
maaf ya readers , author amatiran ini sering bikin kesel gegara gantungin cerita , abisnya suka bingung ngerangkai kata katanya hehehe
okeh kita lanjut deh author ga bosen bosen minta dukungan like,vote dan komen,kritikan ataupun saran ,biar lebih semangat lagi buat up .....
salam hangat author 😚😚😚
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"saya sangat tertarik pada anti , apakah saya boleh melamar dan mengkhitbah anti?" tanya ustadz Farhan lirih
DEG.......
semua membelalakkan mata
"HAH......."
Azam mengepalkan tangannya.....
"kreek......
suara gesekan kaki kursi dan lantai saat aku berdiri dari posisi dudukku
"maaf ustadz sepertinya pikiran ustadz sedang kacau,saya permisi dulu, assalamualaikum.." nada bicaraku tegas sebab aku merasa kesal dengan ucapan ustadz Farhan walaupun aku tau beliau tidak sepenuhnya salah beliau tidak mengetahui kalau aku sudah menikah ,lalu aku berbalik dan melangkah meninggalkan ustadz Farhan yg menatapku kecewa.
"sil....priscil....tunggu...."
aku melangkah kasar keluar ruangan,raut mukaku tidak bersahabat,sampai aku tak melihat kelima orang yang dari tadi mengintip dari balik tembok.
Azam yang sudah menahan emosi dari tadi langsung masuk ke dalam ruangan tanpa aba-aba
"assalamualaikum ustadz..." dengan wajah yang dingin
"wa'alaikumsalam, Azam ada apa anta kemari??" ustadz Farhan terkejut dengan kedatangan Azam yg tiba-tiba
"bisa kita bicara sebentar ,ada yang ingin ana tunjukkan pada ustadz..." ucap Azam
"silahkan bicara saja...." jawab ustadz Farhan
"kalau ustadz tidak keberatan ,bisa ustadz ikut ana sebentar ...." pinta Azam
"baiklah tapi ana tidak bisa lama " ucap ustadz Farhan sambil membereskan kertas kertas ujian remedial
akhirnya mereka pergi , Azam berada di depan ustadz Farhan mereka menuju ruangan pa yai...
"ada apa ,zam???" tanya ustadz Farhan
"ustadz tunggu dulu sebentar disini , silahkan duduk dulu ana mau ambil sesuatu , tidak lama..."
Azam segera masuk ke ruang tengah dan sedikit berlari menuju kamar dan mengambil map coklat dari dalam laci meja rias lalu bergegas kembali menemui ustadz Farhan yg sedang duduk menunggu di ruang pa yai....
kebetulan pa yai sedang tidak ada di ruangannya...
"ustadz tadinya ana tidak ingin memberitahukan masalah ini karena memang masih dirahasiakan,tapi berhubung ana rasa ustadz perlu tau agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari maka ana akan memberitahu ustadz tentang ini ...."
Azam memberikan amplop coklat itu pada ustadz Farhan, ustadz Farhan menautkan kedua alisnya
"apa ini,zam??"
"buka saja ustadz...."
ustadz beralis tebal bermata tajam itu akhirnya membuka amplop coklat itu dan merogoh isinya 2 buah buku kecil berwarna coklat dan hijau bertuliskan buku nikah
betapa terkejutnya dia saat melihat foto yg terpampang nyata dalam buku nikah itu ,wajah yg tak asing lagi baginya , seketika tubuhnya merasa lemas dan terlukis jelas raut kecewa,dia menyandarkan tubuhnya di sofa
__ADS_1
"astagfirullah....." memijit pangkal hidungnya
"aseef (saya minta maaf) zam....., ana tidak tau kalau priscil sudah menjadi makhrom anta..." ucapnya sendu dan penuh penyesalan
sedikit sedikit amarah Azam berkurang
"astagfirullahaladzim, maafkan ana juga ustadz sudah merasa marah pada ustadz yg tidak tau menau masalah ini ....." jawab Azam
" baiklah ....
ana tidak akan mengganggu ataupun berusaha mendekati priscil lagi sekali lagi aseef zam .... sampaikan permintaan maaf ana pada priscil ...."
"tak apa ustadz....dan ana mohon pada ustadz untuk tidak memberitahukan perihal ini pada siapapun ,agar tidak terjadi kegaduhan dan hal hal yg tidak diinginkan...." pinta Azam
"baiklah , insyaallah.....kalau begitu ana pamit semoga kalian menjadi keluarga yg sakinah mawadah warohmah.... assalamualaikum...."
"aamiin... wa'alaikumsalam....syukron ustadz...."
ustadz Farhan berjalan gontai kembali ke pondok tempatnya beristirahat ,dia merasa pikirannya kacau saat ini ,dan harus segera melupakan aku ,karena sangat salah menyukai wanita yg sudah menjadi makhrom laki laki lain ,ia memutar kunci dan membuka pintu ruangan yg seperti apartemen kecil itu membaringkan tubuhnya di ranjang.....
di tempat lain aku sedang duduk di rumah pohon ,sudah lama aku tidak kesini terakhir kali saat aku berada diantara tatapan Azam dan vito sambil sesekali melirik cincin yg melingkar di jari manisku dan menengadah ke langit yg terik
" sampai kapan anti mau terus disitu???" tanya sarah
aku menengok ke bawah dalam keadaan yg tetap diam mencoba menetralkan suasana hatiku
" sil ,,,,pulang sana , kasian suamimu menunggu...." sahut ayu
"biarin aja gue lagi pengen disini dulu ...." ucapku
"ayo turun ......sil...."bujuk mereka
"khumai mau turun sendiri atau mau hubby yg turunin pake cara hubby.... di depan mereka??"
tiba tiba Azam sudah ada di bawah bersama ayu,sarah dan cici
aku berdecih....
