Pesantren I'M In Love

Pesantren I'M In Love
34. cemburu???


__ADS_3

"loh kenapa sill....anti sakit atau kenapa??"tanya ustadz Rahman


ya Allah berilah aku keberanian menatap azam...


aku menghapus air mataku dan menatap mata azam ,ada rasa perih di hati ini melihatnya


"stay strong sill come on ,you must be strong...."batinku aku membuang nafas kasar


kulihat tampilan azam dan vito yg berantakan ada luka lebam diujung bibirnya dengan baju yg kusut akibat tarikan vito ,dan beg*nya masih sempatnya mata gue berkata dalam keadaan berantakan pun dia masih terlihat tampan kesannya seperti badboy ,aku berbalik badan meninggalkan mereka semua


"assalamualaikum...."


apakah ini benar ???apakah keputusan ku benar ???seakan menyesali semua yg telah terjadi , insyaallah sakit ini tidak akan lama


hari hari berlalu dengan begitu saja ,luka hatiku masih terasa menganga aku sangat berusaha menutupi nya dengan menyibukkan diri belajar seperti tujuan awalku disini belajar,lulus dan kembali ke kehidupan ku ....


"sil anti yakin baik baik saja ??"tanya sarah saat kami di kamar beruntung lah akhir akhir ini aku bisa mengontrol diri untuk tidak menjauhi sarah ,aku jauh lebih baik kehilangan kekasih ataupun semacamnya daripada harus kehilangan teman


"insyaallah baik,"ucapku walaupun kenyataannya jauh dari kata baik baik saja


"sil jujur sama kita ,kalau anti punya masalah jangan dipendam sendiri,oh ya tempo hari azam datang menanyakan kabar anti dan bertanya tentang anti, memangnya ada sesuatu dengan kalian ??"tanya ayu diikuti tatapan penasaran sarah dan cici


"ng...ngga ga ada apa apa..."gugupku


"oh ya kenapa anti keluar dari kegiatan pencak silat bukannya anti senang ya??"tanya Cici


"ga apa apa cuman pengen fokus aja sama pelajaran kan kalian tau sendiri sebentar lagi ujian semester.."ucapku sambil senyum hambar


"ana yakin anti tidak sedang baik baik saja,"ucap sarah


"sil ana bisa bicara sebentar berdua saja dengan anti???"tanya sarah membuat aku,ayu dan cici terdiam


"kenapa ga disini saja??"tanya cici ,ayu menyenggol cici yg sudah tau akan arah pembicaraan dan segera mengajak keluar Cici,ayu tau ini bukan ranah nya dan cici ini masalah pribadi antara aku dan sarah


"ci ikut ana sebentar..."ajak ayu sambil menarik tangan cici


"sil....ana mau bicara masalah serius,ini soal......"


tok..


tok...


tok....


"assalamualaikum ,maaf ukhti dipanggil ustadzah Fatimah ke ruangannya..."ucap seorang santriwati memotong pembicaraan sarah..


"ya salam...."ucap sarah berdecak

__ADS_1


"oh iya sebentar,sarah aku tinggal dulu ya kita bicara lain kali... assalamualaikum,,mari ukhti..."


aku berjalan di belakang gina santriwati yg tadi memanggilku,kini kami berjalan melewati koridor kelas,uks,lalu melewati lapangan bola biasanya disini santriwan bermain bola karena memang ruangan ustadz Fatimah berada di ujung ,di pesantren ini para pengajar disediakan kamar seperti rumah rumah kecil untuk beristirahat atau pun tinggal ,


tak disangka di lapangan ada azam yg sedang bermain bola bersama santriwan lainnya ,dia berlarian memakai t-shirt putih dan celana pendek tanpa kopiah peluh yg membanjiri wajahnya menambah kesan maco dan keren ,tapi sekarang aku hanya bisa memandang dan merindukan nya aku tau aku harus merelakan nya untuk sarah,saat tatapan kami bertemu


"astagfirullah..."aku langsung membuang tatapanku ke lain arah dan tanpa sengaja menabrak sebuah tempat sampah yg memang terletak di setiap depan sebuah ruangan


"aww....ikh tempat sampah ngeselin ..."aku memegang kakikku yg tersandung ,aku sadar azam masih melihatku dan tersenyum melihat ku barusan ,


"makanya neng kalo jalan matanya jangan pelesiran "ucap Azam hingga membuat semua santri yg bermain ikut melihatku


azam pov


"ana tau sil anti sedang menyembunyikan sesuatu,kita lihat sejauh mana anti menghindar dan menyembunyikannya ...."


aku buru buru berjalan lagi karena sekarang mungkin wajahku sudah seperti kepiting rebus....


"assalamualaikum,ustadzah ..."salamku saat berada di ambang pintu sebuah ruangan semacam rumah kecil berwarna hijau dan putih ini adalah tempat tinggal pengajar yg dihuni oleh ustadzah fatimah


"walaikumsalam, masuk sil...."ucap ustadzah Fatimah dan menyuruhku duduk


"ana sengaja memanggil anti kesini ingin memberikan pendapat dan juga permintaan ,kira kira anti bakal setuju??"tanya nya


"apa ustadzah??? "tanyaku balik


"boleh ustadzah,priscil setuju saja...."jawabku setidaknya mengobati kerinduanku akan bermain musik


"Alhamdulillah kalau begitu nanti kita bicarakan lagi dengan anak anak marawis....."ucap ustadzah Fatimah


"baiklah kalau begitu ustadzah,saya mohon undur diri.... assalamualaikum..."salamku


"wa'alaikumsalam..."


