
hari ini aku bangun seperti biasa pukul 4 pagi mandi dan bersiap-siap shalat berjamaah setelah shalat subuh berjamaah dan tadarusan kami sarapan pelajaran pertama adalah ustadzah Maryam tak lupa aku meminta ijin untuk belajar setengah hari ,,,akhirnya dengan penjelasan yg sedemikian panjangnya beliau baru mengijinkanku,aku keluar kelas dan memasuki kamar untuk sekedar membawa tas selempang kecil di depan gerbang umah dan ustadz Rahman sudah bersiap siap untuk pergi aku sedikit berlari.
"assalamualaikum...."aku mengatur nafasku
"umah bolehkan priscil ikut??? priscil sudah ijin ko sama ustadzah Maryam...."ucapku terengah-engah
"ya sudah....mari..."ajak umah
aku menaiki mobil di bangku belakang kulihat disampingku ada sebuah tas mungkin ini bekal baju dll yg dibawa untuk azam dan siapapun yg menunggu....selama perjalanan kami bercerita mengenai musibah kemarin yg menimpa aku dan Azam
"tapi apa priscil baik baik saja??"tanya umah
"Alhamdulillah umah priscil tidak lecet sedikit pun.."jawabku
"syukur Alhamdulillah kalau begitu ..."jawab umah tersenyum
mobil sudah mulai memasuki pusat kota
"umah,ustadz bisa menepi sebentar di supermarket yg disana itu??"tunjukku pada ustadz Rahman
"anti ada perlu apa sil??"tanya ustadz Rahman mengernyitkan dahi
"iya ukhti mau beli sesuatu ?? "tanya umah
"priscil mau beli beberapa buah-buahan umah untuk buah tangan masa membesuk orang tidak membawa apa-apa ,oh iya ustadz kira kira makanan apa yg azam suka ya??"tanyaku berpikir
umah malah tersenyum "azam suka brownies..."jawab umah
"oh gitu,oke deh ....."jawabku
"kenapa umah bisa tau kesukaan salah satu santrinya " batinku akhirnya mobil berhenti aku keluar dari mobil dan bergegas
" sebentar ya umah, ustadz apa umah dan ustadz Rahman mau titip sesuatu??"tanyaku sebelum melangkah
"tidak usah cantik...."senyum umah
aku bergegas menuju supermarket itu dan memilih milih beberapa buah-buahan tidak lupa membeli 2 kotak kue brownies dan beberapa minuman ringan untuk ku dan ustadz Rahman....
di mobil
"wah...wah.... seperti nya ada yang mau melangkahi nih umah .....?"ucap ustadz Rahman
umah hanya tersenyum "insyaallah kalo memang jodoh kita do'akan saja.."ucapnya
tak berapa lama aku kembali dengan membawa belanjaanku,lalu kami melanjutkan perjalanan
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit aku merasa gugup.rasa malu,senang,takut, sedih jadi satu ustadz rahman membantu membawakan belanjaan ku dan tas yg dibawa dari pesantren tadi
aku dan umah berjalan beriringan di belakang ustadz Rahman ,melewati beberapa koridor rumah sakit
"kenapa tiap langkahku terasa berat ya aduh jantungku tak bisa ku kontrol saking gugupnya baru kali ini aku akan bertemu seseorang segugup ini...."pikirku
akhirnya kami sampai di satu ruang rawat kelas 2 yang berisikan 2 pasien ,umah dan ustadz Rahman masuk lebih dahulu tapi saat di pintu kamar kakiku malah mendadak berhenti seperti kaku ,aku mengurungkan niatku untuk masuk dan memilih duduk di bangku depan kamar itu mencoba mengatur detak jantungku
tiba tiba dari arah dalam ada yg membuka pintu
"sil,, ayo masuk katanya anti mau besuk tapi malah diem disini ??"ajak ustadz Rahman mengagetkanku
aku tergelonjak kaget
"i..iya.. ustadz..."ucapku
aku akhirnya melangkahkan kakiku memasuki kamar
tap......
di bilik pertama yg terhalang tirai rumah sakit dihuni pasien lain beserta salah seorang keluarganya saat semakin dekat ke bilik yg kedua degup jantungku kembali tak beraturan
tap......
kulihat sosok yg ku cemaskan sejak kemarin hingga membuatku tak enak tidur , sosok laki-laki yang baru kemarin menyatakan ingin memperjuangkan perasaannya padaku terduduk di ranjang rumah sakit dengan pakaian putih khas pasien rumah sakit wajah putihnya yg pucat dan lemas berbalutkan perban di kepalanya ,infus menempel di tangan kirinya sedang berbincang dengan umah dan ustadzah nurul, akhirnya mereka tersadar dengan kehadiranku
"afwan ustadzah tadi priscil sudah minta ijin sama ustadzah Maryam ko..."
azam melihatku tersenyum tipis ,aku duduk di kursi sebelah ustadzah nurul dan hanya terdiam
"oh iya,zam tadi di jalan priscil membelikan beberapa buah tangan untuk antum "ucap umah sambil membuka bungkusan belanjaanku
"iya umah,,,nanti azam makan,,,,syukron priscil..."jawabnya datar
ikh ngeselin banget mukanya sekali dingin tetep aja dingin kek es......
