
makasih yg tetep setia jadi pembacanya pesantren i'm in love dan sudah mendukung author yg amatiran ini
.
.
.
.
.
.
.
. happy reading 😍😍😍
.
.
.
.
.
Aku dan Azam benar benar merasakan yg namanya kasmaran layaknya orang baru pacaran memang benar lebih nikmat ,tidak khawatir memikirkan dosa apalagi bila berbuat lebih
" TETOT "...apa tuh hal yg lebih silll????
yg pertama kami menginjakan kaki ke sebuah mall di Bandung dan menuju bioskop
aku sedang memilih milih film yg akan kami tonton
"by ,mau nonton film apa?? "dengan tetap fokus pada dinding yg menampilkan beberapa cover judul film
"terserah khumai aja, hubby ngikut aja " ucapnya
"emmhhh .....apa ya itu aja by film action komedi gimana???" tanyaku tanpa sadar tangan Azam sudah merangkul pinggangku
"iya boleh , mba 2 ticket ya buat film xxxxxxx "
"boleh,ka mau kursi nomer berapa ??"
"yg ini aja mba..." tunjukku pada kursi yg berada di jajaran kursi ketiga dari belakang
"baik semuanya Rp.100.000 ,"
azam mengeluarkan dompetnya untuk membayar
tak lupa sebelum masuk ruang theater kami membeli beberapa snack dan minuman
sepanjang pemutaran film azam bukannya menonton film tapi malah setia menatapku yg sedang serius menonton diselingi tawa dengan tangan yg bertopang dagu aku yg akhirnya menyadari tingkah Azam menegurnya
" film nya tuh disitu bukan disini " sambil menunjuk layar di depan
azam tersenyum simpul " tapi yg disebelah lebih enak diliat gimana dong???"
aku tersipu malu" yee si ege ,kalo mau nontonin wajah Khumai mah ga usah jauh jauh ke bioskop emang ga bosen apa kan tiap hari ketemu " jawabku
" emangnya ga boleh??? " tanya nya aku tidak menjawab dan berbalik lagi menonton film yg masih berlangsung
sampai saat film selesai kami beranjak kami juga masuk ke arena permainan dan memainkan beberapa permainan ,terlihat olehku setiap permainan yg kami mainkan Azam seperti sudah ahli
"emang di pesantren ada yg kaya beginian ya ko dia jago banget" batinku
setelah lelah kami memutuskan untuk pulang karena memang sudah lewat waktu maghrib juga Azam sudah shalat Maghrib di Mushola yg tersedia di dalam gedung mall sedangkan aku belum karena disana tidak menyediakan mukena , sesampainya di rumah aku buru buru masuk dan melaksanakan shalat Maghrib karena takut keburu habis waktunya..
__ADS_1
aku memasukkan baju bajuku dan barang barangku ke dalam beberapa koper dan menyisakan sedikit bila nanti aku berkunjung dan menginap disini ,aku mengusap figura foto yg kusimpan diatas nakas disamping kasur foto 5 orang anak anak memakai baju SMA yg sedang berswafoto di sebuah kelas ,itu aku dan teman-teman somplakku lalu aku memasukkan nya ke koper satu lagi foto aku bersama bandku aku juga memasukkannya
"maaf ya guys ,gue butuh waktu buat jujur gue harap kalian ga marah sama keputusan gue...." air mata lolos dari mataku aku menyekanya bersamaan dengan itu Azam masuk ke kamar
"khumai ....ko nangis ...??" Azam duduk di sampingku dan menarikku ke dalam pelukannya aku bersandar di dadanya wangi parfum nya yg maskulin membuatku betah
"ga apa-apa,cuman kangen aja sama mereka sampai sekarang mereka belum tahu kalo kita sudah menikah,khumai ga tau nanti reaksi mereka gimana,khumai cuman butuh waktu " jawabku
