
assalamualaikum readers ngangenin.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kami membawakan lagu "Miss u love u "dari five minutes
semua santri bereuforia yg sudah masuk kelas pun kembali ke lapangan ,dan ikut bernyanyi sambil berjingkrak jingkrak...
lalu yg kedua kami membawakan lagu yg cukup kalem "kangen" dewa 19 membuat santri ikut melow... azam pun kembali ke depan panggung ingin melihat ku dari depan setelah itu aku sendiri masih berdiri di panggung sengaja aku membawakan lagu tahun 2000.an audy #arti hadirmu dengan gitar akustik dan stand microphone
bunga bunga layu
tak mengapa asal kau tumbuh disampingku
malam telan cahaya
tak mengapa asal kau sinari cintamu
mimpi buruk menyapa
tak mengapa asal kau ada dipelukku
tiada pernah berjumpa
tak mengapa asal kau ada dihayalku
segala bujuk rayumu buat sejuta ragu
jangungku pun memacu
o wow wow wow wo....
disini kuberdiri
mencoba mengerti arti hadirmu
mengerti sinar diwajahmu
mengerti tenang nya jiwaku
akhirnya ku mengerti diriku memang untuk kau miliki (sambil menautkan jempol dan jari membentuk love)
para ikhwan kembali berdesas desus
"wah lihat ukhti memberi love untuk ana..."
"anta geer pandangan ukhti saja pada ana..."
ucapan itu terdengar sampai kuping Azam, padahal tanda love itu kuarahkan pada Azam
tepukan tangan mengiringi langkahku turun dari panggung
"hahaha anti keren sill...you are my idol...." ucap Albert
__ADS_1
acara selesai ,trio rusuh mendekatiku
"silll anti keren ....semua pada kagum sama anti sill..." ucap cici dan ayu antusias aku bercanda bersama mereka sampai lupa kalau aku belum bertemu suamiku
"ana pamit undur diri dulu ya..."pamit ku pada semua diikuti trio rusuh
"sill apa akhi tidak marah ??" tanya Sarah
"kenapa memangnya Azam sendiri ko yg ngasih ijin ana buat tampil??"
"tapi sepertinya akhi marah dan kesal deh sil secara tadi ana sempat lihat dia menoyor kepala Ramdan saat akhi Ramdan memuji anti..."
tak berapa lama Azam keluar dari ruang panitia dan belum berganti pakaian masih memakai seragam basket terakhir yg ia pakai hanya ditambah name tag yg menggantung ekspresi nya berubah saat melihatku asalnya ia tersenyum berbincang dengan beberapa panitia lainnya tapi begitu tatapannya tertuju padaku terlihat seperti orang akan membunuh bahkan trio rusuh pun bisa melihatnya dan mereka lebih memilih pamit ke kamar asrama mereka
Azam menghentikan langkahnya dan berdiri mematung didepanku pertanda ia sedang menungguku saat aku sejajar dengannya tatapan nya semakin tajam menusuk seperti pisau....tak usah diasah lagi saking tajamnya
"kenapa by....apa khumai bikin salah???" tanyaku ragu dan menunduk
"pulang..." dinginnya ucapan Azam sedingin es balok...
tap.....
Azam meraih tanganku dan menggenggamnya erat sampai aku merasa kesakitan
"by sakit by...pelan pelan ...." adu ku
.tatapan nya masih dingin ,bang ustadz yg sedang minum pun melihatnya sudah mengerti apa yg akan terjadi...
"waduh....bakal ada perang dunia ke tiga nih..."
aku duduk di sofa menunduk memainkan jari yg terpasang cincin pernikahan ku dan memutar mutarnya "hubby kenapa sih serem amat ....gue salah apa ya..." batinku
"puas....??" tanya nya aku menautkan kedua alisku
"maksud hubby apa???"
"udah puas liat semua akhi kagum dan berniat mengkhitbah khumai ???"
" hubby mau hukum khumai....khumai ga boleh keluar kamar selama sebulan selain sekolah..." ucapnya
"tunggu salah khumai apa ??apa gara gara akhi lain kagum sama khumai terus itu salah khumai gitu ,atau karena khumai marah liat hubby asik asik saja digandrungi akhwat lain bahkan hubby tebar tebar pesona sambil tersenyum , menyambar minuman yg mereka kasih gitu..." tak sadar mataku mulai berkaca-kaca
"ini ada apa sih ribut ribut sampai kedengeran ke kamar umi..." tanya umi mengahampiri kami yg sedang cekcok
"ini mi A'a aneh banget mi datang datang priscil langsung dimarahi langsung kena hukuman.."
"coba khumai tanya salah khumai dimana??"