"umah ana lapar ??"ucap memelas ustadzah nurul
"ya sudah mari kita cari makan sekalian umah juga mau membeli sesuatu...ustadz Rahman , priscil umah bisa titip azam sebentar...."pinta umah yg diangguki oleh ustadz Rahman
"assalamualaikum..."ustadzah nurul dan umah berlalu
lama kami terdiam ,,ustadz Rahman yg sedari tadi disebelahku akhirnya bersuara
"sepertinya disini ana cuman jadi obat nyamuk..."tatapannya mengedar ke atap kamar sambil garuk-garuk tidak gatal
__ADS_1
aku memicingkan mata
"apa sih ustadz ...??"ucapku sinis
"kemarin saja... ,ada yg nunggu di depan kamar sampe jam 9 malam bela belain ijin sama ustadzah maryam yg terkenal killer...."ucapnya yg sedang menyindirku membuat azam tertawa...
"oh ya ustadz???"tanyanya membalas ustadz Rahman seakan bersekongkol untuk menggodaku
muka ku yg sudah memerah karena malu tertunduk
"oh iya ana sampe lupa kemarin juga ada yg pingsan,begitu bangun yg ditanyain ukhti padahal yg tertimpa besi kan akhi ..."balas ustadz Rahman gantian menggoda azam ,seketika muka azam berubah merah karena malu
"masa ustadz?? cowok dingin kaya gitu peduli sama orang??"jawabku meledek
"kalo ana ga peduli ngapain ana repot repot bela belain celaka kaya gini,kalo ana ga peduli ngapain ana berkorban buat anti...."jawabnya tak kalah sinis membuatku diam seribu bahasa...
ustadz Rahman hanya tersenyum menahan tawa
"kalo jauh ditanyain kalo dekat berantem ,jadi begini ya yg namanya cinta???"balas ustadz Rahman tertawa ,aku memukul lengan ustadz Rahman pelan dan hendak beranjak tapi tiba-tiba tanganku ditahan azam
"katanya mau besuk tapi ko malah pergi..."tanyanya akhirnya aku duduk kembali
aku mencoba mengalihkan pembicaraan
"gimana kabar loe sekarang??? masalah kemaren makasih ya loe udah nyelamatin gue sampe loe kaya gini,"ucapku tertunduk
"ana baik baik saja, Alhamdulillah anti tidak apa-apa....dan sama sama..."dengan masih memegang tanganku
"bisa lepasin tangan gue..."ucapku yg tak enak sedari tadi ustadz Rahman melihat tingkah kami
"astagfirullah,afwan...."ucap azam terkaget
"ngeeeeenggg....ana jadi nyamuk nih...."goda ustadz Rahman
"mening dihalalin dulu biar lebih afdol lagi mesra-mesraannya biar tidak jadi zina...."tambahnya membuat kami kikuk
"oh ya ustadz,priscil lupa,priscil juga beli minuman tadi buat ustadz "sambil menyodorkan beberapa minuman ringan kepada ustadz Rahman
"waahh,syukron priscil...anti murid ana yg paling pengertian...."ucap ustadz Rahman sambil meraih minuman dan meminumnya
kami mengobrol santai sambil bercanda ,sesekali azam curi curi pandang padaku dan terkadang tatapan kami bertemu
azam pov
apapun bakal aku lakukan untukmu sekalipun nyawa taruhannya,melihatmu tersenyum dan tertawa seperti ini merupakan obat mujarab buatku,jangan.!!!!!....jangan tinggalkan aku kamu cinta pertama yg aku rasakan yang tak ingin aku akhiri aku hanya ingin jatuh cinta sekali saja ,aku akan selalu berdoa pada Allah agar kita berjodoh ....
__ADS_1
**************
setelah 1jam lebih ustadzah nurul dan umah kembali ,aku, ustadz Rahman dan ustadzah nurul akan kembali ke pesantren sedangkan umah akan menjaga azam sampai sembuh aku hanya berpikir kemana orangtua azam kenapa harus pihak pesantren yg menjaga azam apakah orangtua azam mengetahui kalau azam kecelakaan......