
jangan lupa sebelum baca budayakan like and vote ya guys ntar author nya nangis terus ga semangat buat up hihihi....jangan lupa juga setelah baca tuliskan komentarmu yah....sebagai masukan dan penyemangat terima kasih πππ
bismilah....
happy reading all......
.
.
.
.
.
.
.
cepat cepat kumatikan panggilan Teteh sebelum beliau ngamuk ngamuk....
"anti ini sill....bener bener....." gelengan kepala ustadz Rahman
"nanti teteh pulang siap siap saja anti sil taringnya keluar loh..."
"ihh bang ustadz ,teteh mah kan kalem ustad Farhan juga keliatan nya ga seliar kucing garong sebelah bang ustadz...bisa bayangkan bagaimana nanti malam , harusnya makasih dong sama priscil sedikitnya priscil membantu ...."
ustadzah Nabila tertawa " ya allah sill anti jauh sekali membayangkannya sampai kesitu....
muka Azam memerah " memangnya Azam seliar itu... tanya ustadz Rahman
"iya yg satu kucing garong yg satu singa betina ..." jawab Azam aku berdecih dan mencubit perut Azam
"awww nikmat ...."
" terus rencananya yg di depan kapan nih melepas masa lajang nya " ucapku yg menyindir bang ustadz dan ustadzah Nabila ,mereka seketika merasa kikuk dan tertunduk
"ga usah malu malu meong bang bro...." kekeh Azam
" de Nabila , bagaimana pertanyaan mereka mewakili ana ???" tanya ustadz Rahman disela sela lampu merah
"anu maksudnya apa.....?? jawab gugup ustadzah Nabila
"ih bang ustadz ga romantis banget sih ngelamar anak gadis orang waktu lampu merah di mobil pula..." kritikku yg duduk bersender di dada bidang Azam
" memangnya waktu Azam ngajak anti menikah romantis??? rasanya tidak lebih romantis dari ini" tanya bang ustadz
mengingat waktu Azam pun ngajak nikah saat sedang menantangku balapan motor dan aku terjatuh karena hampir menabrak kucing
" iya ya kalo dipikir pikir gue dilamar waktu gue celaka " aku memicingkan mata pada Azam....
" iya juga sih...." jawabku
"nah bagaimana ustadzah ,jawab dong jangan gantung bro ustadz kasian kelamaan jones ...."
Azam hanya tersenyum senyum saja menyimak obrolan kami sambil memainkan jari jemariku
" i... insyaallah....kapan saja ustadz Rahman mau melamar ana siap...."
sontak aku menegakan badanku " yeeeee...."
"asekk pecah telor mas bro ..." jawab ustadz Rahman pada Azam
"na'am bagaimana kalau setelah acara milad ponpes ,ana akan melamar anti sekaligus acara pengkhitbahan anti ....ana akan datang bersama keluarga ana..." jawab ustadz Rahman antusias
__ADS_1
"asekkk priscil mau ikut....katanya ustadzah Nabila bermukim di Pangandaran ya..." jawabku
" khumai mau ikut kemana ???" tanya Azam menautkan kedua alisnya
"mau ikut acara khitbah mereka..."
" sepertinya khumai ga usah ikut....khumai tidak ingat dokter Kiki bilang apa ,khumai tidak boleh bepergian terlalu jauh " jelas Azam
"tapi by...khumai pingin mantai by mantai..... " jawabku sewot
"kita konsultasi dulu sama dokter Kiki ya..."
aku melipat kedua tanganku di dada sambil mengerucutkan bibirku
tak lama kami pun sampai di rumah
kulihat mobil bang Jaya dan Abi sudah sampai duluan
aku langsung meregangkan tubuhku di sofa.....
"dek sini mamah peluk .....adek jangan nakal dengerin kata Azam ,umah dan pa yai juga dokter ..ya"
"mamah mau kemana ko udah siap siap lagi..."tanyaku kecewa
"mamah harus pulang sekarang sayang,bang jaya sudah ditelfon suster saat ini RS sedang sibuk, Hilman juga akan pulang hari ini...." ucap mamah sendu masih merasa kangen
"ko cepet sih mah priscil masih kangen mamah juga..." pelukanku semakin erat
"iya maaf ya dek,,,habisnya RS sibuk banget gue juga masih kangen sama ade tengil gue ini,inget jaga baik baik ponakan gue ada 2 nyawa loh dalem perut loe ....zam jagain priscil awasin dia ,doi sering nyolong nyolong makan mie instan..." pinta bang jaya pada Azam sambil memelukku
"dek gue bakalan kangen banget sama loe ....tapi gue lebih kangen laki gue ...." tangis ka tyas...."loe main dong ke rumah dek...kenapa sih loe ga bisa tinggal di Bandung aja dek..." cerocos ka tyas seakan tak mau melepas pelukannya
"ya ga bisa lah ka suami gue kan disini masa iya gue di Bandung...loe ngaco...gue bakalan kangen juga sama loe..." mataku berkaca-kaca meskipun kaka kakaku usil nya ga ketulungan tapi sungguh itu adalah cara kami meluapkan kasih sayang...
