
hahahahaha kenapa jadi belibet gini ya.... Azam hamil????? tenang aja Azam lelaki tulen ko....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
Abi,umi dan Azam tersentak kaget masa iya Azam hamil
"akh mana mungkin dok,saya lelaki tulen .." ucap Azam cepat
"tunggu apa A'a tidak salah memberikan air urine ??" tanya umi
" tadi pagi A'a sudah menampung air urine A'a mi dalam wadah tertutup lalu A'a taruh di meja tv di kamar ,A'a lupa membawanya lalu A'a menyuruh bang ustadz untuk mengambilnya...." jelas Azam
"apa a....?coba A'a bilang sekali lagi....A'a taruh dimana air urine punya A'a ???" tanya umi meyakinkan pendengaran nya
"di meja tv mi...." jawab Azam
"oh...ya Allah......" umi lalu tertawa membuat semua yg ada di ruangan terheran-heran ,umi mengingat kejadian tadi pagi saat umi mencelupkan alat tes kehamilan pada air urine di meja tv....
"Abi sepertinya ada kesalahpahaman ,air urine A'a tertukar dengan punya priscil.... hahahaha astagfirullah...."
abi tersentak lalu tertawa "astagfirullah...."
"jadi siapa yg sudah salah mengambil...." ucap Abi
"bang ustadz....!!!" ucap abi dan umi
"dokter Reva maaf sepertinya sudah terjadi kesalahpahaman disini ,air urine Fateh tertukar dengan orang rumah yg diduga sedang mengandung...."
"hah..." pekik dokter Reva dan Azam
"hahahaha Subhanallah....saya pikir Fateh...." dokter Reva menggantung ucapannya
"ya sudah begini saja ana mau minta tolong untuk memeriksa ulang milik fateh dan memeriksa punya seseorang lagi anggota keluarga kami di rumah dok,,,"
"baik...pa yai bu yai ....mari kalau begitu..."
"ahh sebaiknya besok saja dokter,mengingat hari sudah sore lagipula kasian dokter juga butuh istirahat..." jawab Abi
"oh baiklah kalau begitu , terimakasih pa yai ,saya undur diri kalau begitu.."
"ah iya nanti ustadzah nurul akan mengantar ke pondok yg sudah disiapkan..."
"terimakasih sekali lagi pa yai dan bu yai.. assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."
seiring kepergian dokter Reva,mereka masuk ke rumah dan menemukan bang ustadz sedang berkutat dengan pekerjaan nya
"mas bro besok ada meeting penting bareng klien jam 10 lalu kita juga harus mengecek ke hotel and resto..." ucapnya pada Azam yg baru tiba
tak disangka tak dinyana umi langsung mencubit ustadz Rahman
"aww...sakit umi ,umi kenapa???apa salah abang mi..." adu nya
"abang ini sudah bikin kehebohan ...." jawab umi sambil berkacak pinggang dan melotot
" terus mi marahi saja mi..." Azam mengompori
abi hanya geleng-geleng kepala
"apanya yg heboh mi...."
" gara gara abang salah mengambil air urine jadinya A'a dikira hamil oleh dokter Reva ,pantas saja dari tadi dokter Reva melihat A'a dari atas hingga bawah terheran-heran..." jawab Azam
" Hamill ...!!!!! "
__ADS_1
"coba umi tanya abang mengambil air urine yg dimana??" tanya umi
" yg di atas meja dekat ranjang mi..." jawabnya polos
tak sengaja aku mendengar pembicaraan mereka yg hendak turun ke dapur .
"ya Allah bang ustadz itu kan air urine Priscil bang..." mereka mendongak ke arahku
"khumai kenapa turun...."Azam menyambutku lalu mendudukkan ku di sofa disamping bang ustadz
"astagfirullah..berarti ana salah ambil...."
"iya ,,," ucap ketiganya
"hahahahahaha " semua tertawa
"ini mah judulnya air urine yg tertukar...." jawabku
" lalu bagaimana???" tanya bang ustadz
" besok dokter Reva akan melakukan tes ulang di sini untuk A'a dan priscil..." jawab abi
"abang,sudah bikin umi jantungan tau...." sambil menjewer kuping bang ustadz....
