
hai up lagi nih
semoga syuka.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran antara si merah yg kukendarai dan si silver yg kini beralih dikendarai Azam.... Salsabila..??jangan ditanya mereka tinggalkan di resto ....
aku mengambil jalan yg tidak terlalu ramai dilalui banyak kendaraan bahkan aku sendiri bingung aku sedang dimana sebab tak tau daerah asing ini ,,,bodo amat lah yang penting aku bisa lari dari kejaran azam,maksudku kabur menggunakan mobil hehehe .....bukan lari
sebenarnya bisa saja Azam mendahuluiku karena jelas jelas dengan model mobilnya saja sudah terlihat perbandingannya yg mencolok, mobil Azam keluaran terbaru dari sebuah brand ternama di dunia dengan mesin dan kualitas yg mumpuni apalagi dengan skill Azam yang tidak diragukan lagi tapi itu tidak ia lakukan,ia hanya ingin mengejarku tanpa membalas ataupun menantang adrenalin
karena aku berkendara sambil melirik lirik ke arah spion dan melihat mobil Azam yang berada di belakang ku aku sedikit tidak konsen
"haaa hubby sudah tertinggal jauh ,tapi ini gue dimana ya??"baru sadar akan posisi sekarang
kalau diingat lagi kejadian tadi sebenarnya aku cukup senang karena memang tidak ada penghianatan dari hubby ,tapi tetap saja aku merasa marah dan kesal kenapa hubby tidak bercerita padaku apalagi waktu mendengar Salsabila bersedia menjadi simpanan Azam membuat darahku sampai di ubun ubun
aku tersadar dalam lamunanku ketika kini dihadapanku ada sekumpulan kambing melintas,karena terlalu asik memikirkan masalahku saat ini , akhirnya tak cukup waktu mengerem aku memutuskan membanting stir ke kanan dan menabrak sebuah pohon
"shittt....kenapa harus nabrak lagi nabrak lagi sih dulu kucing sekarang kambing...."gerutu ku
"cckiittt......"
"braaakkk....."
tabrakan tak terelakkan
"shhh......ahhh...."aku meringis mobil terhenti di depan sebuah kebun dan jalanan tanpa aspal hingga kap mobil terangkat sedikit dan meninggalkan penyok yg lumayan parah juga sedikit berasap karena lajuku yg memang sedang kencang kepalaku terbentur stir cukup keras kini aku merasa pusing , tanganku yg gemetaran mencoba meraba kening dan pelipis ku sendiri sedikit basah dengan cairan berwarna merah
"darah....."
lama lama pandanganku jadi meredup dan gelap ....
"stop stop....mas bro....." ustadz Rahman menepuk bahu azam saat melihat mobilku
"inalillahi wa innailaihirojiun....priscil......" Azam segera menghentikan mobilnya di dekat mobilku
lalu melepaskan sabuk pengaman dan berlari keluar mengecek keadaan ku
__ADS_1
dia membuka pintu mobil depan mendapatiku yg sudah tak sadarkan diri dengan pelipis yg mengeluarkan darah
"astagfirullahaladzim....khumai "
Azam segera melepas sabuk pengaman ku dan mengeluarkan ku dia menggendongku keluar mobil dibantu ustadz Rahman
"astagfirullah Priscil.....mas bro cepat bawa ke rumah sakit..."
Azam membawaku ke mobil nya dan menaruh kepalaku di pangkuannya, ustadz Rahman mengambil tasku yg berada di jok sebelah pengemudi dalam mobilku dan kunci mobil lalu bergegas menyusul ke mobil Azam
sesampainya di rumah sakit terdekat aku di baringkan di blangkar dan bersama seorang suster mereka membawaku ke ruangan tindakan , Azam menunggu di depan ruangan bersama ustadz Rahman...mondar mandir tak jelas dan mengacak rambutnya frustasi
25 menit kemudian seorang dokter keluat dari ruangan
Azam buru buru mendekat
"dokter gimana istri saya ???" pandangannya harap harap cemas
"syukurlah cederanya tidak terlalu parah luka ringan di pelipisnya akibat benturan , tapi agar lebih jelas lagi kita harus melakukan observasi untuk memastikan bagian dalamnya apakah terdapat luka serius atau tidak...." ucapnya
"apakah saya bisa melihatnya sekarang??" tanya nya lagi
"boleh silahkan ,pasien masih belum sadarkan diri....saya tinggal dulu permisi....." dokter menepuk pelan bahu Azam
author POV
Azam segera masuk ke dalam melihat keadaan priscil ,yg terbaring tak berdaya dengan selang infus di tangan kirinya dan perban yg sudah terpasang rapi di kepalanya,ini bukan cerita sinetron ikan terbang ya ....yang kecelakaan tabrakan yg dimana bagian tubuh lain yg tertabrak tapi selalu bagian kepala yg diperban.......
Azam mengambil kursi di sebelah ranjang pasien lalu meraih tangan priscil dan mengecupnya berkali kali
"maafkan hubby khumai ,,, seharusnya hubby jujur dari awal sama khumai ...."
