
waduh ini pasangan muda bikin sensasi terus nih...ada aja masalah nya yaa. . ..mungkin beberapa dari readers ngangenin pernah mengalami ,kasih tau dong priscil gimana cara ngadepin Azam ,mungkin namanya juga darah muda ya
lanjut......
bismillah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
flashback on
"sini biar A'a saja teh yang bawain makan buat Priscil teh..." Azam meraih nampan
"A'a yakin ???" tanya teteh
"iya teh " Azam membawa nampan ke kamar
ceklek .....
aku menoleh lalu memalingkan wajah
"khumai makan dulu ya terus minum obatnya.."
azam duduk di tepi ranjang aku menjauhkan suapan Azam
" hubby pergi aja ,khumai pengen sendiri ,,, pergiiii by..."aku mendorong Azam pelan ,dia menghembuskan nafasnya kasar lalu keluar meninggalkan nampan berisi makan teteh dan yang lain melihatnya mengerti Azam meraih jaket dan kunci motor terdengar suara deru mesin motor dari garasi menuju ke luar gerbang rumah
"bang susul A'a ikuti dia kemana " titah Abi
"teteh masuk dulu melihat Priscil mi..."
teteh masuk ke kamar dan membujukku untuk makan dan makan obat
flashback off
Azam pergi ke tepi sungai dekat perkampungan setempat mencoba menenangkan diri dan intropeksi diri sesekali ia melemparkan kerikil ke arus sungai yg tidak terlalu deras
" ekhmm....masalah tidak akan selesai kalo anta cuma bengong disini..." langkah bang ustadz mendekati posisi Azam
" ana hanya sedang intropeksi diri bang bro ,memang ana yg salah ana sedang memikirkan cara membujuk priscil dan membiarkan nya untuk tenang dahulu "
di rumah aku sudah tertidur pulas sebelumnya aku mengunci pintu kamar... dari dulu aku selalu begitu bila marah ataupun punya masalah aku selalu diam dan mengunci diri di kamar ,memang kebiasaan buruk sih.....
aku terbangun karena rasa haus aku berniat mengambil minum di dapur aku membuka pintu kamar dan menuruni tangga kulihat di sofa Azam tertidur tak tega rasanya tapi amarahku jauh lebih besar dibandingkan rasa tak tega ku...
aku menatapnya lalu mengalihkan pandanganku lagi ke dapur aku mengambil segelas air putih sampai
"priscil sedang apa nak???" tanya umi yg keluar dari kamar
" minum umi....priscil haus ,umi ko bangun juga ??"
" umi kan biasa bangun jam segini ...."
"bagaimana sudah baikan???"
__ADS_1
"sudah mi..."
"bisa temani umi mengobrol sebentar..." pinta umi aku mengangguk pertanda setuju lalu mengikuti umi ke saung dekat mushola kecil
" duduk sini.." umi menepuk nepuk tempat disampingnya
"Priscil sudah ambil air wudhu ???"
"belum umi ...."
" sekarang ambillah... "aku menurut karena kebetulan tempat wudhu di sebelahku
" bagaimana apa masih marah sama A'a???"
aku mengambil dan menghembuskan nafas panjang
"sedikit umi masih kecewa saja ..."
"umi sudah dengar cerita versi A'a sekarang umi mau dengar versinya Priscil....?" tanya umi akhirnya aku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir
"tabayyun sayang.... bicarakan baik baik sama A'a umi paham kalian sama sama sedang emosi ,"
"priscil tau ????tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari 3 malam (HR Muslim) apalagi itu suami sendiri dibukalah pintu pintu surga pada hari Senin dan Kamis kecuali bagi orang-orang yg bermusuhan sampai
mereka berdamai,,, apa Priscil tau Rasulullah pernah bersabda "aku melihat neraka sebagian penghuninya dipenuhi wanita karena apa karena mereka kufur pada suaminya yg sudah mengabaikan kebaikan suaminya sendiri dan apa priscil tau "sungguh bila saya bisa memerintahkan siapa saja untuk bersujud pada orang lain,maka.saya akan perintahkan seorang istri bersujud pada suaminya (HR abu Daud, Al-Hakim,dan Tirmidzi) " jelas umi
"iya umi maaf..."
"Alhamdulillah..maaf nya ke A'a bukan ke umi fahimtum???"
"fahimna umi syukron ....."
"ya sudah umi mau siap siap shalat malam " umi beranjak dan kembali ke kamar aku pun kembali ke kamar menyiapkan baju koko untuk Azam , biasanya kalau jam segini diapun akan terbangun untuk shalat malam dan benar saja saat aku mengambil baju koko nya di almari pintu kamar terbuka dan seseorang memelukku dari belakang lalu membalikkan badanku
"maafin hubby yang.... hubby yg salah hubby yg plin plan dan sudah bertindak seenaknya sama khumai hubby yg mengijinkan tapi hubby juga yg marah marah ,hubby tersulut api emosi maafkan hubby yg lebih memilih ego hubby ,tanpa memikirkan khumai ....hubby sangat marah dan cemburu...hubby tidak suka..." ucapnya sendu
"khumai juga salah by...maaf khumai tidak sadar kalau khumai sudah mempertontonkan kecantikan pada yg bukan makhrom nya sampai ikhwan lain merasa tertarik , sungguh bukan niat khumai untuk begitu by...maaf juga sudah punya niatan membalas kelakuan hubby...habisnya hubby curang giliran hubby digandrungi para akhwat malah semakin menebarkan senyuman sedangkan khumai harus diawasi terus sama bang ustadz..."