"aduh masih ada ga ya...."gumamku sambil gugup berjalan mondar-mandir aku takut melewati lapang bola tadi tapi tidak ada jalan lain untuk kembali ke kamar jujur saja aku takut dan malu melewati lapang karena bisa saja azam masih berada di sana bermain bola aku mengggit gigit kuku jariku


"huufffft ... bismillah....."aku membuang nafas kasar dan berjalan terburu-buru tanpa menoleh sama sekali pandanganku lurus ke depan


saat melewati lapang aku menoleh dan bisa bersyukur santri yg tadi bermain bola sudah tidak ada disana kalau tidak bisa mati kutu karena malu atas ucapan azam dan kejadian menabrak tempat sampah tadi


"haaaa ,akhirnya sudah tidak ada,aman..aman...."ucapku lega sambil mengelus-elus dada


"apanya yg aman ???"tiba-tiba terdengar suara dari arah sampingku sedang berjalan ke arahku langkahku terhenti dan aku terdiam mematung mendengar suara yg sangat kukenali


dag....dig....dug......


jantungku berdebar....

__ADS_1


aku melihatnya sosok laki-laki yg memakai t-shirt putih dan celana pendek selutut menyeka wajahnya yg putih bermandikan keringat dengan handuk kecil , penampilan nya kini jadi seperti bukan santri malah terkesan seperti artis korea tanpa kopiah aku yakin sekali azam bukan orang sini asli bahkan seperti orang kota ....


"jangan menatap ana seperti itu ,kita belum jadi mahram...nanti jatuhnya jadi dosa..."ucapnya


"astagfirullah..."aku menggeleng cepat lalu membuang muka ,aku tak mencoba tak peduli dan hendak melangkah


"sil....ana tau anti sedang menyembunyikan sesuatu,,,"ucapnya lantang


"sotoy...."gumamku pelan tapi masih terdengar


"jadi ini cara kamu ...?? menghindar???lari dari masalah??" tanyanya menginterogasi membuatku sedikit emosi


"kekanak-kanakan..."ucapnya yg membuatku bertambah emosi ,dadaku bergemuruh tapi masih bisa kutahan


"jadi apa selama ini anti hanya mempermainkan perasaan ana saja ???apa memang ana korban anti yg kesekian kalinya??" seringainya ...


aku sudah tidak bisa menahan emosi mendengar ucapan azam serendah itukah dia menganggap ku


"heh...denger ya gue ga pernah main main sama perasaan orang....tapi...."


aku menggantung ucapan ku karena bingung harus berkata apa


"tapi apa???tapi anti memang mengakuinya...cihhh..."azam berdecih


aku tidak suka tatapan nya seakan meremehkan dan merendahkan ku


"setelah anti buat ana jatuh cinta lalu anti pergi begitu saja,,,hhaaa" nada ucapannya sedikit meninggi membuatku takut dan bertambah marah


"anti berhasil...berhasil mengobrak-abrik hati ana sil lalu anti tinggalkan seperti sampah ,hebat...."dibarengi tepuk tangan meledeknya...amarahku langsung meledak


"loe tau .....gue ngelakuin ini karena Sarah!!!!! dia suka sama loe ,mengagumi loe bahkan sebelum gue datang kesini ,jahat rasanya kalo tiba tiba gue datang dan merusak semuanya ,sarah temen gue dia lah orang pertama yg nerima gue dengan tulus disaat yg lain sibuk mencibir gue ,dan gue rela korbanin perasaan gue...." bentakku tanpa sadar aku sudah mengeluarkan semua isi hati ku dihadapan azam air mata ku sudah tak terbendung dan kini jatuh menetes di pipi aku menyekanya kasar menggunakan punggung tangan dan berlari meninggalkan azam


azam yg masih terkejut karena ucapanku memanggil manggil dari belakang dan tidak ku perdulikan aku semakin berlari menjauh


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


beberapa hari setelah kejadian itu aku melihat azam tengah berbicara dengan sarah yg ditemani ayu di dekat perpustakaan ,aku yg sedang berjalan bersama Fitri yang kebetulan akan ke perpustakaan berusaha tidak memperdulikan mereka walaupun hati gue terasa sakit aku mencoba untuk ikhlas ,azam,sarah dan ayu menyadari tatapanku dan mereka balik menatapku ada rasa panik di wajah sarah dan ayu tapi tidak dengan azam dia menyeringai seakan dia melakukannya dengan sengaja ,ingin rasanya aku berbalik tidak mungkin


"aduhhh apa gue balik arah aja ya "aku mengerutkan keningku


saat berpapasan mereka terdiam ketiga pasang mata itu menatapku , Fitri melihatku gelagapan tak jelas


"anti kenapa sil....?"tanyanya aku mengeratkan pegangan ku pada lengan Fitri


"hah...ga apa-apa fit,,,,cuma lagi latihan sabar aja...."ucapku dan tersenyum kecut tanpa menatap mata mata itu


"pfffttt...."ayu,sarah dan Azam menahan tawa.....

__ADS_1


__ADS_2