
assalamualaikum para azcil lovers π alias Azam priscil lovers....maaf ya aga telat up karena proses review nya aga lama terimakasih masih setia bareng santriwan santriwati AL-AMANAH , terimakasih atas dukungan like,vote dan support komennya
love you all from priscil dan Azam
happy reading π ππ
.
.
.
.
.
.
.
.
"ana tak habis fikir mas bro , ana jadi kepingin ketawa sendiri ngeliat kelakuan harim anta...ada saja kelakuan konyolnya hahahaha " ucap ustadz Rahman sambil tertawa
"astagfirullah.... akhirnya badboy kalah sama si tengil ngangenin...anta yg dingin terhadap akhwat tapi ternyata bisa takluk sama rocker manja...."
"puas anta....sudah ana ashar dulu nanti keburu habis waktunya,ana titip priscil ,bang bro..." Azam melangkah menjauh menuju mushola
20 menit sudah Azam pergi lalu pintu terbuka
ceklek ....
" assalamualaikum...khumai...." Azam masuk bersama ustadz Rahman
"wa'alaikumsalam...by..." aku mencoba turun ranjang tapi aga kesusahan karena posisi ranjang yg terlalu tinggi
"khumai mau kemana ,sini biar hubby bantu...." azam menyanggahku
"by sini deh sebentar...." aku menarik Azam malu bila harus bicara di depan ustadz Rahman
"mau apa...."
"sini sebentar...."ucapku
"ih kalo mau cuun jangan disini.... apalagi ada bro ustadz...nanti kalau udah pulang saja...."
"bukan itu ihhh hubby cepetan udah ga kuat...." ucapku
"apanya yg ga kuat ...."
"bantuin turun...."
Azam membantuku turun memegang pinggangku
ustadz Rahman hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami
"khumai mau kemana??"
karena cukup kesal akhirnya aku menarik telinga Azam
"by khumai udah ga kuat....." sambil jingkrak jingkrak
"ya udah nih cunn di pipi aja ya...."
aku menoyor pelan kepala Azam
" bukan itu dodol ,khumai pengen pipisss....."
"ohhh bilang atuh dari tadi ,kirain pengen cun jadi hubby keburu kepedean nih....ya udah ayo hubby anter...." azam mendorong besi penyangga selang dan kantung infus lalu mengantarku ke dalam toilet
"ehhh hubby mau kemana???"
"mau ikut masuk lah....mau bantuin khumai ..."
"ih ngga ngga ....modus....khumai bisa sendiri "
"udah ntar susah lagi....janji hubby ga akan modus ,paling cuman dikit doang ..cepetan katanya udah ga tahan...."
dengan rasa malu akhirnya aku ke toilet ditemani Azam ,dengan telaten ia membantuku yg kesusahan bahkan untuk membasuhku pun walaupun wajahku yg sudah memerah karena malu
"malu by....." cicit ku
__ADS_1
"kenapa harus malu,lagian hubby udah liat semuanya ko ..."
"makasih ya by...."Azam mengangguk sambil tersenyum "by khumai mau shalat " ucapku
"ya sudah boleh sayang ,,,sayang shalat nya sambil duduk saja nanti hubby ambil mukenanya hubby rasa di dalam mobil hubby ada mukena milik khumai deh ..."
"sini sekarang hubby bantu khumai ambil air wudhu ya....pelan pelan...."
Azam dengan hati hati membantuku membuatku terenyuh
"masyaallah ...imam idaman insyaallah jodoh dunia akhirat...."
haaaaa Priscil..... pengennnn....pengen jodoh kaya Azam......ππππ
"bang bro maaf boleh minta tolong ...." ucap Azam yg memapahku
"minta tolong apa bang bro??"
"minta tolong ambilkan mukena milik priscil di mobil di jok belakang ,maaf bang bro...." ucap Azam
" oh na'am.. sebentar ta ambil dulu..."
tak lama ustadz Rahman kembali membawa tas mukena berwarna putih tulang
"ini...."
"syukron bang bro...."
"afwan...."
"makasih bro ustadz..."ucapku
"sama-sama priscil...."