"kenapa sih A??? priscil lagi hamil loh ..." umi mengusap usap punggungku
"ga tau nih mi , priscil yg hamilnya A'a yg sensitif nya kaya emak emak lagi ditagih utang sayur aja..." jawabku
"kenapa hubby ga bisa jawab kan ....udah lah khumai cape " aku berbalik arah menuju kamar dengan kemarahan
"terus aja .....lempeng ..suami belum selesai ngomong main tinggal ...." ucap Azam memang tidak keras tapi cukup menampar hati
"A'a...." ucap umi lembut
"astagfirullahaladzim...." Azam mengurut dada dan mengusap wajahnya ,dia bergegas mengambil air wudhu untuk meredam amarah nya , sungguh hatinya dihasut setan cemburu padaku
"tuh kan pergi salah diem malah seenaknya kalau memang tidak boleh kenapa dari awal mengijinkan" kini ucapku sendu dan bergetar , sungguh entah aku yg sedang sensitif dan baperan atau memang Azam yg sudah cemburu buta
aku hanya bisa menghentakkan kakiku kesal melihat kelakuan tak jelas Azam aku hendak melangkahkan kakiku tapi aku merasakan kram perut yg amat sangat seperti tertarik sontak aku menghentikan langkahku di tangga pertama sambil berpegangan pada handle tiang tangga
aku meringis kurasakan seperti sesuatu yg cair mengalir dari pangkal pahaku ke betis dan kaki aku menyibakkan rokku dan kebetulan aku memakai celana dalaman pendek sepaha "astagfirullah darah...." pikiranku langsung tertuju pada kandungan ku..." aku takut terjadi sesuatu pada kedua calon anak kembar ku
"ahhhh ,,"
"priscil ,,anti kenapa nak...." umi merangkulku dari arah belakang
"mi..."aku menyibakkan rokku dan menunjukkannya pada umi sambil meringis karena perutku yg kram
__ADS_1
"astagfirullahaladzim...darah...!!!!!" pekik umi panik
sontak membuat bang ustadz dan Azam berlari menghampiriku
"astagfirullahaladzim.... khumai kenapa???" Azam merangkulku dan menggendongku ke sofa
"astagfirullah,sill.....A'a cepat bawa ke dokter " ucap bang ustadz tak kalah panik
"perut priscil sakit mi....ini...ini darah mi..." memang tidak banyak tapi tetap saja membuat panik semoga tidak terjadi apa-apa pada calon bayi kembar ku
Azam segera meraih kunci mobil dan jaket tanpa basa basi dia menggendongku menuju mobilnya
"hati hati A'a bawanya jangan kalap umi dan abang menyusul..." ucap umi khawatir
Azam memasangkan sabuk pengaman lalu tancap gas dia sekali lagi menunjukkan keahlian nya berkendara karena keadaan darurat melihatku yg sudah mulai lemas tatapan nya bergantian dari jalanan lalu sesekali menoleh ke arahku melihat kondisi ku
"masih sakit ???" tanya nya mengelus kepalaku dan memegang tanganku menggunakan tangan kiri sedangkan yg kanan memegang stir ,mobil melesat membelah keramaian kota menuju RS tak sampai 20 menit dengan kecepatan mengendarai Azam kami sampai di RS Azam menggendongku masuk ke dalam dan aku masuk ruangan tindakan setelah sebelumnya menelfon dokter Kiki , kini dokter Kiki adalah dokter kandungan pribadiku...
dokter Kiki masuk
"ini kenapa ,,,??" tanyanya
"ini dok,tadi kram perutnya terus keluar darah ..."jawabku sesenggukan karena panik khawatir takut terjadi sesuatu yg tidak diinginkan
"ya sudah mari kita periksa " ucap dokter Kiki
Azam ikut masuk ke dalam
dokter Kiki memeriksa keadaan kandunganku ,lalu kembali duduk dia menyimpan stetoskopnya
aku bangun dibantu Azam lalu dokter Kiki memberitahukan keadaanku dan calon bayi kembar ku
diluar ruangan umi, bang ustadz dan teh Nurul menunggu mereka menyusul karena khawatir
sekitar satu jam aku keluar memakai kursi roda ,tatapanku sendu aku cape ...aku ingin istirahat aku kembali dibawa ke mobil aku meminta naik mobil bersama bang ustadz aku tidak mau bersama Azam rasanya aku sangat kesal ,marah dan tidak ingin bersamanya untuk saat ini
"priscil mau pulang bareng bang ustadz saja,,,,,"
"tapi..."tangan Azam ditahan umi dan mengangguk seolah memberi isyarat pada Azam untuk membiarkan aku tenang...
"ya sudah biar umi bareng A'a ....kami mengekor dari belakang..." jawab umi
aku dibantu teh Nurul dan umi naik ke mobil bang ustadz di samping ku ada teh Nurul
semua hening teteh mengusap kepalaku lembut ,aku hanya tertunduk lemas sambil menyeka air mata yg keluar , suasana hening bang ustadz dan teteh tidak mau bertanya untuk saat ini
sesampainya di rumah aku dibantu teteh ke kamar Azam hendak membantu tapi aku menepis tangannya Abi dan ustadz Farhan yg sudah tau kejadiannya hanya harap harap cemas
"ya sudah priscil istirahat,priscil makan dulu ya teteh ambilin makan terus makan obatnya yg tadi diberikan dokter..." teteh menyuapiku dan setelah selesai teteh keluar aku berniat bersih bersih aku mandi dan berpakaian aku shalat Maghrib dan berbaring menyamping di ranjang sampai tak terasa aku pun tertidur karena lelah.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
eittsss jangan mengambil kesimpulan dulu sebelum baca episode selanjutnya ya apa yg terjadi dengan priscil ,,,,,,tetep stay tune 😄😄