
akhirnya setelah menempuh perjalanan yg cukup melelahkan pa kyai dan yg lainnya kembali ke area ponpes tapi mereka tidak masuk lewat gerbang ponpes melainkan masuk ke gerbang yg menjulang megah pinggir pesantren yang tidak lain adalah kediaman pa kyai satpam membukakan gerbang dan ustadz Rahman memarkirkan mobil ke dalam garasi setelah terparkir terlihat semua yg berada di dalam mobil keluar pa kyai mendapat telfon lalu pergi menjauh untuk menerima panggilan,ustadz Rahman kembali ke area ponpes untuk beristirahat di salah satu pondok yg sekarang menjadi kediamannya di kompleks asrama pengajar .... ustadzah nurul dan azam mencari keberadaan umi nya
"umi.... assalamualaikum.....??"ucap mereka berdua
"wa'alaikumsalam...." jawab umi
ustadzah nurul langsung ke kamarnya
sedangkan azam duduk di sofa diikuti umah yg duduk disebelahnya,azam memeluk umah dan menenggelamkan wajahnya di dada umah walaupun usianya sudah 18 tahun lebih dan akan segera lulus,bahkan sudah berani mengajak nikah anak orang tapi tetap saja masih selalu manja pada umah ,umah mengelus rambut putra bungsunya itu
"A'a kenapa ketawa tawa sendiri....oh ya tadi gimana pembacaan surat wasiat dan pembagian warisan nya ,lancar???"tanya umah
"Alhamdulillah lancar umi....."senyum Azam
"assalamualaikum......"pa kyai masuk ke dalam rumah
"wa'alaikumsalam....."
"bagaimana bi,,,lancar???"ucap umah beranjak dan sun tangan
"Alhamdulillah,,,mi lancar,,A'a juga lancar maksa neng priscil buat mau di khitbah....."ledek pa kyai dan duduk di sofa
"loh ko???"umah bingung
"iya mi hehehe..... walaupun dengan sedikit perjuangan dan pemaksaan tapi akhirnya priscil dan keluarga mau menerima lamaran A'a mi....."jawab azam
umah ke dapur membuatkan minum untuk pa kyai
"bagaimana ceritanya ,,wah wah sekarang umi menyesal tidak ikut ini..... sepertinya seru...." umah ikut duduk di samping pa yai
"iya sampe ada insiden neng priscil nabrak pohon dan kakinya terkilir....."jawab pa yai
"inalillahi..... ini ko bisa???"tanya umi
azam menceritakan kejadian kemarin malam pada umah
"waduhhhh umi harus bikin upacara "NGARUNGHAL".....kalo gitu ....." ucap umah
(ngarunghal adalah melangkahi sang kakak dalam menikah dalam bahasa Sunda).
ustadzah nurul keluar dari kamar dan bergabung
"bagaimana ini abi ,apa tidak apa-apa si teteh karunghal sama si A'a....."tanya umah
" dalam islam tidak ada aturan dilarang menikah mendahului seorang kaka justru siapapun kamu bila sudah mampu menanggung nafkah maka hendaknya menikah sesungguhnya menikah adalah cara menjauhkan pandangan dan perbuatan zina (HR.bukhari dan Muslim),jangan sampai kita membela orang lain dengan cara mendzalimi orang lain seperti ini si A'a udah ketemu jodohnya lalu harus menunggu sampai si teteh dapet jodohnya yg entah sampai kapan ....dan satu yg paling penting biar A'a sama neng priscil tidak terjerumus pada perilaku berkhalwat ...."jelas pa yai sambil menyeruput teh buatan umah
"masyaallah .....kalau begitu umi mau nanya sama teteh,apa teteh ikhlas lillahitaala karunghal sama adeknya???"tanya umah
"insyaallah teteh ikhlas umi abi......"jawab ustadzah nurul tersenyum
"oh iya bisa juga sebagai tanda agar tidak ada yg merasa tersinggung dan tersisihkan saling memberi hadiah itu akan jauh lebih bagus .....ceuk kasarnya mah mahar buat ngarunghal biar si teteh ngga ngambek....."tambah pa yai
"baik abi A'a paham "
"teteh mau minta apa sebagai mahar pelangkah ??? sebutkan saja biar A'a penuhi....."tanya azam pada ustadzah nurul
"tidak usah a,,,teteh ikhlas dengan melihat A'a bahagia saja teteh senang...."ucapnya bijak membuat azam terharu
__ADS_1
"akhh teteh ,,,,,, Alhamdulillah A'a punya kaka sebaik dan se Sholehah teteh....."ucap azam
"Alhamdulillah....."jawab umah dan pa yai
"ya sudah ,ini sudah masuk waktu ashar mari kita ke masjid...."ajak pa yai
malam hari
"assalamualaikum calon istri....."
"walaikumsalam ....."
"bilang sama keluarga mu , insyaallah keluarga ku akan datang hari ahad untuk mengkhitbah mu berarti 3 hari lagi ,....."
"oh iya, insyaallah ntar dibilangin ,perasaan buru buru banget...."
