Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
73.kucing garong sang stalker


__ADS_3

terimakasih atas dukungan para readers yg ngangenin like,vote dan komennya sangat membantu dalam membangun mood author....


.


.


.


.


.


.


.


bismillah....


"assalamualaikum nyai...." aku masuk ke dapur menghampiri nyai yati yg sedang mengupas sayuran hendak memasak


"wa'alaikumsalam...neng Priscil..."


"nyai mau masak???"


"iya atuh neng masa mau maen bola , si neng mah ahhh..." balasnya


"mau masak apa ???"


"sepertinya mau bikin capcay dan ayam kecap..."


"nyai , Priscil lagi kepengen makan udang saus padang ,di kulkas ada udang ga sih..." aku membuka kulkas mencari cari udang


" nah ada... ini dia ....." aku mengambil kotak berwarna bening berisikan udang,,,aku meraih celemek yang tergantung di pojok dapur dekat pintu aku membuka kotak udangnya dan membawanya ke wastafel mencuci dan membersihkan nya


" eh... neng mau apa ,biar nyai saja yg masakin ...." nyai lalu meraih udang udang itu


" tidak apa nyai , insyaallah priscil bisa masak ko dikit dikit sekalian nostalgiaan masa dulu pas lagi minggat dari rumah hehehe"


" astagfirullah neng Priscil pernah minggat??"


"iya bi waktu SMP kelas 2 sejak hari itu priscil belajar masak sendiri buat makan sendiri priscil kabur ke rumah temen...


akhirnya nyai yati membiarkan ku memasak dan kami jadinya memasak sambil bercerita masa laluku ,sesekali nyai tertawa mendengar cerita kenakalan kenakalanku yg justru membuat aku menjadi pribadi yg mandiri


aku mengaduk aduk masakanku dan mencicipnya


" emmh pas....coba deh nyai..." aku memberikan sendok pada nyai untuk memberi kesempatan pada nyai untuk menilai masakanku


" bagaimana ??" aku menunggu jawaban nyai


"ihhh enak pisan ,neng ....." jawabnya senyumku mengembang


aku juga mengambil alih memasak di dapur ,jadinya nyai hanya duduk dan menyaksikan aksi chef abal abal sedang memasak...


kami juga saling melemparkan candaan ,,,,,,sudah waktunya makan siang ,masakanku juga sudah selesai semua ,nyai membantu menghidangkan di meja.... terdengar suara obrolan dari arah depan


"assalamualaikum...."


"wa'alaikumsalam..."


Azam berniat ke lantai atas tapi ia urungkan karena melihatku sedang asyik menata piring makanan di meja makan


"wah wah ada bidadari nyangkut di dapur nih. ....." ucap Azam


"assalamualaikum bidadari surgaku...." salam Azam


"wa'alaikumsalam bidadara surgaku..." kekehku


"eh den A'a .....sudah pulang ,neng Priscil kalo begitu nyai ke dapur ponpes dulu ya , sepertinya besok besok nyai hanya akan jadi penonton lagi di dapur dong... assalamualaikum

__ADS_1


"wa'alaikumsalam..."jawabku dan Azam


" asik banget sih...sampe suaminya pulang ga sadar" ucapnya mengecup keningku


"iya maaf ya by.." aku mencium punggung tangan suamiku


"ya sudah hubby ganti baju dulu sana,terus makan ..."Azam menurut dan mengganti pakaiannya


kami langsung duduk di meja makan aku menuangkan nasi beserta lauknya


" sudah cukup sayang,,,jangan terlalu banyak nanti kekenyangan terus ngantuk lagi...."


"wah wah makan siang nih....tumben ada udang ,siapa nih yang masak???" sahut ustadz Rahman yg langsung duduk dan mengisi piringnya dengan nasi


"emmmh enak sayang,ternyata khumai pinter masak kirain hubby khumai ngga bisa masak...." Azam memakan makanannya dengan lahap ustadz Rahman?? jangan ditanya sudah suapan yg kesekiannya


"syukron hubby...." wajahku merona mendapat pujian suamiku sendiri


"ini priscil yg masak ,,wahh ana tidak menyangka ana kira priscil itu sama saja seperti anak orang kaya manja yg lainnya yg tidak bisa apa-apa..." aku menyipitkan mata " makanya don't judge the book from the cover bang ustadz...." jawabku


"berarti hubby tidak salah pilih istri nih sudah cantik pintar masak ,dan baik pula..." ucap Azam


"jangan lupakan tengilnya A'a ....." ledek bang ustadz bibirku mengerucut sedangkan Azam tertawa


" sejak kapan khumai belajar memasak ??"


"sejak kelas 2 SMP waktu khumai minggat dari rumah..." aku langsung mengatupkan mulutku " upppss keceplosan"


"minggat???" seru Azam


"iya by hehehe...."


"ko bisa, sil???" tanya ustadz Rahman


aku menceritakan bagaimana dulu aku minggat gara gara ayah dan mamah sering ngelarang larang semua kegiatan ku ,ini tidak boleh itu tidak boleh sedangkan mereka selalu sibuk sampai sampai aku sempat kucing kucingan dengan ajudan ayah...canda tawa menyelingi setiap suapan makan kami


"oh iya by ,besok khumai ijin keluar ponpes ya selepas shalat subuh ...."


ekspresi Azam berubah menjadi serius " mau kemana ???"


"biasa aja atuh by mukanya .....ga usah nusuk juga matanya kalo yg diliatinnya keresek udah sobek kali...." kekehku


"khumai mau ke bukit belakang ponpes sambil cari sarapan pagi ,khumai lagi kepengen sarapan di luar sambil liatin orang orang lalu lalang....bareng ustadzah Nabila... " kataku dengan menekankan kata ustadzah Nabila membuat ustadz Rahman menghentikan makannya sebentar aku tau ustadz Rahman pasti tertarik hanya biarkan saja agar dia berusaha dan berjuang sendiri aku hanya ingin tau seberapa besar usaha bang ustadz....aku sudah memberinya jalan....


