
di rumah Priscil
seakan masih berharap semua ini bukanlah kenyataan aku mengucek kedua mataku melihat rumahku telah dipenuhi orang berbusana serba hitam dengan bendera kuning tertancap di sela sela atas pagar tak lupa beberapa karangan bunga berjejer membentuk barisan di sepanjang jalan bertuliskan turut berduka cita dari berbagai pihak karena selain menjadi tentara angkatan laut ayahku juga memiliki bisnis jadi wajar saja saat kepergian nya banyak pihak bersimpatik....mobil kami masuk menuju garasi aga sedikit macet mengingat banyaknya orang dan kursi kursi yg berjejer ,saat mobil berhenti segera aku keluar dan membanting pintu mobil berlari menuju pintu depan rumah yg terbuka lebar langkahku terhenti saat melihat sosok yg selama ini selalu aku idolakan ,sosok pelindung ku terbujur kaku di tengah rumah bertutupkan kain samping jarik..... dikelilingi orang-orang berpakaian hitam yg saling bersahutan membaca do'a ,di sebelahnya duduk saling berpelukan ka tyas dan mamah yg menangis tersedu-sedu....
seketika kakiku seperti tak bertenaga aku ambruk di depan jenazah ayah....bersimpuh dan memeluknya air mata????.....huuhhhh sudah lolos begitu saja membanjiri pipiku .....
mamah yg melihatku sontak memeluk menyalurkan rasa sedih yg teramat dan rasa saling menguatkan
sesekali aku melirik melihat tubuh kekar yg biasa memelukku , memanjakan ku kini sudah tak bernyawa, tangan yg biasa menjewer kupingku menarik peluit yg dikalungkan dan meniupnya bahkan mengusap lembut rambutku sudah kehilangan daya nya, mulut yg biasa memarahiku,memujiku hari ini diam membisu, mata yg tajam menusuk bila aku berbuat salah bahkan memancarkan kasih sayang kini tak akan pernah terbuka lagi...
"a..yah.....priscil rindu.....ayah bangun....jangan tinggalin priscil....huuu..huuu..."suaraku yg sesenggukan bersama tangisanku membuat semua orang di ruangan ikut merasakan kesedihan ku
"ade,yg tabah sayang kita berjuang buat sabar sama sama ya..."ucap mamah suaranya bergetar dan serak menandakan sudah sangat lama ia menangis maklum saja mamah dan ayah seperti pasangan Habibie dan Ainun versi 2 kemanapun ayah pergi mamah selalu ikut ,bahkan hubungan mereka seromantis Romeo dan Juliet membuat orang lain iri akan keharmonisan mereka sudah 30 tahun usia perkawinan mereka
aku tau mamah sangat berusaha untuk tegar walaupun dengan senyuman getir menahan kesakitan hatinya ka tyas berada di samping mamah bersama bang Hilman bang jaya disampingku di samping mamah ada ka Airin
hari ini ayahku berpulang ke Rahmatullah pada pukul 05.00 wib di salah satu rumah sakit angkatan laut yg ada di Bandung karena serangan jantung yang diakibatkan dari kolesterol dan darah tinggi
kerudungku sudah basah oleh air mataku ,tiba saatnya ayah dimandikan ,tubuhnya dibawa beberapa orang pengurus masjid terdekat dan anak mantu nya ayah dimandikan dan dikafani hari ini tapi rencana pemakaman nya akan diadakan esok hari , menunggu kedatangan anggota keluarga ayah termasuk omah (ibu dari ayah) yg berada di Jakarta,lama sekali aku menangis aku beranjak menuju kamar ku meratapi kepergian ayah, mengingat semua kenangan bersamanya terlalu banyak.....yah......
terlalu sakit hatiku mengingat kenangan bersama ayah.....please Tuhan bila harus memilih lebih baik aku saja yg pergi........aku berbaring menyamping di kasur membuka kerudungku ku tanpa membuka bajuku penampilanku yg kusut dan perut yg lapar sudah tak kurasakan
"tok...tok...tok.....
