
nih author kasih extra part ya guyss sambil nunggu sekuel keduanya pesantren i'm in love,semoga readers ngangenin tetep stay duduk manis buat nunggu Azam sama si tengil priscil ya
bismillah...
.
.
.
.
.
.
.
.
hari ini matahari bersinar terik di kota Fes
sepulang ngampus Azam kuminta menemaniku berbelanja disalah satu pasar di Medina yg letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Medina adalah sebutan untuk kota atau semacam distrik disini yg di bentengi dengan tembok tembok tinggi jalanan yg sempit tidak cukup untuk kendaraan membuat kami memarkirkan mobil di luar dekat jalanan utama dan sisanya kami berjalan kaki sekalian latihan pernapasan untukku sebelum melahirkan,
"by cantik banget ya disini rumah rumah pintunya beda beda tapinya Instagramable... foto dong by..."
Azam terkekeh "boleh pake ponsel aja ya " aku bergaya dan Azam memotret disalah satu pintu yg halamannya cantik dan jalannya aga sedikit luas ,lalu kami melanjutkan perjalanan untuk mencari bahan makanan dan sedikit buah tangan untuk dibawa pulang,,,yuppp lusa aku pulang ke Indonesia aku dan Azam memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena aku ingin melahirkan disana sudah hampir 3 bulan kami disini kini kandungan ku sudah masuk minggu ke 35
"by ko disini beda sih jalannya menyempit,terus pintu pintunya juga ga sebagus yg tadi..."
aku mulai kegerahan dan merasa tak nyaman
" khumai tau tidak dibalik perbedaan pintu dan jalan ini ada cerita nya ,rumah dengan pintu pintunya yg bagus dan jalan yg lapang menandakan si empunya rumah itu berada di kelas atas pada strata sosialnya sedangkan ini yg sekarang kita berada bisa dikatakan kelas mengengah ke bawah..." jelas Azam sambil menyeka keringatku dan mengelus-elus perutku
"oh..gitu..by ya udah yu cepet ah khumai sudah merasa sesak by..."
" memangnya khumai mau beli apa lagi???"
"tinggal beli oleh-oleh buat orang rumah ...."
setelah lelah berbelanja dan hanya menyisakan uang cash beberapa dirham saja kami pun pulang untuk bersiap-siap pulang ke tanah air....
malam hari
"by hubby lagi apa sih???"
" hubby lagi nyicil tugas buat 2 minggu ke depan soalnya kan hubby cuman ngambil cuti sebentar "
aku berohria....
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
tibalah waktu kami untuk pulang semua bawaan kami dimasukan ke dalam taksi
" momkin t'waslini lil matar??" (bisa antar ke bandara)
"na'am..."
kami masuk ke dalam taksi aku membuka kaca pintu dan melambai pada tetangga kami
" bslama aisye....." aisye membalas melambai "bslama"
setelah melakukan perjalanan yg melelahkan akhirnya kami sampai di Soekarno Hatta Jakarta disana sudah menunggu bang ustadz dan a Farhan
"assalamualaikum bang ustadz,a Farhan..."
"waalaikumsalam "
" widihhhh ada turis nih dateng ke Indonesia..." jawab ustadz Rahman
"bang bro sebaiknya kita cari resto dulu deh kasian Priscil sekalian istirahat dulu sebentar..." Azam menarik koper
kami mencari resto dan makan setelah beristirahat cukup lama kami melanjutkan perjalanan pulang
"assalamualaikum.... everybody...."
" wa'alaikumsalam... " jawab semua yg ada disana kebetulan ini sudah menjelang maghrib makanya semua orang rumah berkumpul ,cipika cipiki pada umi,ka Nabila dan teteh
"priscil.....umi kira tidak akan jadi pulang dan melahirkan disini ???"
"iya umi ,abisnya A'a sibuk kuliah mi makanya aga sedikit lama...."
"sini...sini...duduk .."
Azam dan yang lain melihatnya mengekor
"nyai yati kalau mau pulang ke rumah boleh ko,anggap saja dikasih libur buat berkangen kangen sama keluarga..." ucap Azam pada nyai yati
" syukron den A'a na'am kalau begitu..."
"umi ko yg disambut cuma priscil sih A'a engga nih..." Azam menatap cemburu
" A'a.... bagaimana disana nak ,betah??? kenapa lama pulang nya si a....?" tanya umi kini semua sudah duduk di ruanh tengah
"Alhamdulillah,mi A'a sibuk kuliah mi ...A'a juga cuman ambil cuti 2 minggu aja mi...
"ko sebentar sih a???" teteh yg memijit keningnya seperti kelelahan
"teteh kenapa teh??"