"mas bro yg sabar, insyaallah priscil tidak akan kenapa-napa...." ustadz Rahman mengambil posisi sebelah Azam
perawat menghampiri mereka
"maaf pa,,,kami akan memindahkan pasien priscil ke ruang rawat inap .... permisi"
Azam beranjak dan mempersilahkan perawat itu dengan satu orang lainnya membawa priscil menuju ruangannya,lalu mengekor bersama ustadz Rahman
ustadz Rahman sengaja memesan ruang VVIP agar Azam bisa bebas menemani priscil tanpa terhalang jam besuk dan merasa nyaman saat sedang menemani priscil tanpa ada gangguan dari pasien lain dengan fasilitas yg nyaman
"mas bro berarti yg tadi dikatakan Salsabila itu tentang panggilannya ,priscil yg mengangkat....ukhti tau anta akan bertemu dengan salsa ,,,," ucap ustadz Rahman duduk di sofa
"iya ... astagfirullah kenapa ana bisa sebodoh ini bang bro harusnya ana bilang dari awal pada priscil tentang hal ini ,ana terlalu percaya diri akan menyelesaikan masalah ini tanpa bicara pada harim ana sendiri... dan seharusnya ana tau sejak dari rumah priscil mengikuti." ucap Azam sendu sambil mengelus-elus punggung tangan priscil yg ditempeli jarum infus tak lupa juga bagian jari yg disana melingkar cincin pernikahan mereka ia tersenyum sendiri mengingat kejadian saat pernikahan dimana cincin yg dipakai priscil sedikit kebesaran
flashback on
"zam, gimana sih milihnya liat tuh kegedean..longgar...." gerutu priscil sambil bergumam
"iya maaf,habisnya tidak tau ukuran jari mu ...nanti aku perbaiki...." jawab Azam
***********
kini cincin itu melingkar pas di jari manis priscil yg putih dan mulus
"mas bro apa kita akan mengabari orang rumah dan keluarga Priscil.....??"tanya ustadz Rahman
lama Azam terdiam berfikir ia sedikit ragu tapi nanti pasti mereka akan cemas dan bertanya tanya , walaupun azam tau ini akan berakhir dengan omelan tapi yg jelas kini ia tidak mau berbohong lagi pada siapapun
__ADS_1
"kabari saja orang rumah dan masalah keluarga priscil biar,ana saja bang bro syukron..."
Azam merogoh ponselnya
"tutt...Tut....
"assalamualaikum zam,,,,"
ucap bang jaya
"wa'alaikumsalam salam ,bang maaf azam mau mengabari kalau ......priscil.... kecelakaan bang..." ucapnya ragu pikirnya pasti dia akan kena omelan bahkan mungkin bogeman mentah dari kakak iparnya itu....
"apa ko bisa...oke oke... abang ke sana sekarang...."
pikiran jaya kacau ,ia lalu menanggalkan jas dokternya dan lansung meraih kunci mobil lalu pergi untuk melihat keadaan priscil walaupun jauh tapi melihat keadaan Priscil jauh lebih penting sekarang,jaya sengaja tidak memberitahukan dulu masalah ini pada mamah agar mamah tidak khawatir,ia akan memastikan dulu keadaan adik kesayangannya ini ....
ustadz Rahman sudah menghubungi umi dan sekarang umi,abi dan teh nurul sedang dalam perjalanan....
"mas bro sebaiknya anta makan dulu ,anta belum makan dari tadi siang jangan menyiksa diri anta seperti ini ..." ustadz Rahman memberikan sekotak nasi yg tadi ia beli
sebenarnya priscil sudah sadar dari tadi hanya saja ia sengaja masih memejamkan matanya ,doi bingung sikap apa yg harus ditunjukkan di depan Azam nanti ditambah kepalanya yg masih pusing dan jam jam segini adalah jam jam ngantuknya melanda jadi ia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya
sampai sebuah ide jahil terlintas di otak absurd nya
" maafkanlah istrimu ini ya by....ini hukuman buat hubby....siapa suruh hubby ngga jujur...hihihi" batin priscil
author POV end
aku membuka mataku perlahan dan mengusap keningku yg terbalut perban
"sshhh awwww.... astagfirullah ...." ucapku pelan
Azam yg tengah duduk makan menyadari pergerakan ku makanan yg tinggal sedikit ia tinggalkan lalu minum , Azam menghampiri
"khumai sayang sudah sadar???" tanya nya
aku menatapnya kosong dan menautkan alisku
"kamu siapa ????" membuat Azam kaget bukan main
" ga usah pegang pegang...bukan muhrim....gue dimana???" tanyaku
"khumai,,,,,ini hubby khumai habis kecelakaan,, mobil khumai menabrak pohon dan khumai pingsan...apa khumai tidak ingat...." jelanya dengan panik
"siapa khumai??? " aku bertanya lalu meringis mengaduh kesakitan memegang kepalaku
Azam yg panik melihat ke arah ustadz Rahman
"gimana ini bro...???" ustadz Rahman menggidikan bahu pertanda tidak tahu
"panggil dokter saja...."
Azam segera memanggil perawat untuk memanggil dokter...,
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen nya ya jangan sampai pura pura amnesia kaya si tengil.....😂😂😂