Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
29. perlindungan Azam


__ADS_3

"bruggghhhh.......


tubuhku terasa gemetar ,dan terkulai lemas keringat dingin bercucuran mataku terpejam....


pelan pelan aku membuka mataku


deg......


tepat di depan wajahku seseorang sedang mengungkungku setengah berjongkok dengan kepala yg mengeluarkan darah membasahi pakaian koko putihnya pekikan orang orang menyadarkan ku


"astagfirullah....


"astagfirullah....azam....Azam....


semua orang yg berada di situ sontak mendekati ku dan azam yg sudah terkulai lemas


bahkan santriwati membulatkan matanya dan menutup mulutnya yg terbuka dengan kedua tangannya


"azam ....." aku menatap kedua bola mata hitamnya


"an...anti ga apa apa???"tanya nya dengan sedikit meringis lemas tak lama lalu ia pun jatuh tak sadarkan diri ke pelukanku refleks aku menangkapnya .


akhirnya tubuh azam digotong oleh beberapa santri dan pengajar yg kebetulan hampir semuanya berada disana


"anti tak apa apa ???"tanya sarah yg membantuku bangun ,aku menggeleng tak bisa berkata apapun aku masih syok dengan kejadian barusan ditambah dengan keadaan azam yg pingsan dan terluka bajunya yg bernodakan darah segar


"sini anti duduk dulu ...."ajak sarah yg membawaku duduk di bangku panjang di pinggiran lapang


"ini anti minum dulu" ayu menyodorkan segelas air putih


aku minum sambil memandang tubuh azam yg dibopong semakin menjauh menuju ruang uks .....


flashback on


"priscil yg sebelah situ masih berantakan!"pinta ustadzah nurul


"iya ustadzah"aku berlari kecil sambil membawa sapu


saat tengah menyapu


"awaaasss....."teriak salah satu santri dari arah atas kepalaku


aku mendongak dan refleks melindungi kepalaku menggunakan kedua tangan tapi tiba-tiba azam berlari melindungi dan hendak menangkup kepalaku dengan badannya sambil mendorong tapi tidak sempat kami bergeser, seketika besi penyangga itu jatuh menimpa kepala dan punggung azam yg tengah melindungiku hingga ambruk akupun yg posisinya dibawah kungkungannya ikut terjatuh walaupun tidak terkena besi ,kepala azam terluka terkena besi hingga mengalirlah darah segar bukannya kesakitan atau memikirkan keadaan nya dia malah sempat sempatnya bertanya keadaanku....


************

__ADS_1


"mana ada yg sakit,ada yg terluka???"ayu menyapu seluruh bagian badanku


tanpa permisi air mataku lolos begitu saja bukan karena keadaanku ,kurasakan dadaku terasa sesak sedih dan khawatir melihat azam,aku sesenggukan yg membuat ketiga temanku bingung dan khawatir sendiri


"anti kenapa sil,ada yg sakit???"tanya sarah


"anti kenapa nangis,???"tanya ayu yg membuatku nangis semakin menjadi


"sil....sil kamu ga apa-apa ,ada yg luka ada yg sakit???"tanya vito berlari ke arahku dan terlihat kekhawatiran yg sangat darinya


aku menggeleng dan malah menangis sarah memelukku dan menenangkan ku


"udah sil,,,, ana tau anti syok udah yah...."sarah menepuk-nepuk punggung ku lembut


"gue ga papa "ucapku pelan sambil membersihkan bajuku yg sedikit kotor dan menghapus air mataku


kulihat tubuh azam yg masih tak sadar di bopong ke dalam mobil bersama ustadz Rahman,kyai usman,dan ustadzah nurul dan melaju keluar pesantren


beberapa santri melihat dan saling berbisik membicarakan kejadian barusan


"sil anti tak apa apa??"tanya ustadz Farhan mendekati ku dan berjongkok di depanku terlihat dari tatapannya begitu khawatirnya beliau padaku ,vito mendengus kasar dan tersenyum kecut melihat perhatian ustadz Farhan padaku


"ana tak apa apa ustadz,bagaimana keadaan azam ustadz??"tanyaku cemas


"permisi ustadz saya mau ke kamar dulu,mau istirahat assalamualaikum.."ucapku beranjak meninggalkan semua yg berada disitu