"ya sudah boleh...tapi.....


belum Azam menyelesaikan kalimatnya


"tapi khumai hanya ingin berdua saja hubby dan bang ustadz tidak boleh ikut " ucapku


"ye geer banget siapa juga yg mau ikut..." jawab bang ustadz aku lalu beranjak mencuci piring dan naik ke atas kamar Azam dan ustadz Rahman saling berpandangan aku tau yg mereka rencanakan aku mengintip dari tangga melihat Azam dan bang ustadz seperti saling berbisik merencanakan sesuatu aku hanya menyunggingkan senyuman


"gue tau kalian pasti bakal ngikutin dari belakang...liat aja besok hahaha dasar duo serigala...."


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


keesokannya selepas shalat subuh aku menghampiri ustadzah Nabila untuk pergi keluar ponpes dengan dalih meminta ditemani untuk berolahraga pagi sambil menghirup udara pagi desa dan melihat sunrise di bukit belakang ponpes ustadzah Nabila mengiyakan aku langsung berganti pakaian menggunakan training putih dengan sepatu dan sweater senada tidak lupa jilbab instanku dan memakai jam tangan sport yg membuat ku nampak i kece..... kulihat Azam memicingkan mata menatapku


" ga usah cantik cantik ,nanti kaum ikhwan lirik lirik jadi dosa jariyah buat khumai ,karena sudah mempertontonkan kecantikan sama yg bukan makhrom nya... ucapnya sinis


" iya by ,ini juga khumai ga pake make up ko... biasa aja....ya sudah by khumai pergi dulu pasti ustadzah Nabila sudah menunggu di gerbang..."


"assalamualaikum...." mengecup punggung tangan nya


"wa'alaikumsalam..."


aku melenggang pergi sambil berlari kecil menuruni tangga


"priscil mau kemana nak ??" tanya umi yg sedang sarapan bersama Abi dan teh Nurul

__ADS_1


"priscil mau ke bukit belakang ponpes abi,umi sekalian melihat lihat kampung bersama ustadzah Nabila ...."


"oh,hati hati ya...." abi mengecup puncak kepalaku saat aku salim


"assalamualaikum...


"wa'alaikumsalam...


dari dalam kamar


"elang satu elang satu.....kelinci sudah meninggalkan sarang ganti...." ucap Azam yg berbicara lewat ponsel pada ustadz Rahman yg sedang memantau di kantor abi ,,,disana gerbang ponpes terlihat jelas


"oke diterima jaguar 2 segera ganti pakaian ganti..." balasnya


Azam segera mengambil jaket dan topi juga memakai sepatu karena memang sudah memakai training lalu bergegas turun dan mengucapkan salam pada orang rumah


"ini ada apa sih.... seperti ada yg aneh tadi priscil sekarang A'a yang pergi terburu buru..." ucap umi


"pasangan yg aneh..." kekeh teh Nurul


" jaguar 2 jaguar 2 kelinci meninggalkan pondok....segera menyusul..ganti..."


"oke laporan diterima...."


Azam bertemu dengan ustadz Rahman dan mereka menanggalkan gelar pebisnis mereka hari ini demi menjadi stalker lengkap dengan topi yg mereka pakai


"assalamualaikum ustadzah ,ayo....seger banget udaranya " aku merentangkan tangan dan berlari kecil bersama ustadzah Nabila sambil diselingi canda tawa dan cekikikan,tak jarang warga yg berlalu lalang menegur sapa....


aku melihat dan merasa kalau dibelakang ada dua makhluk kasat mata yg menguntit sungguh aksi mereka membuatku tertawa geli apalagi kalau aku menoleh ke belakang mereka gelagapan mencari tempat sembunyi, sedangkan ustadzah Nabila belum menyadari


sungguh aku mengagumi kebesaran Allah SWT dia mampu menciptakan sesuatu yg indah yg mampu membuat siapa saja berdecak kagum


"masyaallah cantiknya pemandangan, ustadzah" mataku berbinar binar sambil mengusap peluh yg sudah merembes dari jilbabku


"foto dong foto ustadzah..."aku berselfi ria bersama ustadzah Nabila


membuat Azam dan ustadz Rahman yg berada cukup dekat di tempat persembunyiannya berdecak kagum


"ckckckckck sumpah ini pemandangan paling indah bang bro paling sempurna ,untung saja sudah halal...." beda halnya dengan ustadz Rahman yg sedari tadi beristighfar....


karena terlalu asik menguntit membuat Azam dan ustadz Rahman tergelincir karena tanahnya yg sedikit licin terkena embun pagi...hingga menimbulkan suara yg terdengar olehku dan ustadzah Nabila


kami yg tengah cekikikan terdiam " apa itu sil...." tanya ustadzah Nabila menajamkan pendengaran


aku yg sudah tau itu suara apa hanya tenang tenang saja "akhhh paling juga kucing... ustadzah kucing garong... " jawabku


"masa sih kucing garong ,??" tanya nya


"iya kucing garong lagi nguntit...."aku mengeraskan suaraku


"atau jangan jangan ular .....ular palanya gede..."aku bergidik


ustadzah Nabila mengambil batang kayu yg tidak terlalu besar dan menggenggamnya erat bersiap siap posisi hendak memukul aku dibelakangnya kami mendekati sumber suara langkah kami di pelankan lalu ustadzah Nabila mengangguk memberi kode padaku yg diangguki juga olehku


bukkk....bukk...bukkk....


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2