
terimakasih readers nya pesantren i'm in love yg ngangenin atas dukungan like,vote and komen semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan dan moment moment manis di setiap langkah readers semua semanis cerita pesantren i'm in love hehehehe....
cie elah lebay banget bahasa loe thor....(priscil POV)
okeh deh lanjutt......
.
.
.
.
.
.
.
Azam membuka pintu kamar dan menutupnya lagi malah menguncinya lalu menjatuhkan tubuhku di ranjang dan berjongkok membukakan sepatuku
aku memperhatikan dan menurut saja setelah selesai dia kembali menatapku berikut senyum smirknya membuatku menjadi bergidik takut
"hubby jangan gitu kek liat nya khumai takut ,hubby lebih serem dari bang Gio by...." ucapku menunduk
"emang.....!!! khumai baru sadar ,makanya hubby bisa jadi anak buah kesayangan bang Gio "ucap Azam dengan seringaian aku mundur hingga menyentuh kepala ranjang dan menutup wajahku menggunakan kedua tanganku
Azam POV
astagfirullah.... ternyata ini semua rencana khumai ,awas ya khumai.....terlintas ide jahil di benakku untuk menggoda istriku ini sekaligus ide yg menguntungkan buatku hehehehe aku mengeluarkan senyuman b*jing*n ku membuatnya ketakutan sebenarnya aku ingin tertawa hanya saja aku tahan lucu sekali ekspresi nya...
*********
Azam menarik kakikku yg kutekuk ,tubuhku ikut tertarik dan terlentang
"by...ampun by....hubby mau apa ?"
Azam merangkak kini posisinya berada diatas ku tapi tidak menindih
"hubby bakal hukum khumai "
"hukum apa by..."
"hukumannya gampang ko...."
"khumai ga boleh keluar kamar seharian ini ..." ucapnya
"lho ga bisa gitu dong by....kalo khumai ma...." sebelum aku menuntaskan ucapanku Azam sudah memotong
" kenapa ga bisa ? apapun bisa hubby lakukan sayang...." Azam mengelus pipiku lembut
"kalo khumai mau makan ,mau nonton ,terus kalo khumai bosan bagaimana ??" tanyaku nyerocos
" mau nonton??tv ada didepan kasur ,,,,laptop juga ada mau ke toilet tuh hanya beberapa langkah mau makan nanti hubby siapkan makan untuk khumai dan membawanya ke sini.... " ucapnya
tidak ada lagi alasan untukku menolak aku hanya pasrah
"iya by...."
"nah sekarang bagian hukuman yg mengasyikannya..." ucap Azam menjauhkan tubuhnya dan mulai membuka sweater nya aku menautkan kedua alisku
"hubby mau apa ???"
" kucing garong lagi lapar....khumai tuh menggiurkan kaya ikan segar jadi hubby mau melahapnya...." aku mengerti dengan maksudnya mencoba kabur dan menyelimuti diri tapi Azam keburu menarikku
"eitsss mau kemana???"
"hubby ikhhh masih pagi....khumai juga belum mandi masih keringetan....bau...."
"emangnya kenapa kalau pagi pagi,hubby juga suka sama bau keringet khumai ko that is my drugs...." senyum smirk kembali terlukis
dan begitulah yg terjadi pagi pagi ranjang berukuran king size itu sudah panas dengan kelakuan si kucing garong yg melahap habis si ikan segar. .....bantal guling berjatuhan ke lantai sudah seperti kapal pecah
"khumai sayang ,,,,,hubby hari ini ada tausyiah bersama forum remaja masjid di surau kampung ,hubby tinggal dulu ya ," begitu ucap Azam yg terdengar olehku aku mengangguk tapi mataku tetap terpejam aku masih merasa ngantuk dan lelah
Azam pergi ke kamar mandi dan mandi junub lalu berpakaian rapi koko berwarna ungu tua dan sarung juga kopiah hitam dan jam tangan sport ia kenakan ,,, ia keluar dari kamar lalu kembali dengan membawa nampan berisi sepiring nasi dan lauk pauk juga segelas air putih dan beberapa potong buah buahan
"hubby pergi dulu ,jangan lupa makan , makanan nya hubby taruh di meja , assalamualaikum" Azam mengecup keningku
"waalaikumsalam..."