"makasih ya dede kembar sudah kuat buat bunda sama Yanda ,maafin Yanda ya sayang sudah teledor menjaga dede kembar..." Azam berbicara dengan perutku yg masih rata dan menciumnya lalu memeluk perutku
"by khumai sudah memutuskan mulai sekarang khumai tidak akan ikut lagi saat band tampil..."
"terimakasih sayang atas pengertiannya....hubby tidak melarang khumai kalau untuk sekedar ikut kumpul melepas kejenuhan hanya saja kalau ikut tampil hubby tidak akan mengijinkan lagi khumai cukup di belakang layar saja "
aku mengangguk..
" khumai denger kan kata dokter kiki khumai tidak boleh kelelahan tidak boleh beraktivitas yang menguras tenaga tidak boleh stres juga ini yg hubby tidak suka..." ucapnya menggantung aku tertawa
flashback on
"sebenarnya kram perut ini wajar hanya bila ada terjadi pendarahan memang patut diwaspadai apakah ini bersifat wajar atau tidak... bersyukurlah ini hanya pendarahan yg wajar karena menempelnya janin pada dinding rahim juga bisa disebabkan karena faktor kelelahan dan stres...mungkin untuk beberapa waktu ke depan ....."dokter Kiki sedikit mengubah posisinya
" jangan dulu berhubungan dahulu ya ,untuk sementara ditahan dulu nafsu nya". bisik dokter Kiki
"sampai kapan dok??" tanya azam mengeluh
"sampai kondisinya kembali pulih...."
flashback off
" hubby harus puasa dulu ya by...."
" hubby curang kalo cuman pacaran khumai pasti sudah minta putus...." gerutuku
Azam terkekeh "pintar kan hubby , jadi khumai tidak akan bisa minta putus..."
Azam menghela nafas "ya sudah hubby pergi dulu kalau hubby disini lama lama hubby tidak yakin hubby bakal bisa menahan si otong...." kekehnya
aku mencubit perutnya " aww ...ihh khumai gemesan..."
"assalamualaikum.."
__ADS_1
"wa'alaikumsalam..."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
semua sedang sarapan
aku turun bersama Azam
Abi sedang menyeruput kopi ,umi sedang menata piring di meja makan ,teteh sedang menyendok nasi,a Farhan sedang minum teh,dan bang ustadz yg sudah lahap makan
"ekhhmmm ekhemm.....prikitiwww..... udah ada yg angkat bendera putih nih... damai damai...." ucap bang ustadz semua menoleh
aku hanya menatap sinis
" siapa nih yg k.o. duluan ???"tanya teteh
" sudah jangan digoda terus ...." ucap Abi
umi tersenyum "sini nak makan dulu ..."
aku duduk si samping bang ustadz
"nah gitu dong ,ga seru kalo anti marah marah sama cemberut terus nanti bang ustadz ga ada lawan tangguh ..." ucapnya
"bilang aja nanti ga ada yg jadi obat nyamuk kalo mau janjian sama ustadzah Nabila..." aku memonyongkan bibirku
"iya kalo priscil nya galau nanti daftar santri yg kena hukuman kosong dong..."ucap teteh
Abi dan umi hanya geleng-geleng kepala
"hukuman???" tanya Azam kebingungan memang aku tidak pernah bilang kalo aku sering dihukum akhir akhir ini
Azam menyodorkan segelas susu bumil rasa coklat tak lupa vitamin juga
Azam menolehku "ada yg mau dijelaskan???"
aku nyengir " itu by ,cuman main main doang ,salah sasaran...kan tempo hari ada yg ultah alias milad nah anak anak tuh mau kasih surprise nah khumai tuh ngusulin buat lemparin tepung terigu , air sama telor, udah siap siap nih.... eh puput salah kasih aba aba yg ultah nya tuh udah jalan ke kelas tapi ternyata dia benerin tali sepatu nah dibelakangnya tuh ada ustadzah Maryam yg jalan juga masuk ke kelas so....." aku tersenyum getir
"beliau yg kena???" lanjut Azam aku mengangguk semua tertawa
"dikirain beliau itu isian kue apa???" tawa bang ustadz meledak abi menahan tawa dan berucap istighfar
"untung teteh sama a Farhan yg kasih anti hukuman tau anti sedang hamil jadi cukup kasih hukuman setoran waqiah ...." ucap a Farhan dan teh Nurul
"makasih teteh ...."
"huh khumai ini bisa tidak sih tidak usah bikin ulah yg bikin hubby sport jantung..." cerocosnya
"iya maaf by itu kan accident , kejadian tak terduga ...."
"ya sudah ini sudah hampir masuk oke hompimpa dulu siapa yg duluan keluar dari ruangan abi " ucap azam ,akhirnya aku , Azam dan bang ustadz Rahman hompimpa untuk menentukan siapa yg akan duluan ke ponpes
sungguh baru beberapa bulan mereka bersama.... Azam dan bang ustadz sudah ketularan konyolnya Priscil.... hehehehehe....
.
.
.
.
.
.
.
jangan sampe readers ngangenin juga ketularan tingkah nya Priscil ya insyaallah author pun masih waras ko....😂😂😂😂
don't forget tinggalkan jejak.......
__ADS_1