"iya takutnya calon istriku yg labil ini keburu diambil orang ...."
"gimana kakinya masih sakit??"
"Alhamdulillah udah mendingan...."
"Alhamdulillah..ya sudah selamat istirahat...tashbakhu ' alal khoir.....khumaira"
"saii'dah mubaarakaah......."
tuut...tuut......
" hihihi....." di pikir pikir gue udah kaya orang gila tawa tawa sendiri
tok tok tok
"dek ,boleh abang masuk ???"
"boleh bang masuk aja ga dikunci ko...."
aku sedang duduk sambil senderan di atas ranjang berpangku bantal berkutat dengan laptop,bang jaya pun masuk
"blom tidur???"
"blom priscil lagi ngecek email dari teh gita sama ngurusin grand opening resto and cafe ,kenapa bang??"
"azam ada kasih kabar kapan doi sekeluarga akan datang untuk mengkhitbahmu???" tanya nya
"iya barusan dia telfon katanya hari minggu mereka datang berarti 3 hari lagi..."jawabku
"hhmmmmp....berarti kita juga harus siap siap ,dek ko gue jadi sedih ya loe mau diambil orang ,loe adek gue yg paling tengil.....sini loe...."tiba-tiba bang jaya membawa kepalaku ke dalam ketiaknya dan mengapit leherku
"aduduh...... sakit b*go.....kan loe sendiri yg nyuruh gue nikah sekarang loe yg sedih....gimana sih...."
"dek gue khawatir sama loe,loe jangan berulah jaga nama baik keluarga...."sekali lagi bang jaya memelukku dengan kehangatan seorang kakak
"bang udah akh kaya gue mau pindah ke bulan aja ....tapi bang gue kepikiran mamah ,ntar kalo seandainya azam minta gue pindah ke Cireb** gimana???"tanyaku sedih
"hmmmm sebenarnya abang udah minta dipindah tugaskan ke Bandung, kebetulan salah satu dokter di RS angkatan darat di Bandung ada yg pensiun,,,,,"
"iya semoga aja dipercepat ya bang,,,,"
__ADS_1
"ya udah loe tidur sana ,udah malem ,inget mulai sekarang loe mesti jaga sikap jangan keluyuran malem malem....
"iya ikh bawel ,loe lebih bawel dari ayah...."
bang jaya akhirnya keluar dari kamarku
"hoaammmm...."
akhirnya akupun tidur
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
keesokannya aku bangun melaksanakan salat subuh dan turun perlahan untuk sarapan karena kakiku masih terbalut perban dan masih sakit
"hallo kia sayang aunty kangen sama kia ....."aku menguyel uyel pipi ponakanku yg gendut yg berada di pangkuan mamah
"dek ,,,,sini duduk ...?"pinta ka Airin menepuk kursi disebelahnya aku pun duduk
"iya ka priscil mau itu dong ka ??"aku menunjuk nasi goreng .
"dek ,ga ada kamu sepi dong....."ucap ka Airin tiba tiba membuat semua orang jadi terdiam
aku menatap mereka "ini kenapa jadi pada melow sih
"mah hari ini priscil ijin keluar ya mau ngecek resto bareng teh gita ...?"ijinku memecah suasana
"tapi kan kakimu masih sakit dek??"tanya mamah
"nanti priscil ajak pa Roni aja ,soalnya mesti hari ini besok acara grand opening resto ,pada dateng ya ..."ucapku
"wihhh mantap...loe mah gitu dek waktu itu gue mau ikutan tapi loe ga ajak ajak .."ketus bang jaya
"kan waktu itu loe masih di Jakarta ,lagian juga riweuh urusannya bang loe nya kan sibuk....."jawabku sambil mengunyah makanan
"ntar lah kalo gue mau buka cabang....."jawabku
selesai makan aku kembali ke kamar berganti pakaian dan pamit
di tempat lain..
"umi...abi.....setelah selesai kelas A'a mau nyari gelang untuk acara hari minggu sama ustadz Rahman...." saat mereka sedang sarapan
"kenapa gelang A ??? kenapa ga cincin ???"tanya umah
"kalo cincin Aa ga tau ukuran jarinya priscil kan Aa ga pernah fokus sampai situ mi.... takutnya kebesaran atau kekecilan.." jawab azam
"iya anta fokusnya sama kecantikan priscil iya kan??"sahut ustadzah nurul
"astagfirullahaladzim.....A'a...."jawab umah tersenyum
azam tertunduk kikuk
"sekalian A'a mau cek perkebunan,tambak,hotel dan resto mi,bi....." jawab azam
"iya A....."jawab pa yai
memang sering menghandle usaha keluarga nya bahkan untuk hotel dan resto merupakan aset usaha nya sendiri bersama ustadz Rahman ada juga beberapa usaha lainnya di Jakarta... walaupun terbilang masih cukup muda tetapi azam sudah memiliki beberapa usaha karena memang di didik mandiri oleh pa yai dan pamannya yg bermukim di Jakarta yg merupakan seorang pengusaha
__ADS_1