"insyaallah,,,, mereka akan mengerti,kalo memang sahabat mereka akan paham. ....nanti kalau sudah waktunya kita akan temui mereka ya ,khumai bisa main ko sesekali bertemu dengan mereka hubby sudah bilang hubby tidak akan melarang khumai apapun itu yg penting tidak melanggar aturan " Azam memegang bahuku dan kembali memelukku
"ya udah ,ini semua sudah siap???" tanya azam aku mengangguk
"kalau begitu hubby bawa ini ke bawah dulu..." azam membawa koper ku satu persatu dan memasukkan nya ke mobil
aku turun dan pamit pada semua tiba tiba suasana jadi haru biru ka tyas menangis lebay sampai sesenggukan
"lebay deh loe ka udah mau punya baby juga masih nangis kaya anak kecil malu sama bang Hilman ka..."ucapku yg menepuk-nepuk punggung kakak keduaku ini pelan dia mengeratkan pelukannya
"terus kalo loe pergi gue gimana dek???" tanya nya sesenggukan
"ya ga gimana-gimana....kaya gue kemana aja sih,kalo pengen ketemu tinggal nyusul main ke pesantren,azam juga ga akan larang kali...." jawabku
"gue pengen ikut loe deh dek....?ucapnya tak masuk akal
"ikh semenjak hamil loe lebay deh....udah akh ini kita kemalaman nanti .."aku berusaha melepaskan pelukannya
aku gantian memeluk mamah ,bang jaya ,ka Airin,dan juga kia ,tak lupa bang hilman,dan bibi bibi di rumahku
"gue ga pernah seberat ini ngelepas orang pergi loh dek,sumpah...."ucap bang jaya
aku memicingkan mata "giliran gue ada kalian bully giliran gue pergi kalian nangis "
setelah mamah memberikan beberapa petuah ,kami pun pergi,berat rasanya tapi cepat atau lambat hal ini akan terjadi
selama perjalanan aku seperti biasa *****....(nempel molor hihihi...)
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
setelah setengah perjalanan Azam berhenti disebuah restoran untuk melaksanakan shalat isya sekaligus makan malam dia membangunkanku
***********
kami melanjutkan perjalanan ,aku pun melanjutkan mimpiku yang tadi terhenti karena shalat dan makan , Azam membunyikan klakson dan pintu gerbang terbuka oleh mang Darma yg bantu bantu di rumah pa yai...
"assalamualaikum, mang....."Azam membukakan kaca mobil dan memasukan mobil ke garasi mang Darma menutup kembali pintu gerbang
"wa'alaikumsalam ,aden A'a.....wah manten baru...."ucap mang Darma
"akh mamang bisa saja....." Azam keluar dari mobil melihatku yg tertidur pulas Azam tak tega bila harus membangunkanku untuk kedua kalinya,maka Azam memangku ku dan membawaku ke dalam ala bridal style
"mang maaf bisa minta tolong???" pinta nya pada mang Darma
"boleh atuh den,,,,"
"tolong bawakan koper yg dibagasi ke dalam rumah ya mang,punteun ngarerepot....( maaf ngerepotin ) "
"teu sawios atuh den.....(ga apa-apa )"
Azam membawaku ke kamarnya lantai dua dan membaringkan tubuhku lalu melepaskan sepatuku dan menyelimuti ku dan kembali ke bawah
"nuhun mang ,,,,,(makasih mang)" ucap azam saat melihat koperku sudah masuk rumah
"sami sami...." mang Darma keluar lagi
umi menyadari kepulangan kami
"A'a sudah pulang???dari Bandung jam berapa???mana menantu umi??" tanya umi azam duduk di sofa
"satu satu umi nanya nya ....sudah umi dari Bandung ba'da maghrib tapi berhenti dulu di jalan buat makan sama shalat...menantu umi tidur barusan A'a bawa ke kamar ....."jawab Azam sambil bersandar di sofa
__ADS_1
"ya sudah kalo gitu A'a istirahat juga sana kayanya cape ....."jawab umi
"abi sama teteh kemana mi??"
