Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
28. menjaga hati


__ADS_3

"sil,ikut gue yu sini,gue mau kenalin loe ...."ajak vito yg langsung menarikku


"eh..eh...bentar..." aku terpaksa mengikuti tarikan vito ,dia mengarahkan langkahnya ke hadapan sepasang orang tua paruh baya yg tengah duduk di kursi donatur di belakang


"assalamualaikum,mah,pah"salim vito,aku refleks mengikuti sikap vito yang menyalami sepasang orangtua yg gue pikir itu orangtua vito


"mah,pah kenalin ini priscil calon mantu,"sambil terkekeh pernyataan vito sontak membuatku membulatkan mata dan menepuk lengannya


"apaan sih,maaf om tante vito cuman bercanda,...."ucapku


mereka tersenyum


"iya juga ga apa apa,iya kan mah???ini barusan yg bawain lagu pake keyboard ya??"tanya ayah vito


aku mengangguk sambil tersenyum manis


"cantiknya,berbakat pula ya pah.."ucap mamah vito diangguki ayahnya vito


"makasih tante,kalo gitu priscil pamit ke belakang dulu om tante,,, assalamualaikum..."ucapku buru buru pergi meninggalkan vito dan orangtuanya aku merasa canggung


"mau kemana sil??"tanya vito


"mau ke backstage..."ucapku melenggang pergi


"apaan sih si vito ngeselin banget..."gerutuku


langkahku terhenti saat melihat sosok yg kurasa kini aku mulai menyukainya aku tertunduk malu seketika wajahku terasa panas jantungku berdegup kencang aku berusaha tenang dan berjalan tapi saat kami berhadapan aku melangkah ke kiri dia pun ke kiri aku ke kanan dia pun ke kanan,karena kesal aku menatapnya


"argggghhh...loe tuh mau kemana sih ya udah loe ke kiri gue kenan ...interupsi ku dia diam saja dengan wajah dinginnya


bener bener ni cowo ngeselin banget sih ......


saat beberapa langkah melewatinya tiba tiba tanganku tertarik ke belakang sampai aku berbalik


"sil....apa ucapan anti tempo hari itu serius???" ucapnya yg akhirnya bersuara dengan wajah penuh harap


"u.. ucapan yang mana..."aku mengingat ngingat


"anti ga usah kura kura dalam perahu ...."jawabnya melepaskan tanganku yg sedari tadi dia pegang


aku tau maksudnya ucapan ku yg waktu malam hari di depan masjid yg membuatku menangis sampai tak bisa tidur


"ucapan anti,kalo anti juga suka sama ana??"


deg.....

__ADS_1


jantung gue berasa berenti berdetak ,sesak panas....kaki gue lemes padahal tadi pagi gue makan ........apa ini yg namanya jatuh cinta ko kaya ciri ciri orang disantet yg sering gue liat di film film indonesia sih ....


"apa muka gue udah kaya kepiting rebus ya,gue malu sumpah ,,,,,"aku menundukkan wajahku


"maaf kalo ucapan ana buat anti nangis ,bukan berarti ana tidak mau memperjuangkan anti ana hanya mau membuat anti tidak merasa terkekang karena ana ,,,,,ana tau anti terbiasa bergaul dengan siapa saja tidak adil rasanya kalau tiba-tiba ana melarang anti bergaul dengan teman-teman yg lain khususnya akhi,ana hanya ingin memberi anti ruang dan kenyamanan,"jelasnya membuatku menerima alasannya dan berani menatapnya


"ana mau memperjuangkan anti kalau memang anti sendiri merespon.."jawabnya lagi ,aku melihat usahanya untuk menutupi ketegangan di wajahnya


"jadi???"tanyaku singkat sambil mengangkat alisku sebelah


"sekarang ana tau perasaan ana tidak bertepuk sebelah tangan ,ana akan berusaha mempertahankan perasaan anti buat ana bahkan ana akan buat perasaan suka itu menjadi cinta..." ucapnya sambil tersenyum simpul


DDUARR..........


arggghhh loe tau ga thor sekarang hati gue kek apa ,kaya ditumbuhin banyak bunga bungaan tau ga ada bunga melati,mawar, Lily, lavender rame dehhh....


