
Raja Zu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang merasa puas dengan penampilan para Diaken, ada dua orang cucunya yang menjadi Diaken dan memiliki kekuatan tempur yang sangat luar biasa.
"Aku sungguh tak mengira perkembangannya sangat luar biasa, bahkan aku yang sudah setua ini baru melihat kemampuan segila ini" Gumam Raja Zu Lian dalam hati.
Setelah Long Guan menyampaikan pidatonya, tetua Huang Xun segera maju menyampaikan beberapa peraturan yang berlaku pada pertandingan antar Sekte.
Pertandingan yang terdiri atas perorangan dan berkelompok segera dimulai. Para peserta segera menghamburkan diri menuju lokasi pertandingan. Pada pertandingan perorangan, masing-masing Sekte mengirim sepuluh orang peserta untuk berlaga.
Sementara itu Long Guan melalui indra spiritualnya dapat merasakan kekuatan besar menuju Sekte Pedang Angin.
Aura iblis yang sangat kuat terasa semakin mendekat, sekitar lima kilo meter lagi akan tiba di Sekte Pedang Angin.
Long Guan menganggukkan kepala memberi kode kepada Tetua Jian dan beberapa Tetua lainnya untuk segera bersiap menghadapi pasukan iblis.
Baru saja pertandingan babak penyisihan pada kelas kelompok selesai dilaksanakan, Tetua Huang Xun segera mengumumkan situasi darurat, semua peserta dan penonton agar tetap berada di tribun masing-masing di bawah pengaturan para Diaken.
“Saat ini akan datang sekelompok pasukan iblis dengan tujuan ingin menghancurkan Sekte Pedang Angin, selama kalian berada di dalam Sekte Pedang Angin maka keselamatan kalian akan terjamin.
Oleh karena itu kepada seluruh peserta dan penonton untuk tidak panik dan mendengarkan arahan dari para Diaken.” Ucap Tetua Huang Xun dengan suara yang diiringi tenaga Qi dan terdengar cukup jelas di setiap orang.
Para Diaken segera mengambil posisi masing-masing dan dibantu beberapa murid senior untuk menenangkan seluruh peserta dan penonton.
Walau bagaimana pun wajah kepanikan tidak bisa disembunyikan oleh sebagian orang yang hadir, di hadapan hidup dan mati mereka adalah makhluk lemah yang masih ingin hidup Panjang dengan berbagai alasan dan tujuan.
Para Ketua dan Tetua Sekte yang hadir segera mengamankan para murid mereka masing-masing dengan membentuk barisan yang cukup rapi.
__ADS_1
Setelah suasana yang mulai tenang, tetua Huang Xun segera menuju pintu masuk Sekte guna menyusul Long Guan dan beberapa Tetua lainnya yang sudah lebih dahulu bersiap menyambut tamu yang tidak diundang.
Melalui persepsi indra spiritualnya, Long Guan dapat merasakan satu orang dengan kekuatan Semesta tingkat pertama dan dua ratus orang lainnya berada pada tingkat mendekati Kelahiran Kembali tahap akhir. Namun dari kejauhan, meskipun tampak samar Long Guan dapat merasakan kekuatan yang setara dengan dirinya.
Meskipun tampak samar, namun perasaannya juga mengatakan bahwa hal mengerikan akan segera terjadi.
“Hari ini walaupun harus mengorbankan nyawaku, aku harus mempertahankan dunia ini dari serangan pasukan iblis” gumam Long Guan dalam hatinya, ia tersenyum getir sambil mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin penyimpanannya.
Melihat gelagat Ketua Sekte yang berubah menjadi serius, para Tetua segera menyesuaikan diri dengan mencabut pedang masing-masing.
Sementara di dalam Sekte, berita akan penyerangan pasukan iblis sudah diketahui seluruh murid, dalam hal ini murid-murid dari Divisi yang dipimpin oleh Tetua Jian segera bertindak cepat, mereka mengambil sikap preventif dalam mengamankan Sekte.