Azam membantu memakaikan mukena setelah rapi ia duduk bersama ustadz Rahman membahas pekerjaan
πΊπΊπΊπΊπΊ
waktu sudah menunjukkan Maghrib kami memutuskan shalat berjamaah di ruang rawat ku dengan diimami oleh bro ustadz setelah itu datang seorang perawat membawakan nampan berisi makanan
aku paling tidak suka dengan makanan rumah sakit tidak ada rasanya
" ga mau hubby ga enak ,khumai maunya beli aja ....." aku menolak menajuhkan sendoknya
" ya sudah kalo gitu hubby beli sekarang khumai mau dibelikan apa???"
"apa saja by yg penting jangan makanan rumah sakit. ..."
"siap bos !!!hubby sama bro ustadz keluar dulu cari makanan khumai tak apa ditinggal sendiri??"
"tak apa by,sekalian beli buah juga by,coklat juga dan cemilan ya...." tawarku
" ini orang sakit atau orang kelaparan request nya banyak banget...." gumam Azam
Azam dan ustadz Rahman pergi mencari makanan
aku hanya diam dan menonton tv sambil menunggu makanan datang
"mau beli apa mas bro .....??" tanya ustadz Rahman
"apa saja deh bang bro..." Azam pun sedikit kebingungan
setelah mencari-cari akhirnya mereka membeli ayam bakar,sate ,dan soto juga biar nanti priscil memilih sendiri ,tanpa disadari kebetulan Salsabila juga ada disana lalu dia mengikuti kemana mobil Azam pergi
"eh pucuk dicinta ulam pun tiba ,gue masih ga percaya kalau azam sudah menikah,bisa aja kam itu cuman akal akalan Azam doang buat ngehindar dari gue sebelum gue liat pake mata kepala gue sendiri gue ga percaya....."
Azam dan ustadz Rahman masuk dengan membawa beberapa makanan tak lupa,coklat serta beberapa cemilan , mereka makan bersama
"sini hubby suapin ....."
"hhmmm nasib...nasib ......jomblo ngenes .....udah 2 x ana jadi nyamuk di rumah sakit nih...."
aku dan azam hanya tertawa melihat mendengar curhatan bro ustadz
"bro ustadz dibilangin juga cocok sama teh Nurul...." ucapku
"sudah dicoba khumai tapi sepertinya teh Nurul dan bro ustadz sendiri sudah punya pilihan masing-masing..."ucap azam tersenyum mengetahui siapa pujaan hati kaka sekaligus sahabat nya itu
"siapa by....???"
"suuttt....jangan suka mengumbar....." jawab ustadz Rahman menempelkan telunjuknya di bibir
__ADS_1
" ahhhh priscil juga tau ko...." ucapku teringat seseorang
"siapa coba...??" tanya nya
"ustadzah Nabila kan???" tebakku
"tidak......tidak salah lagi...." jawabnya
"hemmm Pantes....."
"tapi hubby ngomong ngomong teh Nurul suka sama siapa???"
" ekhhmmm ada deh....khumai itu masalah orang lain kita tidak usah ikut campur ya sayang,,,khumai cuman boleh memikirkan satu orang saja yaitu hubby...oke sweet heart..." telunjuknya mencolek hidungku
"ngeeeeennggg ...disini banyak nyamuk ya....." tiba tiba ustadz Rahman bersuara membuat kami terkekeh....
saat sedang makan tanpa permisi tanpa salam seseorang tiba tiba masuk ke ruangan ku
ceklek.....
betapa terkejutnya kami saat melihat kedatangan nya
"SALSABILA......!!"