"perasaan ku tak tenang apakah azam akan baik baik saja,ya allah lindungi azam jangan sampai dia kenapa-napa...." batinku tak tenang


sarah,ayu,dan cici mengekor , sedangkan santri dan pengajar yg lain meneruskan pekerjaan mereka


aku duduk di kasurku melepas kerudungku yg terasa gerah karena khawatir ketiga temanku duduk bersamaku ,aku memutuskan untuk pergi membersihkan diri maghrib berlalu hingga isya menjelang tak ada suara mobil kembali ,,,,pandangaku terus saja melihat ke arah gerbang berharap mereka segera kembali sekitar pukul 9 malam mobil pesantren kembali turunlah ustadz Rahman dan kyai menuju ruangan masing-masing


aku berlari menghampiri ustadz Rahman


"ustadz..... bagaimana kondisi azam"tanyaku to the point


"walaikumsalam,datang tuh salam dulu...."ucapnya tersenyum


"eh iya lupa?? assalamualaikum..."jawabku nyengir


"azam sudah ditangani, sekarang juga sudah sadar ,hanya saja butuh masa penyembuhan sekaligus akan di rontgen takutnya ada luka dalam ..."jawabnya dengan senyum curiga


"anti sepertinya khawatir sekali,sil.,"tanya nya menginterogasi


"akh..eng..engga kan azam kaya gitu karena nyelamatin saya ustadz,kalo gitu saya permisi , assalamualaikum..."buru buru aku pergi takut ustadz Rahman bertanya lebih jauh lagi saat beberapa langkah

__ADS_1


"sil,azam tadi nanya keadaan anti...."ucap ustadz Rahman lantang


deg.....


langkahku terhenti karena ucapan ustadz Rahman


aduhhhh ege banget sih si Azam.... bisa bisanya azam nanya keadaan ku pada ustadz Rahman ,bisa bisa nanti kita berdua dihukum karena dikira berpacaran di pesantren....


"heheheh sil santai saja,ga usah panik begitu walaupun ana pengajar disini ,ana paham dan maklum ,, santri santri disini berusia remaja ana tak pernah mengekang kalian untuk merasakan anugerah pemberian Allah SWT ,ana juga merasakan hanya ana wanti wanti daripada harus berpacaran yg hukumnya makruh ,,apalagi bila sepasang manusia berlainan gender punya perasaan suka dibiarkan berdua saja ketiganya adalah syaitan dan bahkan dengan bertatapan saja sudah termasuk zina mata terkadang ya remaja tidak bisa mengontrol hawa nafsu lebih baik melakukan ta'aruf"


yah....memang ustadz Rahman bukan ustadz yg mengekang dengan ekstrem mungkin disini hanya beliau lah yg paling pengertian bahkan terkadang ustadz Rahman sering menjadi tempat curhat santri santri disini itu kenapa ustadz Rahman mendapat julukan ustadz gaul disini pemikiran nya yg aga modern juga umurnya yg terbilang masih cukup muda.....


aku hanya terdiam malu....


"ana tak sengaja mendengar obrolan kalian waktu tadi di belakang acara ,azam juga sering cerita tentang anti pada ana,kalau memang anti mau menjenguk besok anti ikut ana dan umah ke RS bagaimana???"tanyanya aku sontak mengangguk cepat


"hahaha ya sudah besok pukul 9 pagi ana tunggu di gerbang ,kalau begitu ana ke ruangan ana dulu assalamualaikum.."ucapnya sambil berlalu


aku kembali ke kamar dengan perasaan lega ,dan tanpa disadari aku jadi tersenyum senyum sendiri mengingat perkataan ustadz Rahman barusan hingga membuat ketiga temanku bengong terheran


"anti waras sil???"tanya ayu


"ana jadi khawatir anti stress??"balas sarah sambil memegang keningku


"emang orang stress bisa di cek dari suhu tubuhnya iya, perasaan ngga dehh...."jawabku mengangkat alis sebelah sarah hanya terkekeh


"eh,bsok gue mau ijin ya ...."ucapku sambil tersenyum


"mau kemana???"tanya Cici


"mau nengok azam ,"jawabku


cie ..cie....


"tunggu jangan salah paham dulu ini karena gue khawatir gara gara nyelamatin gue dia jadi kaya gitu .."ucapku sambil memanyunkan bibirku


"iya deh......"ucap ayu dengan senyum penuh makna


dan menyipitkan matanya


"apa ??"tanyaku gugup takut ayu dan yg lain berpikir yg macam macam


bukannya aku mau menyembunyikan sesuatu dari mereka hanya saja kurasa belum waktunya sampai aku bisa yakin dengan perasaan ku terhadap azam


mereka hanya tertawa melihat wajahku yg sedikit terlihat aneh seakan sedang menyembunyikan sesuatu,kulihat cici dan ayu tertawa seperti menggoda sedangkan sarah terlihat tersenyum hambar,ada apa kira kira dengan sarah???apa dia memiliki masalah???

__ADS_1


__ADS_2