Sebelumnya mereka sudah berlatih cara menangani situasi darurat semacam ini, sebagai murid yang bertugas melindungi Sekte, Divisi pasukan Pedang kini menjalankan tugas pertamanya dengan cukup tenang, ratusan murid yang berada pada ranah Inti Qi bergerak teratur menempatkan diri pada pos masing-masing sesuai titik jaga yang sudah diatur sebelumnya.
Selain dari kekuatan, para murid Sekte Pedang angin memiliki kualitas pedang yang sangat bagus, jika dibandingkan dengan Sekte mereka, kualitas pedang para murid Sekte Pedang Angin tersebut sejajar dengan pedang yang dimiliki oleh para Tetua.
Banyak para pengunjung yang mengatakan bahwa Sekte Pedang Angin memiliki sumberdaya yang sangat kaya.
Semenjak rumah lelang Pedang Emas dibuka di ibukota Istana Kaisar Qin, barter bahan baku logam berkualitas adalah salah satu dari bentuk kerjasama yang dimiliki oleh Sekte Pedang Angin.
Sehingga Sekte tidak akan bersikap menahan diri dalam menciptakan senjata-senjata yang berkualitas dan menerapkan standar baru dalam perlengkapan bela diri.
Tidak jauh dari pintu gerbang, rombongan pasukan iblis yang dipimpin oleh Wei Cuan berdiri dengan tatapan menantang, “hari ini kiprah kalian akan berakhir sampai di sini” Ucap Wei Cuan dengan pongah.
Ada senyum penuh hinaan yang diarahkan kepada Sekte Pedang Angin, ia merasakan ada kekuatan yang berada di atasnya, namun Wei Cuan yakin dengan dua ratus orang yang berada pada tingkat Kelahiran Kembali adalah sesuatu yang tidak bisa dihadapi dengan mudah.
__ADS_1
Ditambah kedatangan Jenderal Iblis Xiaoru yang hanya menunggu waktu. Dengan keyakinan seperti itu Wei Cuan berteriak
“Kalian para pecundang Sekte Pedang Angin keluarlah hadapi kami”
Tantang Wei Cuan dengan lantang. Suaranya yang keras menggelegar cukup jelas terdengar oleh para ahli bela diri yang berada di dalam Sekte Pedang Angin.
Sontak situasi ini membuat penasaran para ahli bela diri yang berada ranah Kelahiran Kembali, termasuk Raja Zu Lian yang segera menuju gerbang masuk Sekte yang diikuti oleh para Ketua Sekte yang ikut serta mendampingi.
Sementara Long Guan beserta lima orang Tetua tetap bergeming, menunggu aksi lanjutan dari pihak musuh. Melihat keadaan ini membuat Wei Cuan semakin terbakar emosi, dirinya sebagai Raja kerajaan Wei yang telah digulingkan oleh Sekte Pedang Angin merasa semakin terbakar darahnya.
Ia melangkah lebih dekat dan melepas sebuah energi yang cukup besar untuk diarahkan ke Sekte Pedang Angin, namun sebelum bola energi itu menghantam gerbang Sekte, terdapat kekuatan tak kasat mata yang menyerap energi tersebut.
Wei Cuan sedikit terkejut, pemandangan yang tidak biasa ini membuatnya menahan langkah. Ia mengangkat tangan ke atas, memberi tanda kepada pasukannya untuk bergerak.
Sementara Long Guan berbicara pelan kepada para Tetua.
“Kalian akan hadapi Wei Cuan, meskipun sulit kalian harus bisa menahannya secara bersama untuk beberapa saat. Aku akan menghadapi pasukannya, kuharap kalian bisa bertahan” ucap Long Guan dengan sangat serius.
“Siap Ketua” jawab para Tetua dengan kompak.
Ada kilatan penuh kebencian saat tatapan mereka memandang Wei Cuan.
“Maafkan saya Ketua, jika waktu itu saya tidak membiarkan Wei Cuan melarikan diri mungkin hari ini takkan ada kejadian seperti ini” ucap Tetua Jian yang secara tiba-tiba penuh penyesalan.
“Hal ini sudah suratan takdir, cepat atau lambat dengan atau tanpa Wei Cuan tidak ada yang bisa mencegah kebangkitan pasukan iblis” jawab Long Guan menenangkan suasana.
__ADS_1