
bismillah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tubuh umi terhuyung ke belakang
wajah Azam seketika memerah menahan kesal,marah, khawatir.....
"assef....umah, Azam ini juga salah ana yg membiarkan priscil pergi tanpa ijin," sesal Sarah
"sudahlah sarah ....berapa orang preman preman itu???" tanya Azam
" sekitar 4 orang dengan 3 bertubuh kekar dan yang satu biasa saja malah terkesan masih muda yg satu berkepala plontos dan badan mereka di penuhi tato oh ya ana sekilas melihat plat nomor mobil nya sepertinya itu plat kendaraan ibukota.." jawab sarah mengingat ngingat
"terimakasih sarah,umi ayo kita pulang A'a harus segera menyelamatkan priscil...." ajak Azam memapah uminya
"ana tau itu siapa...." gumam Azam
sesampainya di ponpes
ternyata ustadz Rahman,Abi,dan ustadzah nurul sudah mengetahui kalau priscil hilang
"A'a bagaimana???"
" bang bro bersiap siaplah kita akan pergi ke Jakarta sepertinya kita harus menemui kawan lama...." ucap Azam menatap tajam dan bergegas masuk ke rumah ,ustadz Rahman mengangguk walaupun masih bingung
"umi ini ada apa ,kenapa umi menangis??"tanya abi dan teh Nurul
"priscil diculik abi...teh...." tangis umi sesenggukan
"apa inalillahi...... astagfirullahaladzim kenapa bisa begini,,,
*bismillahilladzi lama yadhurru ma'asmihi syai'un fil Ardhi wa la fis samaaii wahuwas sami'ul alim
"dengan menyebut nama Allah yg bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya dibumi dan langit dan dia maha mendengar lagi maha mengetahui..." abi berdo'a meminta perlindungan*
teh Nurul dan umi pun sama
"allahuma innii a'uudzubika min zawaali ni'matika watahawwuli'aafiyatika wafaj atiniqmatika wajamii'i sakhotika "
" ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat dari beralihnya keselamatan,dari datangnya siksamu secara mendadak dan dari semua kemurkaan mu....
" hati-hati A'a ....abang Rahman...."
umi,abi dan teh nurul melepas kepergian mereka
__ADS_1
"abi apa tidak sebaiknya kita menelfon polisi dan menghubungi keluarga ukhti???" tanya teh Nurul
" abi rasa sepertinya Aa tau apa yg harus dilakukan dan itu berhubungan dengan masa lalu nya sebaiknya kita tidak gegabah
flashback on
" sebenarnya abi ,umi dan teteh sudah tau kelakuan Aa di sana ,tapi abi dan umi hanya diam ingin melihat sikap apa yg akan Aa ambil ,ternyata Allah masih mendengarkan do'a abi dan umi ,hati Aa tergerak untuk segera bertaubat dan pulang....." ucap abi di tengaj obrolan hangat bersama istri dan anak anaknya
" maafkan A'a abi umi......Aa menyesal "
"maafkan ana juga abi umi yg tak bisa menjaga amanah...."tambah ustadz Rahman yg menangis sambil memeluk umi
kepulangan Azam dan ustadz Rahman beberapa tahun lalu disambut dengan suasana penuh haru
flashback off
author pov
di mobil Azam melajukan mobil seperti kesetanan hati dan pikirannya kacau memikirkan sang istri yg entah bagaimana kabarnya
berulang kali ustadz rahman mengucap kalimat istighfar dan tangannya tak lepas dari pegangan handle di atas ,sesekali terhuyung ke kanan ke kiri
"apa ana harus kembali ke tempat itu lagi ,bang....?" tanya azam frustasi
"apa ana harus kembali pada kebiasaan jahiliyah itu lagi bang...."
"lakukanlah sekali lagi untuk priscil ,Aa...."
"ana yakin priscil baik baik saja ,,,bang Gio tidak akan menyentuh priscil....yg sekarang harus kita lakukan adalah menemukan priscil...."
di tempat lain
aku kini ada di sebuah ruangan 3x3 meter dengan dua jendela ventilasi berbentuk segiempat di pojok atas dan pintu kayu yg tertutup ruangan yg tidak terdapat barang apapun ,ahhh....badanku pegal pegal pantas saja entah sudah berapa lama aku tertidur dengan posisi terduduk dengan tangan dan kaki terikat dan mulut yg tertutup ingin aku menjerit dan menangis sekencang-kencangnya
"hubby tolongin khumai by.....khumai minta maaf apa ini balasan khumai karena ga minta ijin hubby ,dibayar kontan sama Allah" hatiku berucap aku sesenggukan dan menangis
di mobil yg kini sudah memasuki kota Jakarta
"khumai maafin hubby,,,,khumai jadi ikut terseret sama masalah hubby " ratapan hati Azam.
Azam melajukan mobilnya menuju kediaman Salsabila tapi sayang gadis itu tidak ada.... beberapa kali Azam melakukan panggilan tapi tidak ada jawaban sampai Azam merasa frustasi harus mencari Salsabila kemana lagi
triingg.....
suara ponsel berdering memecah pikiran Azam dan ustadz Rahman terpampang nomor tidak dikenal
"hallo assalamualaikum...." jawab Azam
"weits...... waalaikumsalam apa sekarang adik ku ini sudah beralih profesi menjadi seorang guru mengaji" terdengar suara gelak tawa bernada bariton dari ujung telfon
" bang , Azam mohon bang lepaskan istri Azam dia juga tidak ada hubungannya dengan masalah kita..."