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
aku terbangun....kulihat Azam sudah pergi aku berdiri sambil melilitkan selimut di tubuh toplesku menuju kamar mandi dan mandi lalu berpakaian tapi aku sedikit kesulitan memakai bra ku kenapa sekarang rasanya bra ku menyempit ya rasanya baru bulan kemarin aku membelinya ini masih baru ko tapi ko ukurannya aga sedikit mengecil ya aku tidak ambil pusing aku bercermin dan menyisir
aku berdecih....saat melihat jejak jejak si kucing di leherku
__ADS_1
"pake bilang hukuman segala lagi...."
aku merapihkan kamar lalu makan sambil menonton tv ...baru beberapa puluh menit tapi aku sudah merasa bosan , sebenarnya pintu kamar tidak dikunci tapi aku tak berani untuk keluar kamar, aku kapok untuk melawan akhirnya kuurungkan niatku untuk keluar
lusa adalah hari dimana kegiatan belajar akan dimulai kembali hari ini sebagian besar santriwan dan santriwati sudah mulai kembali ke ponpes termasuk ketiga temanku .....aku ingin sekali menemui mereka tapi aku sedang di hukum
terhitung sudah satu bulan aku menikah dengan Azam aku membuka jendela kamar menghirup udara luar sambil memainkan ponselku membuka Instagram tak sengaja mataku menangkap sebuah foto makanan saliva ku naik padahal aku baru saja makan tapi rasanya aku ingin sekali.....
tak lama Azam kembali
ceklek.....
"assalamualaikum...
"wa'alaikumsalam....by liat deh ini by...khumai mau ini dong by...kayanya enak deh by...beli yu...." pintaku merengek
"memangnya khumai belum makan???" tanya nya
"sudah by itu sudah habis ,,,,,tapi khumai masih lapar by..."
Azam membelalakkan mata dia merasa tadi itu dia mengambil porsi makan alas tukang becak dan kini aku sudah merasa lapar lagi
"makanan yg tadi tidak dibuang kan ???" tanya Azam
"hubby apaan sih ,,, ya dibuang ...dibuang ke perut ,,,hubby mau membelikannya tidak???" tanyaku mulai kesal
"iya nanti hubby belikan...." jawabnya
"ko nanti sekarang dong ...."
"itu jauh sayang...." rayunya
"khumai mau nya sekarang by...." kesalku
" ya sudah tapi khumai mau nunggu kan " Azam bertanya mengingat letak ponpes ke pusat kota harus ditempuh waktu kurang lebih satu jam
"iya khumai tungguin ...."
"ya sudah hubby pergi ,khumai tunggu aja disini..." jawabnya Azam mengambil jaket ia mengganti celananya dengan jeans selutut lalu meraih kunci mobil
aku tersenyum kegirangan ,,,,
satu jam...
dua jam .....
dan membawa sebuah bungkusan berisikan makanan yg aku minta lalu menuangkan nya dipiring , Azam hanya memperhatikanku melahap sampai habis tak bersisa dia hanya melongo sambil meringis bagaimana tidak tahu gejrot yg kumakan pedasnya level 10 ,sampai aroma si rawitnya saja menyeruak di hidung tapi aku anteng anteng saja memakannya
"enak???" tanya nya
"enak ..hubby mau ???"
"engga ....liatnya saja sudah ngeri....awas nanti khumai sakit perut...." jawab nya
"by ....."
"heemmmm " hanya gumaman yg keluar dari mulut Azam yg sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya
" besok kan masih libur kalau khumai ijin keluar ponpes sama ayu,cici dan Sarah boleh tidak khumai bosan by sekalian khumai mau beli kebutuhan khumai sehari-hari ....." tanyaku Azam langsung menghentikan ketikan jarinya lalu menatapku penuh tanda tanya
"mau kemana???"
"mau ke pusat perbelanjaan by ,,,,nongki nongki masa iya liburan tapi ga refresh otak by kan lusa sudah belajar lagi ...."
Azam menyipitkan mata " tapi jangan macam-macam...."
"macam-macam gimana maksudnya??" tanyaku tidak mengerti
" jangan tp..tp (tebar pesona)...sama ikhwan ....jangan terlalu lama juga jangan berbuat yg aneh-aneh...hubby tidak bisa mengantar besok hubby ada kerjaan ,,,,rapat penting...." jawabnya mengelus pipiku lembut
"iya by....."
💐💐💐💐💐💐💐💐
saat shalat subuh aku bertemu kembali dengan trio rusuh temanku ,aku sangat merindukan mereka ,kami melepas rindu saling berpelukan
"sillll....!!!!!!" pekik mereka
aku menyongsong mereka ," ayu,cici ,sarah..."