"awww...umi sakit mi ...maaf mi ,,,aseef......" ucap ustadz Rahman yg mengaduh membuat semua tertawa
"terus mi yg keras mi biar putus sekalian..." Azam mengompori lagi
lalu umi memeluk bang ustadz...
" priscil sudah baikan??" tanya umi
" sudah mi,,,priscil lapar mi makanya turun..." jawabku
"oh khumai lapar maafkan hubby ya baru ingat ,ya sudah hubby ambilkan makan ya...." Azam beranjak ke dapur
"khumai mau nasi goreng by...." pintaku
"biar umi buatkan ya...." ucap umi
"biar A'a saja mi...." jawab Azam lalu pergi ke dapur aku mengekor mengikuti Azam dan duduk memperhatikan tapi saat azam memasukan bumbu bawang putih ke dalam minyak aromanya meyeruak membuatku mual kembali....
"uhhh by...bau .....uekk...uekk...."
aku berlari ke kamar mandi dan muntah.... Azam mematikan kompornya lalu membantuku
" tidak mau by,khumai bosan dikamar terus..."
"ya sudah khumai maunya dimana ???"
"khumai mau di taman saja by ....." aku memutuskan untuk ke taman menghirup udara segar setidaknya menghilangkan sedikit rasa mualku Azam mengantarku
"khumai tunggu disini......" Azam lalu kembali ke dapur untuk memasak tak lama ia kembali dengan sepiring nasi goreng plus air putih hangat...." dia menyuapi ku dengan telaten walaupun kulihat raut wajahnya sudah terlihat lelah
aku tersenyum senyum memandangi wajah suamiku ini , membuatnya salah tingkah
"jangan diliatin begitu iman hubby meleleh nih..." ucapnya
"hubby memang ganteng ko...." tambahnya
aku mendelik " daripada nanti khumai liatin ikhwan lain " jawabku
" oh mau dihukum kalo gitu...."
"by....hubby tega ih kalian semua tega sama khumai..." ucapku marah
" tega kenapa???"
" tega ternyata ada jalan lain ke sini yg lebih deket sama lebih rame ,kenapa tiap khumai lewat selalu dibawa lewat jalan hutan belantara gitu ...." aku mengercutkan bibirku
"hahahah rupanya khumai sudah tau ,maaf ya ini semua permintaan almarhum pak Hendra mertua hubby , ayahnya khumai dia dulu pernah berpesan kalo setiap membawa khumai harus lewat sana biar khumai tidak berfikir untuk kabur dari sini ...." jelasnya
seketika aku terdiam dan air mata lolos dari pelupuk mataku aku memeluk Azam dan menangis di pelukannya
" khumai rindu ayah ,by.....khumai ingin sekali bertemu ayah by...." isak tangisku semakin menjadi Azam mengelus kepala dan punggung ku menenangkan
" menangislah untuk mengeluarkan kerinduan , tapi janji setelah hari ini tidak akan ada lagi air mata kesedihan dari khumai,hubby tidak akan menjanjikan apapun pada khumai ,tapi hubby akan berusaha semampu hubby bahkan lebih untuk menjaga ,melindungi dan membimbing khumai sampai jannah nya Allah ,,hubby tidak janji pernikahan kita akan selalu bahagia ,yg namanya rumah tangga pasti akan selalu ada suka ada duka nya biarkan itu menjadi warna dalam pernikahan kita hubby hanya akan menikah satu kali saja dalam hidup bantu hubby mewujudkan itu kita sama sama belajar ya...."
"wahhhh itu kata kata puitis terpanjang yg pernah hubby ucapkan sama khumai by...."aku menopang dagu tersenyum bahagia
"udah ah... ditatap gitu hubby terbang nih...."
"huuby mau lihat pembangunan rumah kita disebelah ,khumai mau ikut???" tanya nya
"mau by... pantas saja beberapa hari ini terdengar berisik ternyata itu dari situ ,calon rumah kita ya by..." ucapku menunjuk arah pembangunan sebuah
rumah disebelah bangunan ini yg terhalang tembok benteng ...