"teteh mu sedang mabuk!!!" jawab a Farhan
"ohh teteh juga sedang hamil ??" tanya Azam antusias
" Alhamdulillah..." jawab a Farhan
"cie mabok...mabok benih benih cinta ni Yee..."
aku mengatupkan mulut
"khumai..." aku terkekeh semua ikut tertawa termasuk yg sedang mabok
__ADS_1
"sil anti semakin gendut saja deh..." ka Nabila mengambil duduk disebelah bang ustadz
"ihhhh bukan gendut Azam bilang sexy....memangnya ka Nabila ga ngaca ya ....ka Nabila juga makin montok....sering suntik glonggong ya pake aer...sama bang ustadz perutnya.." aku meneguk jus jeruk dingin buatan umi....
" mpfftt "semua menahan tawa dan termasuk ka nabila tak tahan dengan candaan ku
" khumai kan kata dokter ga boleh kebanyakan minum yang dingin dingin...." larang Azam
" aduhh tanggung by....lupa " aku menepuk jidatku dan meneguk sisa jus jeruk sampai habis
Abi geleng geleng kepala dan tersenyum
"ini nih yang bang ustadz kangen ,kalo ada pasangan A'a sama priscil tuh rumah jadi rame ga kaya kuburan..." celoteh bang ustadz yg tiduran di paha ka Nabila
aku mengeluarkan oleh oleh yg kubawa dari sana " by koper oleh oleh mana ???"
"di kamar sayang, sebentar hubby bawakan "
"khumai sudah pisahkan ko buat disini sama buat di Bandung yg disini paper bag yg warna coklat ya by..." bisikku pada Azam
3 hari sudah aku disini ,aku berniat ke Bandung tapi dilarang Azam soalnya usia kehamilan ku yg sudah mulai memasuki waktu HPL hari ini hari sabtu pagi
"ayo hubby temenin,,,,cepet khumai ganti baju .." Azam menarik narik tangannku menyuruhku bangun dari ranjang
"ahhh khumai cape by .....hubby sih ga ngerasain bawa bawa dua nyawa nih...."
"ayo kata dokter musti banyak gerak ,jalan jalan sekalian latihan nafas. ...kalo ngga hubby cium sampe kehabisan nafas nih udah gitu pasti lanjut....adegan 21+ " ancamnya
" ya iya khumai bangun....sebentar hubby tunggu di bawah saja..
azam yg sedang menunggu untuk jalan santai
dengan malas aku melangkah berganti pakaian menggunakan training dan sweater , pagi ini aku dan Azam hendak lari pagi ternyata dibawah juga karena Nabila dan bang ustadz melakukan hal yg sama akhirnya kami lari pagi bersama sekalian nostalgiaan saat si kucing garong jadi stalker
"huuffff....huffff...." nafasku sudah berasa pendek ga sampe ke paru-paru Azam dan bang ustadz sudah berada aga sedikit jauh di depan sedang ka Nabila di depanku sedikit.
"aduhh stop ka ,,,,stop bentar priscil ga kuat deh..." pintaku pada ka Nabil....dengan tanganku bertumpu pada lutut seperti orang sedang rukuk
"kenapa sil" nafas ka Nabila pun sama ngos ngosannya
"ini sel*ngkang*n priscil udah kerasa cenat cenut sakit ka ....kaki priscil juga susah banget gerak berasa kebas deh..." ucapku
"hey akhi kalian ini seperti bujang bebas saja " pekik ka Nabila
"astagfirullah...." Azam dan bang ustadz kembali
"khumai kenapa ??? cape ???" Azam membantuku berdiri tegak dan mengusap peluh yg sudah membanjiri jilbabku
"ini perut khumai sakit by sudah cenat cenut....kaki khumai juga sudah susah di gerakan " keluhku yg mulai meringis menahan sakit
" hah ??apa mungkin mau lahiran??? "
"sepertinya begitu a...." jawab ka Nabila
"sebaiknya kita pulang saja a...kasian Priscil..." bang ustadz mulai khawatir
tiba tiba semua terkejut termasuk aku mengalir dari jalan lahirku cairan bening membasahi training ku semua panik
"by...ini apa ???"
"hah hubby juga tidak tahu ,,,,aduh gimana ini..."
aku meringis menahan sakit dengan meremas baju Azam
"waduh seperti nya itu air ketuban a..." jawab ka Nabila sambil membantuku duduk di pinggir jalan
Azam dan ustadz Rahman panik mencari tumpangan atau sesuatu untuk membawaku kembali ke rumah
"aduh bang bro ini pake apa "
tiba tiba melintas bapa bapa membawa gerobak membawa kayu bakar ...