"abi ada tausyiah di desa kalo teteh lagi kajian di masjid ponpes sebentar lagi juga pada pulang...."
"ya udah deh mi A'a ke kamar dulu ya ...." pamit Azam meninggalkan umi di sofa ruang tengah
ceklek Azam membuka pintu melihatku masih dengan posisi yg sama ,azam berbaring di sampingku kini posisi kami saling berhadapan, Azam memandangiku dan mengecup keningku sampai ia pun lelap tertidur
aku menggeliat ,menahan rasa sakit pada area kantung kemihku ,aku terbangun ingin pipis aku melihat sekeliling ku mengingat kejadian terakhir aku berada di dalam mobil dan tertidur,lalu kenapa sekarang aku berada di sebuah kamar yg asing buatku ,apa Azam yg memindahkan ku lalu ini apa ini kamar Azam ???? aku melihat sebuah jam di nakas yg berada di sebelah ranjang waktu menunjukkan pukul setengah satu dini hari
aku mendengar gemericik air di dalam ruangan depan ranjang , seseorang sedang disana aku mengucek mataku menjernihkan penglihatan ku
ceklek.....pintu kamar mandi terbuka
menyuguhkan pemandangan yg membuatku kaget
saat penglihatan ku sudah jelas
"akkhhhhh......" refleks aku menutup kedua mataku dengan tangan
Azam terheran
"hubby ngapain sih tengah malem telanjang dada gitu....."
"habis mandi , emangnya kenapa ??" tanya nya semakin mendekat
"ga malu apa??"
"kenapa harus malu kan sama istri sendiri..."jawabnya mencari cari baju di lemari
aku yg sudah tidak tahan berlari masuk ke kamar mandi lalu kembali
Azam masih saja belum berpakaian
"belum pakai baju juga ...."aku memalingkan wajah tidak ingin melihat,
"dia yg telanjang dada aku yg malunya "gumamku
azam terkekeh " khumai sayang kamu harus terbiasa memandangku karena hubby akan selalu seperti ini bila sehabis mandi ,baru juga lihat bagian atas bagaimana kalau bagian bawahnya juga dibuka" ucapnya semakin menggoda ku yg sudah gugup karena malu
Azam malah meraih tanganku memberikan baju koko nya memintaku memakaikan pakaian nya
"nih pakein...." pintanya
"hubby kan bisa pakai sendiri...." aku memanyunkan bibir ku ,
"sekarang ini tugasmu sayang....."
aku memberanikan diri membuka mata sebenarnya untuk ukuran pemuda tubuh azam sangat sempurna badan yg atletis menampilkan roti sobek di bagian perut depannya ,kulit putih bersih,dan tinggi apalagi ditambah dengan wajah rupawannya dan rambut yg basah acak acakan menambah kesan macho membuat perempuan mana saja akan klepek klepek ,tidak dipungkiri akupun gadis normal ,aku terpesona melihat pemandangan indah di pagi buta ini apalagi ini tidak akan membuatku berdosa .....
"udah mandanginnya tadi katanya malu tapi sekarang mau ....."ucapnya menyadarkan lamunanku dan mengancingkan kancing koko putihnya satu persatu
"hubby mau kemana ???" tanyaku yg duduk di tepi ranjang
"mau shalat malam sayang,khumai ga mau ikut ???" tanya nya
aku menggeleng pelan " masih ngantuk by....emang wajib ya by....?" tanyaku
"tidak sayang,itu sunnah ...tidak apa kalau hari ini khumai tidak mau ...."
"ya sudah khumai tidur saja lagi ....hubby berangkat dulu ke masjid ya,,, assalamualaikum..." Azam membuka pintu kamar
"wa'alaikumsalam....."
" emang kalo orang sholeh begitu ya.....!! hampir setiap malam melakukan shalat malam ,kalo gitu gue besok besok aja deh sholeh nya " gumamku
aku menarik selimut dan tidur kembali.....
__ADS_1
TBC 😉 😉 😉