blushing


wajah gue merah merona kalo ga malu gue mau pingsan aja deh disini


aku diam tak bisa berkata apapun ,mulutku seperti tiba tiba terkunci begitu saja


"kalo gitu ana pergi dulu, assalamualaikum..... " ucapnya sambil melangkah menjauh


"hai guys...."sapaku ketika duduk bersama teman teman ku


"priscil darimana anti??? kita cariin anti ga ada di belakang panggung..."tanya sarah


"itu si vito tiba tiba narik gue ketemu ortunya..."jawabku manyun mengingat kelakuan vito yg menyebalkan


"ciee....cie....udah maen kenalan ma calon mertua aja nih..."goda ayu


"ikh ngga ngga....apaan sih males banget...."ucapku manyun


rentetan acara sudah selesai berlangsung waktupun sudah menunjukkan pukul 3 sore satu persatu tamu undangan sudah meninggalkan tempat


aku menghampiri tempat beberapa orang tamu kyai dan umah menuju dimana ayah dan mamah


berdiri mereka sedang asyik bercengkrama sambil pamit


"ayah sama mamah mau pulang???cepet banget .".keluhku memelas


"iyalah masa mau nginep di asrama .."ucap mamah sambil membelai kepalaku


"adek jangan nakal dengerin kata pengajar disini,dan ingat jangan coba coba kabur!!!!"ucap ayah sambil menunjukan telunjuk nya padaku

__ADS_1


"siap jendral ..."jawabku berdiri tegak dan hormat


ternyata 3 pasang mata melihat obrolan kami dan menghampiri ya..... itu vito dan kedua orangtuanya


"oh ini orangtuanya priscil??"ucap mamah vito sambil tersenyum ramah dan berkenalan dengan kedua orangtuaku


" Wisnu Adinata....." salam papah vito


"Hendra Prawira....."jawab ayah


"pantes aja anaknya cantik,mamahnya aja cantik ayahnya juga gagah...."mamah vito memuji


"akh jeng bisa saja...."jawab mamahku terkekeh


aku tidak suka tatapan vito padaku saat ini seakan punya niat tersembunyi terkesan seperti mesum


"mah....priscil bakal kangen sama mamah sama ayah...." pelukku pada kedua orangtuaku....


"ayah juga bakalan kangen sama anak nakalnya ayah ,jaga diri baik-baik ya,jangan sampai sakit...ayah juga besok harus udah pergi,ada tugas ke kep. Natuna...."jelas ayah


"oh gitu,ya udah ayah juga hati hati..."jawabku


"hihihi,uhhh manis banget priscil tante jadi gemes..."ucap mamah vito...


"iya mah vito juga..."ucap vito tertawa diikuti yg lain


"ya udah kami pamit dulu ya ,"ucap ayah


"iya sama kami juga "ucap papah vito


aku dan vito salim pada mereka lalu kembali berkumpul dengan teman-teman


"sill,serius deh gue gemes sama loe ....makin suka gue...."bisik vito,entah kenapa aku jadi agak sedikit risih dengan sikap vito,aku juga ingin menjaga hati seseorang yg sedang menatapku disana tapi aku juga tak kuasa untuk melarang vito aku terlalu takut , setelah tau latar belakangnya dan tau kadar kenekatannya ,makanya aku biarkan saja dia seperti itu


sebelum hari berganti malam kami semua membereskan bekas acara agar rapi lagi seperti semula aku mengambil sapu untuk menyapukan sisa sampah bekas bungkus snack yg tercecer sedangkan laki laki dan para pengajar membereskan bagian yg membutuhkan angkat mengangkat termasuk tenda


"sil,sebelah situ masih berantakan!!"ucap ustadzah nurul


"iya ustadzah...."aku berlari kecil menuju rempat yg ditunjuk ustadzah nurul


tiba tiba entah licin atau memang ceroboh tiang penyangga tenda yg terbuat dari besi yg berada tepat di atas kepalaku terlepas dari tangan seorang santri yg sedang mencoba menurunkannya


"bruuggg....."


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komen yah....... TBC 😉😉

__ADS_1


__ADS_2