
dia memegang bahuku menangkup wajahku dan bersikap tenang
"gue tau kalo ayah selalu benar dalam segala hal termasuk tentang loe dek,,,,ayah bilang loe tuh orangnya kuat ,dan loe harus buktiin ucapan ayah ke gue "ucap bang jaya
"
air mataku seakan tak bisa berhenti mengalir
"sekarang loe bangun , bawa barang loe ayah udah nungguin loe di rumah ,loe ga pengen apa liat ayah buat yg terakhir kalinya sebelum beliau masuk peristirahatan terakhirnya???"
kata kata bang jaya membuat tubuhku makin lemas ,,,tapi aku pengen ketemu ayah, aku bangun tanpa pikir panjang walaupun badanku sudah lemas aku berbalik dan berlari menerobos celah antara azam dan vito yg tengah berdiri di belakangku tanpa menatap pada siapapun termasuk teman temanku ,,,,aku menuju kamar kukemasi barang yg penting saja setelah sebelumnya bang jaya mengambil ponselku dari pihak ponpes tak lama aku kembali dengan membawa tas ransel dan hanya membawa sebagian barangku yg penting saja aku pamit pada kyai dan umah lalu berlari menuju mobil ,aku duduk di jok depan samping bang jaya ,bang jaya pamit pada umah dan kyai lalu masuk ke mobil dan kami pun pergi
"dek ini ponsel loe ..."ucap bang jaya memberikan ponselku , sepanjang jalan kami tak banyak bicara aku hanya menangis tanpa suara kadang karena terlalu lelah aku tertidur
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
di ponpes
azam berlari mendekati kyai dan umah meminta penjelasan,dan memang benar pak Hendra Prawira meninggal karena serangan jantung yg disebabkan kolesterol dan darah tinggi.
pa kyai dan umah kembali ke ruangannya untuk membicarakan masalah ini
"inalillahi wa innailaihi rojiun.....yu kita harus menyusul priscil ,pasti pa yai sama umah akan ber ta'ziyah kita ijin untuk ikut..."ajak sarah pada ayu dan berjalan ke kamar
"gue bakal ke sana ..."ucap vito sambil kembali ke kamarnya
azam yg dari tadi mengekor dibelakang kyai dan umah masuk ke ruangan kantor tapi tak ada ,azam lalu membuka pintu di ujung ruangan kantor pa kyai sebelah lemari besar tempat beberapa piagam yg tersusun rapi dan sekejap sudah berada di dalam ruang keluarga rumahnya
__ADS_1
ya memang benar pintu itu adalah pintu yg langsung menghubungkan antara kantor pa kyai di dalam ponpes dan rumahnya walaupun sebenarnya pintu utamanya bukan disitu tapi di luar pesantren ,rumah pa kyai menjulang megah di samping pesantren dengan pagar kayu yang tinggi dan gerbang yg megah berwarna coklat dengan taman dan air mancur di depan rumah ada beberapa mobil dan motor yg terparkir di garasi tidak lupa di halaman belakang terdapat kolam ikan hias dan lapang basket
nanti ada bab tersendiri ya menceritakan siapa azam dan seperti apa hidupnya.......
"umi...mi..."Azam mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang keluarga itu tapi sosok yg dicari tidak ada lantas ia berjalan menuju dapur akhirnya ia menemukan pa kyai dan umah sedang bercengkrama
"assalamualaikum,,umi ...abi....kapan kita akan menyusul berta'ziyah ke sana ???"tanya azam sambil duduk di meja makan dan melepas kopiahnya
"insyaallah besok ya kalo hari ini tanggung soalnya mau shalat Jum'at..."ucap pa kyai Usman
"tumben A'a nanya?? biasanya kalo ada yg wafat A'a ga terlalu peduli ??"tanya umah
"ya jelas lah umi kan itu ayahnya priscil ,calon istri......"sahut ustadzah nurul yg baru turun dari lantai dua kamar nya
azam mendelik ....
"eh eh...itu matanya....."ucap umah tersenyum pada putra bungsunya itu sambil mengusap lembut kepala azam
"astagfirullah,,teteh jangan godain terus adeknya atuh....."ucap umah tertawa melihat ekspresi azam yg langsung menatap tajam kakanya
"sudah jangan bahas dulu masalah ini abi yakin kalo memang jodoh nanti juga bertemu ,,,saat ini tidak mungkin bicara masalah itu...."
"besok seperti nya beberapa santri teman priscil pasti akan memaksa ikut bi .....apa sebaiknya diijinkan??"tanya azam
"kita lihat saja besok kalau situasinya memungkinkan abi akan ijinkan semoga dengan kehadiran teman temannya bisa mengurangi kesedihannya
"kalo gitu A'a bawa mobil sendiri ya,bi???" tanya azam
__ADS_1
"jangan...... !!!!!!"jawab kyai,umah,dan ustadzah nurul serempak
"selain belum punya SIM ,umi tidak mau kejadian 3 tahun yg lalu terulang kembali ...."ucap umah bergidik dan mengelus dada menerawang kejadian 3 tahun yang lalu saat azam hampir meregang nyawa dan berakhir koma di rumah sakit selama 5 hari
"huuu ....kompak banget jawabnya ,ya sudah A'a masuk kamar dulu assalamualaikum ...."ucap Azam sambil berdiri dan berjalan menuju lantai 2 dimana kamarnya berada dengan menenteng kopiah hitamnya dia menghempaskan tubuhnya di atas kasur melihat langit langit kamarnya yg berhiaskan kaligrafi lafadz Allah.....dan Asmaul husna pikirannya hanya fokus pada satu wajah ,,,
"priscil ,,,,ana mengkhawatirkan anti, bagaimana keadaan anti sekarang ana harap anti baik baik saja dan akan tetap baik baik saja,ana hanya takut anti tidak akan kembali lagi ke sini padahal belum juga ana meluruskan kesalahpahaman yg terjadi antara kita.......hufffft"azam menarik nafas panjang ia sangat ingin menjelaskan semua kesalahpahaman ini agar tidak berlarut-larut tapi sepertinya harus ditunda karena masalah ini....tidak lama azam pun tertidur ......
sampai
tok...tok....
tok...tok.....
"A'a.....jangan lupa jum'atan ???"
tapi tidak ada jawaban ,pintu kamar memang tidak dikunci umah pun masuk dan tersenyum melihat putranya masih terlelap lalu membangunkannya
"A'a ....gugah atos tabuh 11 ,Kasep...... tong hilap jum'atan ,abi mah atos angkat ka masjid ( A'a bangun sudah jam 11,ganteng....... jangan lupa jum'atan abi sudah berangkat ke masjid ) ....."ucap umah mengelus-elus kepala azam
"iya umi A'a atos gugah (sudah bangun )..."senyumnya
umah keluar dari kamar azam membiarkan azam membersihkan diri dan berpakaian dan bersiap
ke masjid untuk jum'atan
"umi....A'a pergi dulu, assalamualaikum...."salimnya pada umah dan ustadzah nurul yg sedang berkutat di dapur menyiapkan makan siang
__ADS_1
"walaikumsalam......"
azam mengambil kopiahnya dan berjalan menuju ruang keluarga dan masuk ke ruang kantor pa kyai lalu menuju masjid pesantren