"sal...mau apa kamu kesini???" tanya Azam lantang sebenarnya Azam merasa kaget sekaligus cemas kalau kalau akan terjadi sesuatu yg tidak diinginkan,azam melihat mataku yg sudah berkaca-kaca lalu berdiri dan merengkuh pinggangku
"silahkan masuk sal...."pinta ustadz Rahman "tidak baik kalau kita mengobrol di muka pintu..." jelas nya lagi
Salsa akhirnya masuk dan mendekat
Azam buru buru menyapa "sal .... kenalkan ini Priscil dia istriku.....,khumai kenalkan dia Salsabila...dia....
belum Azam menyelesaikan ucapannya salsa sudah memotong
"pacar Azam....." ucapnya lantang...
meskipun aku tau kebenarannya tapi tetap saja hatiku terasa sakit bila ada seorang wanita yg mengaku kekasih laki laki yg kini menjadi suamiku
"jadi ini ,zam alasan kamu pergi ninggalin aku ,jadi gara gara anak ingusan ini kamu ninggalin aku..."
memang umur salsa sedikit lebih tua dari Azam dan aku kini aku berumur 18 thn sedangkan Azam 19 thn , Salsa berumur 23 thn
"woooo santai sal.....kalau niatmu ingin mengacau lebih baik kamu keluar sekarang ini rumah sakit ..." ucap ustadz Rahman berdiri dan mulai menengahi karena melihat situasi yg kurang kondusif
Azam terlihat menahan amarahnya, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal aku memegang tangannya dan menangkup wajahnya mengangguk pelan menandakan aku baik baik saja
"diam kamu Rahman...."bentak salsa
"maaf nona apa anda tidak pernah belajar sopan santun ,,,anda masuk ke dalam ruangan tanpa mengucap salam dan marah marah tak jelas mengaku ngaku pacar suami orang,saya rasa anda harus memeriksa kesehatan anda..."ucapku lembut tapi penuh ketegasan
"heyyy.... bocah....aku akui kamu cantik tapi tidak lebih cantik dariku , sebenarnya apa yg Azam lihat dari kamu ,,,,apa kamu sudah menjual tubuhmu untuk Azam???"
azam yg mendengar hendak melayangkan tangannya pada Salsa,tapi aku dengan cepat menahannya
"it's okey by...tak apa...
"tapi khumai dia sudah keterlaluan..."
"salsa jaga bicaramu pada istriku..."
"sal kamu sudah kelewatan...keluar kamu dari sini." ucap ustadz Rahman
" memang saya menjual tubuh saya untuk suami saya nona ,tapi itu setelah kami sah saya menjual nya dengan harga yg pantas bukan dengan uang tapi dengan sebuah ijab qobul....."
jawabanku membuat azam menoleh tak disangka priscil yg selama ini menurutnya manja dan tengil juga pecicilan ,emosian begitu dewasa dan bijak menghadapi seorang yg menurutnya umur saja yg dewasa tapi kelakuannya seperti anak kecil
"Zam....kasih aku kesempatan untuk memilikimu ..." salsa menangis "sudah lama aku menunggu mu aku tidak bisa melupakan mu zam ,bahkan aku sampai rela meninggalkan Gio demi kamu...." pintanya
"sal....maaf aku tidak bisa tidak pernah sedikitpun dihatiku perasaan lebih dari sekedar teman padamu, lagipula aku sudah tau kelakuanmu seperti apa ,,lebih baik kau kembali pada bang Gio ,apakah bang Gio adalah ayah dari anak yg kamu kandung sekarang???"
aku membelalakkan mataku mendengar kata-kata Azam itu tak percaya.....
salsabila ambruk terduduk di lantai sambil menangis tertunduk
betapa tidak sekarang ia sangat malu dan bingung harus berbuat apa ,,,azam mengetahui kalau ia tengah berbadan dua apalagi yg lebih parahnya ia ingin Azam menjadi kekasihnya ,alamat laki gue loe suruh tanggung jawab buat jadi bapa anak loe dari laki laki lain....
di sisi lain sebagai seorang wanita aku merasa iba dengan keadaan salsa yg kini tengah berbadan dua namun di luar nikah entah siapa bapaknya mengingat setiap berganti kekasih dia selalu bermain ranjang, nauzubillah himindzalik.......
aku meminta ijin pada Azam untuk mendekat pada Salsabila,awalnya Azam melarang tapi akhirnya dia mengijinkan sambil tetap berada disampingku takut takut kalau salsa berbuat nekat.....
bagaimana guys....mau dilanjut lagi..... sebentar ya otakku ngebul nih ..... hehehehe butuh refresh dulu liat yg bening bening ...aer gitu maksudnya .....okeh maaf gaje ya see u next chapter.....ππ
__ADS_1