"sill anti tidak apa-apa kan ???" tanya sarah aku mengkode sarah untuk tak membicarakan kejadian penculikan itu di depan ayu dan cici agar tidak heboh biarlah yg berlalu biarlah berlalu tidak usah diungkit lagi
"hey....ukhti .....ikutan dong....." pekik Fikri yang mendapatkan kepalan tangan dari ayu
Ramdan terkekeh... sedang kan Azam hanya geleng-geleng kepala lalu masuk ke masjid
"hey...cepat masuk.ke masjid sudah Iqamah itu...." pekik vito
__ADS_1
"iya bawel....ehhh to gue kira siapa ,mana ????" aku menghampiri vito dan menjulurkan tangan menagih janji oleh oleh nya....
"apa ..." tanya vito
"jangan pura-pura lupa...." aku memukul bahunya
"iya nanti ada di kamar ,kalo mau ambil sendiri..." jawabnya
" boleh tapi nanti loe yg kena bogeman Azam..." kekehku
"hahahaha....takut gue ntar gue titip ke Azam deh...baru dua minggu gue ga liat loe ,subur banget tuh badan dikasih pupuk apa loe sama Azam ..." Vito melihatku dari atas sampai bawah dan berujung di pipiku yg memang terlihat chubby
"ahhh masa sih...."aku celingukan dan bercermin di jendela masjid " ngga ahhh ...." jawabku cepat
tiba tiba sebuah tangan menarikku lembut "udah ngobrolnya bukan makhrom cepetan wudhu..sudah mau shalat...loe juga to..." ucap nya yg ternyata Azam
setelah selesai shalat dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an lalu aku mengajak trio rusuh untuk jalan jalan ke salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota tentu saja mereka mau...
"girls....jalan jalan yu hangout...ana traktir deh ...."
"yeeee asik....mau lah..." jawab ayu
"Cici mau....."
"kapan lagi ditraktir sultan.....yuu....jam berapa?" jawab Sarah
"jam 10an ya ...ntar ana tunggu di depan ruang kantor pa yai...."
"OKE....."
jam 10........
mereka sudah stand by di depan ruang kantor abi sesuai permintaanku
"guys.. .....ana sudah minta ijin sama abi dan umi ko kalian boleh namu ke rumah hihihi tapi lewat gerbang saja ya kalo harus lewat kantor abi tidak sopan abi juga sedang ada tamu "ucapku mereka mengangguk lalu mengekor keluar gerbang ponpes dan masuk ke gerbang rumah
"wahhh baru sekarang ana lihat rumah pa yai...ckckckck masyaallah...besar nya megah..." jawab ayu
"iya ya...." jawab cici
mereka masuk ke ruang tamu
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam....eh ada santriwati pesantren ini sarah,ayu dan cici ya ....." sapa umi lalu mempersilahkan mereka duduk
"bentar ya ana ganti baju dulu..."
"mau pada kemana???" tanya umi
"mau jalan jalan ummah...."
Azam ,teh Nurul dan ustadz Rahman sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan pernikahan teh Nurul menengok
"ayu, Sarah,cici...." teh Nurul mendekat
"assalamualaikum ustadzah...
"tumben ada apa??"
"ini ustadzah mau apa sih namanya kata priscil tuh henger atau apa sih jalan jalan itu namanya..." jawab cici membuat semua orang tertawa ,dan mendapat tepukan di paha kanannya oleh ayu
"ishhhhh... hangout" dengan logat jawa medoknya ayu ...
"iya itu ustadzah maksud Cici...."
mereka memakai rok panjang dan sepatu flatshoes juga kaos panjang saja dan jilbab segiempat tak lama aku turun , Azam melihatku dari atas hingga bawah memicingkan mata
"by ...khumai ja....."
"ganti...bajunya....." ucapnya cepat
semua mata melihat azam akupun kebingungan apa yang salah dengan bajuku
"jangan pake baju itu ,..." tambahnya
"lho memangnya kenapa by ini kan tertutup dan longgar.... "ucapku polos umi yg barusan masuk ke ruang tengah bersama teh nurul geleng geleng kepala dan tersenyum ,umi mengerti kenapa putranya itu bersikap seperti itu begitupun teh Nurul dan bang ustadz
"udah atuh by ,khumai udah ditungguin oh ya bang ustadz kunci mobil priscil mana ???" aku menjulurkan tangan saat ustadz Rahman ingin memberikan kunci mobilku di laci meja sebelahnya azam dengan sigap meraihnya
"ganti dulu ga bajunya atau ga usah pergi sekalian..."pintanya seperti perintah
aku mendengus dan menghentakkan kakiku "emang apanya yg salah sih umi...." aku bertanya pada umi
umi tersenyum dan mencubit pipiku" ga ada yg salah ko dari bajunya priscil hanya yg salah itu pada diri A'a.....disini nih..." jawab umi sambil menepuk-nepuk pelan dada Azam
__ADS_1
"terus priscil harus pake apa masa pake dasternya umi...." cerocosku kesal.....