"iya ka cuman ka Airin wanita yg paling kalem di rumah ,ga berisik..."jawab ku
"iya lah istri gue...." ucap bang Jaya
"makanya ikutin ma kalian gue punya ade 2 cewe ga ada yg kalem ....berisik rusuh dua duanya...." ucap bang jaya yg mendapat tatapan tajam dariku dan ka tyas
"loe bilang rusuh kan ,sini gue tunjukin yg namanya rusuh....."aku menangkap memukul mukul bang jaya disusul ka tyas
"aduh...aduh...mah.. tolongin abang mah.... sayang tolongin dong. " adu bang jaya pada mamah dan ka Airin
semua hanya tertawa melihat tingkah kami yg seperti bocah mamah dan ka Airin pun membiarkan karena memang seperti ini kelakuan kami kalau bertemu,
aku menghentikan pukulan ku "kalo di dunia isinya orang kaya ka Airin semua ,dunia sepi bang....iya ga ka ??"dibalas anggukan ka tyas
akhirnya keluarga ku pun pulang aku kembali ke kamar untuk beristirahat .... Azam mengekor kami bersih bersih dan hendak shalat Maghrib kami melaksanakan shalat maghrib dilanjut isya di masjid ponpes
" abi...umi...abang mau meminta sesuatu sama abi dan umi... " ucap bang ustadz disela sela acara makan kami
" apa itu nak....??" tanya Abi
"mungkin ini mengejutkan tapi abang minta abi dan umi mengkhitbahkan ustadzah Nabila untuk ana...." kata kata itu mantap keluar dari mulut bang ustadz..
"masyaallah...abang serius???"tanya umi
"serius mi...."
"baiklah kalai begitu nanti sampaikan sama orangtua ustadzah Nabila kalau kami akan mengkhitbah ukhti untuk anta ...." jawab Abi..
" syukron abi .."
"afwan nak....kapan???"
__ADS_1
"secepatnya bi...."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
dikamar Azam memijit kakiku setelah membuatkan susu untukku
"hubby pijit pijit baik banget ada maunya ya???" tebakku
"100 untuk khumai , memangnya khumai lupa sama janji tadi siang " ucapnya menaik turunkan alisnya
"ih kalo yg begituan hubby inget aja,dasar otak mesum...." jawabku
"iya dong harus itu mah kebutuhan...."
" khumai cape by...."aku berbaring dan membalikan badan memunggungi Azam
" khumai sudah janji jadi harus ditepati..." Azam membalikkan badanku dan mengunci tubuhku
"by...by itu apa by...." tunjukku ke belakang tubuh Azam, Azam sontak berbalik di saat lengah aku mendorong tubuh Azam sekuatnya hingga Azam terjatuh ke sampingku tidak menyia nyiakan kesempatan aku bangun dan mencoba berlari Azam menyeringai" ohhh ngerjain hubby yah ,,,sini khumai kamu ga bisa lari dari hubby..."azam bangun dan mencoba menangkapku
jadi nya kami malah kejar kejaran tapi Azam berhasil memojokanku
" greeppp...
"kena khumai ga akan bisa kabur lagi...."
" kembali mengunci tubuhku..."by sebentar by khumai pingin pipis..." ucapku
Azam kali ini tidak tertipu mengingat otakku yg dipenuhi ide ide konyol
"hubby tidak akan tertipu lagi....dan khumai harus bertanggungjawab karena sudah membuat hubby semakin bersemangat...."
akhirnya aku pasrah saja terjadilah adegan ranjang panas yg tidak mau kalah dengan malam pengantin baru,saling melepaskan syahw*t , benar saja Azam membuatku terjaga sampai tengah malam melakukan pergulatan beberapa ronde,karena lelah aku pun tertidur
keesokannya seperti biasa kami belajar di ponpes hari ini hari jumat jadi Azam pulang ke rumah setelah selesai shalat Jum'at
aku sengaja masak menyiapkan makan siang untuk Azam
"wahhh mantu umi masak nih.. ."
"iya umi ,ni cobain deh enak ga???"
"emmhh masyaallah enak sil..."
"Alhamdulillah..." aku senang dengan pujian umi
aku menata masakanku di piring di meja makan tak lama Abi,bang ustadz dan Azam pulang dan langsung memburu makanan di meja
"khumai hari minggu hubby akan ke Jakarta bersama bang ustadz selain akan mengontrol toko dan resto hubby akan menghadiri pernikahan bang Gio dan salsa ,maaf khumai tidak hubby ajak ...hubby tidak mau ambil resiko hubby takuy dede kembar kenapa-napa.." ucap Azam
"iya by tak apa sampaikan salam dan permintaan maaf khumai untuk mereka.."
"na'am...."
"by bulan depan kan milad ponpes khumai boleh tidak ikut andil di band ponpes untuk tampil??" pintaku
"boleh saja asal jangan kecapean dan ga boleh jingkrak jingkrak..." aku mengembangkan senyuman ku
"Syukron hubby sayang...."menampilkan senyum semanis mungkin
"aduh hubby kena diabetes nih senyumnya kemanisan....." gombalnya membuat Abi,umi dan bang ustadz malu sendiri mengahadapi dua remaja yg sedang dimabuk cinta ....
yakin anti sill ga akan jingkrak jingkrak...kalo ana sih big no ya.....ππππ
TBC
__ADS_1