" hubby naik ya ....." ucap Azam lalu naik ke atas rumah pohon satu persatu tangga rumah pohon ia pijaki
"jangan cemberut gitu dong,nanti cantiknya hilang...." azam nyengir kuda ,aku mendelik
" atau mau hubby gendong??? " tanya nya menyeringai
"diem berarti iya ," Azam hendak meraihku aku langsung menghindar
" khumai bisa turun sendiri...."
aku pun pulang dan pamit pada ketiga temanku diikuti Azam
"uuhhh so sweet jadi mau kaya mereka...." ucap cici
" hihihi ,bikin iri aja..."ucap sarah
"wis....yu balik...." ajak ayu
"assalamualaikum...umi, teteh.."
"wa'alaikumsalam....."
"abi mana mi??" tanyaku
"abi keluar kota sayang ada tausyiah di Tangerang...."
aku berohria
" priscil ke atas dulu ya mi,teh..."
aku masuk kamar membuka kerudung dan seragamku berganti pakaian menggunakan baju santai , jujur.... sampai saat ini aku belum siap hijrah hanya saja kini bila keluar area rumah aku berhijab
aku membuka jendela seukuran pintu dan bersender di pagar pembatas balkon menikmati sapuan angin menerpa tubuhku pemandangan dari kamar yg langsung ke arah halaman belakang aku baru sadar kalau rumah ini sangat luas bahkan ada kolam renang dan tempat olahraga yg lengkap ..
sepasang tangan memelukku dari belakang , azam menaruh dagunya di pundakku, pipinya menempel di pipiku terasa hembusan nafas beraroma mint nya mengecup ku sekilas
"hubby melihat dan mendengar ko ,,,kejadian tadi....saat khumai bersama ustadz Farhan...." ucapnya
aku membalikkan badanku kini kami saling berhadapan dengan posisi azam yg tetap merengkuh pinggangku
__ADS_1
" terus???" tanyaku menaikan alis
" awalnya hubby sangat marah ,,,,tapi hubby coba berfikir jernih memang bukan sepenuhnya salah ustadz Farhan,,,lalu hubby menjelaskan dan memperlihatkan buku nikah kita..." jelasnya lembut
" terus....??"
" iya ustadz Farhan mengerti ,dan minta maaf "
"terus??" tanyaku lagi
azam berdecak
" terus...terus...apa cita cita khumai jadi tukang parkir??'
"ikh hubby maksud khumai , sekarang ustadz Farhan tau tentang hubungan kita,apa tidak apa-apa,apa tidak akan memjadi masalah ???"
"insyaallah tidak ....." jawab azam "kalo memang terjadi ,ya tidak apa-apa toh itu bukan sebuah aib kan ,toh kita sah menurut agama maupun hukum ....."
aku tersenyum...
"cie hubby cemburu ya....." jariku mencolek hidung mancung Azam
"emmhh mau menggoda nih...." azam menyeringai
"bener nih jangan nyesel ya ....?" ucap Azam yg langsung menggendongku ke ranjang dan menggelitiki ku , aku tertawa tawa menahan geli
"by udah by geli by....." aku mengatur nafas
Azam mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mencium bib*rku ,mel*mat nya dengan lembut aga lama setelah kami hampir kehabisan nafas azam melepaskan bib*rnya
"khumai ,untuk hari ini maaf hubby tidak makan siang di rumah ya...." ucapnya beranjak menuju lemari baju
"loh memangnya hubby mau kemana ??"
"hubby ada pekerjaan sayang mendadak , hubby pergi bersama bro ustadz...." dan memakai kemeja aku membantunya
"kerjaan apa sih hubby ko mendadak ???"
dia hanya tersenyum
" nanti hubby beritahu ya , sekarang hubby buru buru mengejar waktu,karena urusan dengan ustadz Farhan jadi sedikit menyita waktu ...."
"oh ya sudah hati hati by....."
"iya sayang ...khumai diam saja di rumah menghafal takutnya besok ada pelajaran yg harus diremedial lagi jangan seperti tadi orang sibuk mengisi khumai malah sibuk mencari sarah dan ayu...." Azam mencubit hidungku
"hehehehe ,,,iya by...."
" hubby pergi dulu assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam...."
aku ikut turun lalu menuju meja ruang tengah untuk menonton dan membaca buku buku pelajaran
**********
" sudah siap mas bro ,aduh sepertinya kita akan telat ini ," ucap ustadz Rahman
"maaf bang bro ,tadi ada urusan yg harus diselesaikan....bang bro tenang saja ,hari ini ana yg akan menyetir dijamin kita akan tepat waktu..."
"aduh ana mesti siapkan kantong keresek ini...."
"hehehehe...."
mereka masuk mobil lalu melaju dan benar saja Azam menyetir layaknya seorang pembalap profesional dengan manuver manuver apiknya untung saja jalanan tidak terlalu ramai ada kesempatan untuk menyalip kendaraan lain tidak disia siakan bahkan celah sedikit saja bisa ia lewati dengan tekhnik drifting yg sempat ia kuasai selama bermukim di Jakarta
ustadz Rahman yg ngeri hanya nyengir nyengir saja dan berpegangan pada handle yg berada di samping atas
"mas bro , santai saja santai...... , anta berasa mengetes kembali adrenalin anta yg sudah lama ditinggalkan.....ana masih mau hidup mas bro ...." jawab ustadz Rahman yg malah mendapat kekehan Azam
tak sampai 20 menit mereka sampai di tempat tujuan dan bertemu dengan klien
..
...
....
.....
__ADS_1
TBC 😉