__ADS_1
"iya nanti di situ kita pasang pintu gerbang juga biar bisa tersambung kesini dan ke rumah ponpes..."
kami mengecek melihat calon rumah kami kelak sebelumnya aku mengambil jilbabku , seorang laki-laki paruh baya mendekat
" eh A ustadz ....."
"iya pak Wahyu ana ingin melihat sudah sejauh mana pak???"
"Alhamdulillah a... cuaca mendukung jadi bagian pondasi sudah rampung kalo begini terus apalagi dengan jumlah tukang dan laden yang lumayan banyak ini juga bahan bangunan yg selalu ready insyaallah dalam waktu 5 bulan juga sudah siap huni a ustadz paling hanya tinggal sentuhan sentuhan terakhir saja ..." jelas pak wahyu mandor disini
"wahhh Alhamdulillah... Syukron....pak wahyu ...." ucap Azam
"kenalkan pak ini istri ana , Priscil.... "
aku mengangguk dan mengatupkan kedua tanganku
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
pagi hari dokter Reva datang ke rumah diantar teh Nurul
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam..."
" dokter silahkan masuk dok...."
"terima kasih pa yai bu yai....."
"bisa kita mulai saja .... pemeriksaannya" ucap dokter
pemeriksaan kesehatan dimulai dari Azam sampai semua selesai lalu dokter Reva menyuruh rekannya yg lain untuk memproses setelah itu bagianku ,jujur aku gugup
dokter Reva mulai dari memeriksa suhu, tensi darah lalu bagian yg paling mendebarkan dokter Reva mengeluarkan tespek dan menyuruhku menampung air urine saat dokter Reva mencelupkan alat sensitif itu 5 -10 menit dokter Reva tersenyum
" ini baru bener ....." ucapnya
"Alhamdulillah hasilnya positif pa yai bu yai ....."
"Alhamdulillah......!!!" umi dan abi mengucap syukur dan berdo'a
Azam memelukku "makasih khumai...."
"wahhhh sudah mau jadi om ini...ana kalah start sama A'a mi harus di gas kalo gini ....." ucap bang ustadz
" bang bro 2-0 ....." kekeh Azam
"saya perkirakan usianya masih 3 mingguan ,masih sangat muda saya hanya menyarankan sebaiknya periksakan ke rumah sakit agar bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapat penanganan mengingat usia priscil sendiri masihlah sangat muda ..... " ucap dokter Reva tak lama ia pun pamit...
aku bahagia tapi ada yg mengganjal dihatiku aku teringat obrolan Azam beserta yg lain semalam waktu aku akan mengambil air minum di dapur sedangkan Azam dan yg lain sedang di ruang tengah
flashback on
"A'a kalau besok ternyata hasilnya Priscil positif hamil apakah A'a akan tetap pergi ke Maroko untuk kuliah disana ?" tanya teh Nurul
" semua yg menjadi keputusan A'a abi dan umi dukung, Abi yakin A'a sudah memikirkannya matang matang..." ucap Abi
"umi hanya berharap A'a bisa mengambil keputusan dengan bijak ,ajaklah Priscil bicara bagaimanapun priscil sudah menjadi istri A'a ukhti harus tahu ..." ucap umi
"iya a keputusan harus berdasarkan rundingan kalian berdua , jangan sampai priscil merasa keberatan.." ucap teteh Azam mengangguk pelan , melihat Azam hendak ke kamar aku buru-buru masuk ke kamar dan menyelimuti diriku dengan selimut dan memejamkan mata melupakan rasa hausku melihatku yg sudah tertidur Azam mengurungkan niatnya
flashback off
sungguh kini aku bingung.....harus bahagiakah atau harus bersedih....
di satu sisi aku senang kini aku tengah berbadan dua akan lahir seorang azam/priscil junior ditengah-tengah keluarga kecil kami mewujudkan keinginan Azam menjadi seorang papah muda , tapi di sisi lain aku sedih jika Azam pergi meninggalkan ku,,,,,, tapi jika tidak pergi dan Azam menemani masa kehamilan dan melahirkan ia akan mengorbankan cita citanya untuk kuliah di Maroko
" by....apa hubby akan memilih Maroko atau menemani khumai dan dede utun by....." pertanyaan ku sukses membuat ekspresi Azam berubah dan seketika suasana menjadi hening.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. TBC πππ