
assalamualaikum readers kuharap kalian ga benci author
rasain loe thor....kena protes readers yg ngangenin lu , dibilangin juga.... gue pasti banyak yg belain ....
oke...oke.....calm down sil....ikan hiu pake sweter rajut ...yuuu dilanjut.....
bismillah
.
.
.
.
.
.
.
ustadz Rahman terlihat sedang melakukan panggilan dari jauh sesekali menatapku
"sil ana urus administrasi dulu ,ana juga sudah telfon orang rumah ,ana tinggal dulu sebentar ya..." ucapnya mengelus-elus punggungku
aku mengangguk lalu menunduk lagi kupandangi tangan,baju dan jilbabku sudah bernodakan darah Azam yg mulai mengering ,aku beranjak menuju toilet dengan pikiran kacau hampir semua mata tertuju padaku mungkin mereka terheran melihat bajuku dipenuhi noda darah
aku membilas di wastafel sambil berkaca begitu kacaunya aku dengan mata sembab yg masih mengeluarkan air mata ,dalam hati aku terus berdo'a untuk kesalamatan suamiku
keluarga Azam yg mendapat telfon dari ustadz Rahman kaget bukan kepalang bak petir di siang bolong mereka langsung tancap gas menuju kesini aku kembali duduk di kursi panjang tadi,ternyata operasinya belum selesai ustadz Rahman juga sudah kembali dia kembali membawa dua botol air mineral dan memberikannya satu untukku
"minum dulu sil ,,,," ucapnya
" kalo aja priscil ga keluar ponpes buat main ke rumah sarah ini semua ga akan terjadi bang ustadz ,,,,," sesalku
" ini sudah jadi kehendak Allah ,sil... kun fayakun bila Allah sudah berkehendak maka tidak ada yg bisa mencegahnya Allah berkata jadilah!!!maka terjadilah...." ucapnya
"insyaallah Aa akan baik baik saja sill...." ucapnya
"baru saja priscil kehilangan ayah , sekarang priscil tidak mau kehilangan Azam juga bang ustadz ..."
"sil anti harus optimis......percaya akhi baik baik saja kita do'akan saja, sudah masuk waktu shalat isya ana juga yakin anti tadi tidak shalat maghrib di jamak saja ini pakaian bersih untuk anti barusan ana ke toko baju dekat sini ,lihat baju anti penuh darah " ustadz Rahman memberikan paper bag coklat berisi pakaian bersih gamis biru dongker beserta jilbabnya,aku bergegas ke toilet untuk berganti pakaian dan beranjak ke mushola untuk menunaikan shalat lalu kembali ke depan ruangan tadi masih dengan keadaan yg sama ,namun saat menunggu dari dalam terdengar suara roda blangkar yg di dorong kami penasaran dan harap harap cemas berharap operasinya berhasil dan Azam akan baik baik saja dari dalam blangkar tersebut membawa tubuh seseorang yg ditutup selimut seluruh badan dengan didorong oleh dua perawat mataku langsung membelalak
"ga mungkin......hubby....." aku terhuyung ke belakang seakan kakiku tak kuat menahan beban tubuhku lagi ,badan ku lemas selemas lemasnya begitupun ustadz Rahman yg sama terkejutnya denganku
aku berusaha mengejar tubuh yg dibawa oleh 2 perawat itu menuju kamar mayat aku menghentikan nya
"maaf apa pasien ini yg barusan melakukan operasi pada bagian perut???" tanyaku memastikan dan besar harapan mereka menjawab tidak
"iya betul , apakah nona keluarganya???" aku dan ustadz Rahman mengangguk
"boleh kami melihat untuk memastikan???" masih berharap kalau itu bukanlah Azam
apakah aku siap ???
deg...
deg...
deg....
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
aku membuka kain putih penutup jenazah itu rambutnya berwarna hitam legam
"sama......
"saat kuteruskan dan membuka lebih"
deg
lalu aku menutupnya kembali aku terduduk di lantai menangis.....
flashback on
Salsabila sedang berada di kediaman om tante nya untuk menenangkan diri sampai ia melupakan kalau baterai ponselnya habis lalu ia mencharger nya dalam keadaan off ,ia pun tertidur ia bangun setelah pukul 4 sore ia menghidupkan ponselnya yg sudah full baterai,ia terkejut oleh beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan ,salah satu nama menarik perhatiannya
"Azam...."
_Azam_
" sal ,kamu dimana???
"jawab panggilan ku salsa....
"please tolongin aku kali ini ,,,,,
" selamatkan nyawa priscil,sal....