"a itu saja darurat..." sahut bang ustadz karena sudah tidak mungkin untuk menunggi lagi
akhirnya Azam dan bang ustadz membawa sebuah gerobak si bapa setelah sebelumnya meminta ijin pada si bapa
" ayo gotong priscil bang bro..."
aku mendongak " ga mauuu....masa artis pake gerobak gini by....maluuu" tolakku
" ga ada lagi khumai takut telat cuman sampe ponpes saja sudah dekat.."
setelah berdebat akhirnya aku didorong pake gerobak sampai ponpes sedangkan ustadz Rahman menelfon dokter Kiki untuk mempersiapkan persalinan ku
semua panik melihatku dipapah
"ya Allah .... cepat a ...nanti umi nyusul bareng abi..." ucap umi
Azam mengambil kunci mobil dan memasukan ku ke bangku belakang , sementara yg menyetir bang ustadz ,
aku meringis menahan sakit dan meremas baju Azam kadang Azam pun ikut tercubit atau tercakar dan tergigit
"ahhh ... astagfirullah...."
"kenapa a ...."
"ana di gigit bang bro..." bang ustadz terkekeh
" tak apa lampiaskan saja pada hubby ..." Azam tau rasa sakitnya saat ini tidak seujung kukunya rasa sakit yg sedang kualami
setibanya kami langsung menuju ruang bersalin dokter Kiki sudah siap dan membimbing ku Azam berada di sampingku memegang tanganku , diluar umi dan abi sudah menemani bang ustadz yg sedang harap harap cemas , sengaja mereka tidak membawa kami nabila maupun teteh karena takut mempengaruhi psikis saat kehamilan
"siap ya bu....tarik nafas lalu mengejan...."ucap dokter Nabila
aku mengikuti perintahnya
" ayo sayang kamu kuat..."
beberapa tarikan nafas ....
__ADS_1
"arrrrgghhhh..."
"tunggu itu mah suaranya A'a kan bukan suara priscil...." sahut Abi
"iya sebenarnya yg mau lahiran tuh A'a apa priscil sih...."
"yang lahiran priscil yg teriak teriaknya A'a..." kekeh bang ustadz
Azam berteriak kaget karena aku menggigit lengannya
akhirnya setelah perjuangan beberapa kali mengejan lahir lah anak pertama kami berjenis kelamin laki-laki 15 menit kemudian lahir lah yg kedua berjenis kelamin perempuan
"Alhamdulillah...."
tapi kenapa dokter Kiki panik dan ekspresi nya yang datar apa yg terjadi ,,azam mendekat dokter Kiki memberikan anak pertama kami pada perawat untuk diurus sedangkan anak kedua kami
"sus tolong ambilkan pipet pembersih ..."
anak perempuanku tidak bernafas
"dok kenapa anak perempuan saya???"panik azam
" sebentar ya pak kami sedang berusaha ..."
"kenapa by???" aku mulai ikut panik
dokter melakukan segala cara tapi tetap tidak membuahkan hasil
"maaf bu pak sepertinya kami kehilangan kembarannya.."
"apa???? ga mungkin dok...." lemas sudah tubuhku ,azam memeluk kepalaku ,air mataku dan Azam mengalir ,dokter memberikan si bayi perempuan di dadaku untuk kupeluk dengan membuka pakaianku agar kulit kami bersentuhan
kupeluk tubuh mungil itu bersama Azam yg ikut memeluk,,,,,,
.
.
.
.
.
.
tapi tunggu .........
.
.
.
.
.
di tengah sesenggukan kurasakan detak jantung si kecil dan jari jarinya mulai bergerak
"by lihat by.. anak kita...."
"Alhamdulillah....dokter...."Azam mengusap ekor matanya yg sudah berlinang air mata
"Alhamdulillah , Allahuakbar....benar benar tidak ada yg mustahil ...."
dokter kiki membawanya dan melakukan penanganan
keduanya menangis Azam pun mengadzani mereka
di luar ruangan
"Alhamdulillah bi.... cucu umi ....." peluk umi pada Abi
"cucu abi juga mi..." abi mengucap syukur dan berdo'a begitupun ustadz Rahman
kedua bayi kami dibawa keluar ruangan setelah dibalut pakaian dan menuju ruangan bayi Abi dan umi mengikuti
"masyaallah cucu kita bi..." umi menangis terharu
di dalam ruangan
" syukron sayang.... sekarang kebahagiaan hubby sudah lengkap terimakasih " Azam menangkup wajahku dan mencium setiap inci wajahku lembut
aku merasa sangat...sangat lemas,lelah dan pandanganku mulai gelap, kesadaran ku mulai menghilang
"dokter ....ini istri saya kenapa???heyyy khumai sadar khumai....." Azam menepuk nepuk pelan pipiku tapi tak ada respon
dokter Kiki menanganiku dan menyuruh perawat menyelesaikan pekerjaan dan membawa ku ke ICU
Azam keluar dari ruangan dengan panik dan duduk terkulai di depan pintu ICU
"ada apa a???" tanya yg lain ikut panik
"priscil tak sadarkan diri mi....
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.anaknya nafas giliran emaknya yg ga sadar....😢😢😢 masih ada ko lanjutannya tenang readers jangan pada ngamuk dulu ya hihihihi