"dek ,boleh abang masuk???" suara bang jaya dibalik pintu kamar ku
aku tak menjawab tapi pintu kamar tak ku kunci jadi bang jaya membukanya langsung ,dia membawa nampan berisi makanan dan minum mengingat ini sudah sore dan aku belum makan siang
"dek makan dulu ya mau abang suapin ???"tanya nya sambil menaruh nampan di nakas dan duduk di tepi ranjang
__ADS_1
"taro aja ,aku belum laper...."ucapku datar tanpa menoleh
"tapi dari siang kamu belum makan,,,,makan ya ?? ntar sakit ...."pinta bang jaya
aku menggeleng pelan
" ya sudah abang taro di meja tapi janji dimakan ya ...."bang jaya pergi meninggalkan kamarku
dia tau watakku yg keras kepala sekali tidak ya tidak aku tak akan mudah dirayu yg ada ujung ujungnya pasti berantem yg selama ini bisa menaklukkan ku ya cuma ayah.....
belum juga hati gue sembuh dari luka sekarang ditambah lagi yg lebih sakit ....aku merasa hidupku tidak ada beruntung beruntung nya, lama aku menangis membuat mataku sembab bahkan kini seperti aga membengkak karena terlalu banyak menangis ..... aku tertidur karena lelah
malam hari keluarga ayah sudah berdatangan termasuk omah, aku tak tau apa yg terjadi hanya saja memang terdengar banyak tangisan di bawah sana
tap...tap.... tap.....
ceklek.......
"sayang,......priscil sudah makan???"tanya nya lembut agar bergetar matanya yg berkaca kaca tertarik menyipit seiring lipatan mata menandakan usianya yh tak lagi muda
aku menggeleng
"tak selera omah....."jawabku pelan
"sayang jangan seperti itu ..nanti ade sakit kasihan ayah nanti tidak akan tenang disana kalo priscil begini...."jawabnya
"iya nanti priscil makan omah ..."ucapku
"yang sabar ya sweet heart ikhlaskan ayahmu jangan beratkan jalannya....dia sudah tenang di sana, Allah lebih sayang sama ayah ......"jelas omah sambil menitikan air mata.
__ADS_1
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
di ponpes pa kyai sedang mengobrol dengan umah, ustadz Rahman, ustadz Farhan, ustadzah nurul,mengenai ta'ziyah ke rumahku mereka sepakat untuk pergi esok pagi ,mengajak sarah,ayu,cici,vito,dan Azam karena sedari tadi siang mereka berdemo di ruangan ustadzah Nurul untuk ikut karena kebetulan esok hari sabtu pa kyai mendapat kabar bahwa esok adalah hari ayah akan dimakamkan
ayu,sarah, Cici,vito dan azam yg dari tadi menunggu kabar akhirnya bernafas lega karena diijinkan ikut
keesokan harinya ba'da subuh mereka berangkat pa kyai bersama umah , ustadzah nurul dan ustadz Farhan sedangkan ustadz Rahman mendampingi Azam, Vito, Sarah,ayu dan cici dalam mobil yg berbeda
"ana titip pesantren ustadz "ucap pa kyai pada ustadz Haikal
"baik pa yai....hati hati di jalan....." jawab ustadz Haikal
"assalamualaikum......"
"wa'alaikumsalam....."
mobil mereka pun melaju
"ueeekk.... wekkkk hoekkk....."
Cici yg tak terbiasa naik mobil malah mabuk perjalanan
"haaaa baru segitu udah uekkk....ga pernah naik mobil ya...."ucap azam
"ikh berisik akh... emang iya ana tidak biasa...."jawabnya sambil memegang kantung keresek
membuat mereka tertawa...
"ci..ci.... apalagi kalo naik pesawat to....udah pingsan anti...."ledek ustadz Rahman
__ADS_1
"ya sudah di depan kita menepi dulu , sekalian istirahat ...."ucap ustadz Rahman