ???"
"iya bang..." jawab azam lesu
tak menunggu lama bang jaya keluar kamarku dan menuju ruang dokter yg menanganiku setelah sebelumnya bertanya pada perawat
bang jaya kembali dengan hasil visumku dengan sedikit menyeringai kini aku merasa gugup
"bang itu hasil visum priscil??" tanya Azam
" iya...."
"lalu apa hasilnya bang??" tanya Azam
" loe bener ada yg ga beres sama ni anak,gue rasa otak nya mesti gue bedah terus gue ganti sama otak udang ...." ucapnya sinis
Azam menautkan alisnya tak mengerti
"mamp*s gue dokter gesrek mah pasti tau gue cuma pura pura....akhhh bang jaya ga asik ah masa ngisengin Azam nya udahan " batinku
"maksud abang apa???" tanya Azam tak mengerti
"heh pe'a udah ga usah pura pura loe , akting loe payah ga ngena ke gue....kalo mau maen sinetron casting sana...." ucapnya sarkas
Azam semakin kebingungan
"loe ga kasian apa ma suami loe,liat muka laki loe udah kaya sayuran basi asem,kecut jelek banget...."
akhirnya aku tertawa cekikikan.....
"loe ga asik bang....ga seru....ahhh" aku meninju lengan kakakku itu
Azam yg baru menyadari kalau ternyata aku sedang menjahilinya kini menatapku tajam
"dasar artis abal abal loe...." jawab bang jaya
"loe tau saking paniknya dari RS gue langsung kesini karena gue takut loe kenapa-napa..."
"zam ,loe lagi ...cinta loe yg buta atau emang loe nya yg naif sih percaya aja sama akting payahnya dia nih...."tanya bang jaya lalu duduk di sofa
"khumai....." panggilnya seperti menahan emosi tapi dengan seringaiannya dan matanya yg menusuk membuatku takut
__ADS_1
aku hanya nyengir kuda menampilkan deretan rapi gigiku
"khumai tau gimana khawatir nya hubby ....hubby takut khumai kenapa napa apalagi sama amnesia bohongannya khumai hubby takut kalo khumai memang benar lupa sama hubby...."ucapnya lantang sedikit berteriak
"damai byy.....maaf ....." aku menunjukkan jariku berbentuk v " ini hukuman buat hubby.....karena udah ga jujur sama khumai ....."
"astagfirullahaladzim......"Azam mengusap wajahnya dan meredakan emosinya dengan mengurut dada
lalu berbisik " nanti kita selesaikan di kamar...."
"ko gue jadi takut ya sama kata kata terakhir nya hubby..." aku menelan salivaku
"gue ga tau masalah loe berdua apa ,gue harap bisa diselesaikan antara kalian saja , orang lain ga usah tau termasuk keluarga sekalipun"sahut bang jaya
"iya bang makasih,..."
"sekarang gimana keadaan loe ??"
"gue ga apa-apa bang cuman masih lemes sama pusing aja bang...."
"iya itu efek dari benturan keras kepala loe sama stir mobil untung ada air bag kalo ngga muka loe jelek sekarang... ."jelas bang jaya emang apa yg ada di pikiran loe sih dek....?"
aku hanya diam dan saling melempar tatapan dengan Azam
"ahhh... i know this not my area for knowing...." ucap bang jaya mengerti ini adalah urusan rumah tangga ku
akhirnya umi dan abi masuk lagi ke ruang rawatku begitupun ustadz Rahman yg sudah kembali lagi ke RS
"bagaimana hasilnya apa sudah keluar??"tanya umi khawatir
"iya umi maaf priscil udah bikin umi sama abi khawatir ...priscil ga apa apa ko...."
" Alhamdulillah.....syukur kalo begitu." ucap abi dan umi
"memangnya kenapa priscil bisa nabrak pohon???" tanya abi
"priscil lagi ngetes aja bi " jawabku
" ngetes apa ??" tanya umi
" ngetes seberapa kerasnya pala loe ,atau ngetes seberapa gila nya otak loe ??" sahut bang jaya santai
membuat semua terkekeh mendengar pertanyaan yg lebih seperti pernyataan untukku
"ya udah kapan priscil bisa pulang,udah ga betah nih sama bau rumah sakit....gue heran sama loe bang ko betah sih tiap hari nyium alkohol sama karbol...." ucapku
"iya lah duitnya banyak....
akhirnya umi,abi dan bang jaya memutuskan untuk pulang ke rumah ponpes ...
kini tinggallah aku, ustadz Rahman dan azam
"mas bro jadi doi cuman pura pura???" ucap ustadz Rahman
aku yg kini terjebak dengan mereka tinggal siap siap menerima balas dendam Azam atas kejahilanku barusan
"iya kira kira hukuman apa yg cocok ya bang bro ,kalo seorang istri berbohong sama suami lalu pergi tanpa ijin suami dan bersuudzon pada suaminya sendiri...." senyuman nya yg menyungging membuatku bergidik
"ampun byy, ngga lagi lagi deh...."
"ya sudah maafin hubby juga yg ga jujur dari awal sama khumai ,"Azam mengelus lembut kepalaku "huuby belum shalat ashar hubby ke mushola dulu sebentar bro ustadz akan menunggu di depan kamar kalo butuh apa apa panggil saja .."
__ADS_1
"iya hubby...."
Azam dan ustadz Rahman keluar ruangan