"tentu ada adikku,dia adalah jaminan ,bila sampai dalam waktu satu jam kedepan salsa tidak ada di hadapanku maka istrimu ini akan menjadi penggantinya..."
flashback on
terdengar sayup-sayup suara langkah kaki mendekat ke arah kini ku berada
tap....
tap....
__ADS_1
tap.....
braakkk.....
seorang laki-laki bertubuh tegap dan kekar memakai t-shirt hitam dan jaket dan kacamata berambut klimis karena pomade menampilkan kesan berkharisma dia tidak seperti preman preman pada umumnya malah lebih seperti preman berkelas ahhh pokonya seperti itulah.....
"sudah bangun rupanya,maaf penjemputan mu tidak secara baik-baik ya...."
dia merogoh saku mengambil ponselnya dan melakukan panggilan lalu men load speak nya sampai panggilan pun terdengar olehku itu suara Azam.....hubby.....by....tolongin khumai by.....aku hanya bisa mengeluarkan suara bergumam karena mulutku tersumpal kain dan di tutup selotip
" kau pandai memlilih wanita zam,,,,wanita mu ini sungguh cantik masih muda pula kutebak ia masih polos di ranjang...." mataku membelalak mendengar perkataannya
"bang.... Azam mohon jangan sentuh priscil bang...."
"Priscil....apa itu namamu sweety ,,,,cantik secantik wajahnya ....." aku semakin menangis menjadi jadi rupanya sesenggukan ku terdengar oleh Azam
" kau dengar itu Azam ... tangisan wanitamu .....apa kau mau bicara dengannya ,bicaralah dia mendengarkan...."
"khumai....maafin hubby sayang hubby janji secepatnya akan membebaskan khumai ... khumai tunggu ...."
aku menangis dan menganggukkan kepalaku cepat seakan menjawab perkataan Azam walaupun Azam tidak bersamaku
"cukup kuberi kau waktu satu jam untuk kesini dan membawa serta salsa ,kalau kau terlambat satu menit saja say goodbye to your wife ...."
tutt...tuut...tuut....
panggilan ditutup
Azam memukul mukul stir mobil , ustadz Rahman hanya menepuk-nepuk pundak adik angkatnya itu dia paham betul bagaimana perasaannya saat ini sejak kecil mereka sudah bersama sama
"sabar zam..... insyaallah Allah bersama Priscil...."
sudah setengah jam mereka membuang buang waktu mencari keberadaan Salsabila , Azam semakin panik mungkin dengan terpaksa ia harus menyelamatkan priscil tanpa membawa Salsabila dia hanya berharap pertolongan Allah tak lama kemudian Azam dan ustadz Rahman sampai di sebuah bangunan besar yg jauh dari pemukiman dikelilingi kebun jagung yg luas yg menutup pandangan, baru sampai saja Azam dan ustadz Rahman sudah disambut oleh serangan beberapa preman penjaga pintu gerbang ,salah satu preman melayangkan bogeman tapi Azam menangkisnya ,ia memelintirkan tangannya kebelakang dan menendang bokongnya hingga ia jatuh tersungkur terjadi perkelahian antara preman dengan Azam dan ustadz Rahman 6 lawan 2 tapi tak sedikitpun Azam terluka dia menahan semua pukulan dan tendangan yg diarahkan pada perut dan anggota tubuhnya yg lain Azam menahan dan membalasnya dengan bogeman bogeman mentah dan tendangan tendangan telak pada bagian perut dan wajah semua tersungkur tak berdaya padahal dari segi postur tubuh mereka jauh lebih besar ,mendengar suara kegaduhan dari luar preman yg lain keluar dari dalam mereka menyerang Azam dan ustadz Rahman dengan perbandingan jumlah yg tak sepadan tapi tetap mereka tak terkalahkan mungkin hanya satu dua pukulan mengenai mereka ,melawan mereka cukup menguras tenaga kini Azam dan ustadz Rahman sudah bermandikan peluh Azam berlari ke dalam dan menuju lantai atas dimana dia yakin kalau disitulah aku berada azam memasuki ruangan satu persatu mencari keberadaan ku sampai di satu ruangan yg cukup luas bang Gio sudah menunggu kedatangannya di kursi kebesarannya sambil menghisap rokoknya
" prokkk....."
"prookkk...."
tepukan tangan bang Gio bergema di ruangan itu
"waawww setelah beberapa tahun loe tetap tak terkalahkan zam ,masih dengan kemampuan yg memukau "
"sudah cukup basa basinya bang....dimana istri ku bang???"
"santai zam kenapa kita tidak bermain main dulu ...let's play zam..... bukankah dulu kamu sering bermain main dengan lawan lawan kita???"
"sepertinya beberapa tahun disana sudah membuat kupingmu tuli zam ,aku sudah bilang untuk membawa salsa tapi aku tidak menemukan salsa bersamamu sekarang..." bang gio berucap santai dan menyeringai sedangkan azam menatap tajam
"haa kau bersama Rahman ternyata ,apa kabar Rahman sepertinya kamu tidak berubah tetap menjadi bayang bayang azam...."
ustadz Rahman hanya diam dan tersenyum smirk mendengar ocehan bang Gio
" sudahlah bang hentikan ocehanmu aku bertanya dan datang baik baik ,abang salah paham salsa tidak bersamaku bang aku tidak tahu dimana dia sekarang ,,,,"
" stop it......!!!" bentaknya
"jangan pura-pura....apa foto ini tidak cukup membuktikan kalau salsa bersamamu???"
bang gio melemparkan beberapa lembar foto saat azam dan ustadz Rahman bertemu salsabila di resto beberapa waktu lalu ....
maaf ya telat up mengerjakan tugas negara dulu readers ...dan maafkan kalau tulisannya awut awutan
__ADS_1