"saat ini bang Gio menyandera priscil ,di markas... dia salah paham ,dia fikir aku bawa kabur kamu darinya
Salsabila membelalakkan matanya melihat pesan itu " apakah aku harus kembali ke tempat itu,tapi akibat ulahku yg kabur dari Gio ,priscil dalam bahaya ,aku tidak bisa diam saja " batin salsa
dia langsung meraih jaket dan tas selempang nya dan pergi secepat mungkin menuju markas Gio
author POV
tapi kedatangannya terlambat saat dia datang Azam sudah tergeletak dengan Priscil yg berurai air mata begitupun Gio yg sudah terduduk dengan dar*h yg mengalir dari pahanya
"Gio.....!!!!!"
Azam dibawa priscil dan Rahman keluar dari rumah itu
sedangkan salsa mendekati Gio dan membantunya bangun dan membawanya ke klinik terdekat untuk mengobati dan mengeluarkan peluru yg bersarang di paha kanannya
" Gio kamu salah paham pada Azam ,aku memang mendatangi Azam dan Rahman ,jujur aku akui aku mencintai Azam itu juga salahmu yg sering menitipkanku pada Azam membuatku merasa aman dan nyaman dengannya tapi aku juga tidak bisa berharap lebih karena dia sudah memiliki seseorang yg spesial untuk nya ditambah kini aku sedang........" ucapan salsa tertahan ia ragu tepatkah keputusannya untuk memberitahukan pada Gio tentang kehamilannya
"sedang apa??? cepat katakan!!!" bentak Gio
salsa membuka jaketnya kini terlihatlah perut nya yg sedikit membuncit "aku sedang mengandung dan ini anakmu , GI......" salsa tertunduk
Gio tergelonjak kaget" jadi.....???" Gio mengacak rambutnya frustasi
" kamu seharusnya berterimakasih pada Azam dan priscil justru mereka yg telah menyadarkan ku untuk kembali padamu mereka sudah peduli padaku dan........calon...anak...Ki..ta..."ucap salsa pelan
"kini usia kandungan ku sudah menginjak 17 minggu " tambah salsa sambil mengusap perutnya
Gio tertegun "maafkan aku salsa ,,,selama ini aku sudah memperlakukan mu dengan buruk...." Gio menatapku sendu dan membawa salsa ke pelukannya
salsa tersenyum kini Gio sudah menyadari kesalahannya
__ADS_1
"aku akan bertanggungjawab kita akan segera menikah...." ucap Gio
"tapi sebelumnya kamu harus meminta maaf padanya Azam dan priscil ,aku pun kini tak tau bagaimana keadaan Azam terakhir kulihat dia...."
ucapan salsa berhenti
"ya...aku menembaknya ,kita harus segera menyusul aku harus meminta maaf ,aku bersalah sangat...sangat bersalah ......" ucap Gio sendu
salsa terdiam baru kali ini ia melihat Gio sesedih ini atas perlakuan teganya pada orang lain ,ia tau di dalam hati Gio,laki laki ini sangat menyayangi Azam yg sudah ia anggap seperti adik sendiri hanya saja amarah dan keegoisannya mengalahkan hati nuraninya
di rumah sakit
aku terduduk di lantai menangis
"sill sudah ayo kita kembali ....."
aku segera kembali bersama ustadz Rahman menuju ruangan tadi dengan perasaan sedikit lega
"itu bukan Azam ......." aku mengelus-elus dadaku
dokter keluar dari ruangan ternyata ruang operasi itu memiliki dua kamar operasi
"keluarga tuan Fateh???"
"iya dok...."aku segera bangkit
"Alhamdulillah operasi pengangkatan pelurunya berhasil juga penutupan luka tembaknya,,,, untung saja peluru tidak menembus organ organ penting sekarang pasien belum sadarkan diri karena memang inilah masa masa kritisnya ,kita do'akan saja jika didiagnosa pasien mengalami trauma abdomen....kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat intensif care unit (ICU)"
aku tak tau apa aku harus senang,sedih ataukah bagaimana semua penjelasan medis dokter tak masuk diotakku ,aku masih harus menunggu Azam siuman barulah sudah bisa dikatakan baik baik saja
akhirnya Azam dipindahkan ke ruang ICU,dengan setia aku menemani di samping nya tak ingin meninggalkannya,kulihat wajahnya yg pucat dengan intens....
ustadz Rahman pamit menjemput Abi,umi dan teh Nurul yg sudah di depan rumah sakit .....secara bergantian mereka masuk ke ruangan melihat keadaan Azam ,umi menangis melihat keadaan putranya
"astagfirullahaladzim A'a....."aku memeluk umi saling menguatkan akupun larut dalam tangisan
"mi.... Azam akan baik baik saja kan mi.... Azam ga akan ninggalin priscil kan mi kaya ayah ninggalin priscil???"
umi menggeleng "insyaallah .....A'a akan baik baik saja .....jangan sampai kita berhenti berdo'a ya sayang .....".....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
maafkan author ya readers sudah membuat Azam celaka ...di episode berikutnya apakah Azam akan benar-benar pulih apakah kejutan kejutan lainnya yg sudah disiapkan untuk Azam dan priscil dari author tetep stay tune yaaa.......😙😙