Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Membasmi Sarang Bandit


__ADS_3

Long Guan memberanikan diri untuk berbicara,


“Maaf tuan-tuan, perkenalkan nama saya adalah Long Guan. Saya berasal dari Sekte Pedang Bintang. Jika tidak salah, warga penduduk sini mengirimkan surat kepada Sekte kami terkait Bandit Kecoa Hitam” ucap Long Guan sambil menunjukkan sebuah lencana murid.


Mereka semua saling tatap, tidak lama kemudian mereka tersenyum ramah.


“Benar tuan pendekar, ulah Bandit Kecoa Hitam sungguh meresahkan warga Desa kami” kata salah seorang pria. Ucapannya diyakini oleh semua orang yang hadir di Kedai itu.


“Baiklah jika demikian, bisakah paman mengantarkanku ke markas Bandit tersebut?” tanya Long Guan dengan santai. Long Guan dapat melihat basis kultivasi mereka berada pada ranah Semesta Pertama.


“Ini benar-benar kehidupan yang sederhana di lingkungan masyarakat” gumam Long Guan dalam pikirannya.


“Biar keponakan saya yang menunjukkannya kepada anda, kebetulan ia juga pernah mengemban ilmu beladiri di Sekte Pedang Bintang” ucap orang tersebut sedikit takut.


“Baiklah tidak apa-apa paman” ucap Long Guan.


Long Guan akhirnya berangkat menuju ke markas Bandit Kecoa Hitam setelah ia melapor kepada Kepala Desa. Di sepanjang perjalanan, Long Guan mengetahui nama pria yang mengantarnya adalah Gong Fei.


Ia merupakan anak dari Kepala Desa Songshan, kebetulan ia juga merupakan murid yang pernah mengalami degradasi di Sekte Pedang Bintang.


Dalam perjalanan, mereka berbicara tentang Sekte dengan segala perkembangannya. Long Guan merasakan aliran energi di tubuh Gong Fei cukup stabil, lalu ia mengeluarkan sebuah Pil untuk meningkatkan kekuatannya.


“Minumlah Pil ini”


ini adalah Pil khusus untuk meningkatkan kultivasimu.


“Benarkah?” tanya Gong Fei sedikit tidak percaya.


“Kamu cobalah dahulu” Bukit Keenam kini sudah berubah.


“Baiklah” ucap Gong Fei sedikit ragu, namun ia yakin jika Long Guan adalah orang baik.


Gong Fei segera menelan Pil tersebut, lalu ia mengambil posisi duduk sila. Ia menarik napas dalam-dalam, menyerap Qi murni pegunungan Song. Energi Qi dari alam bercampur dengan energi dari dala Pil, keduanya bersatu mendobrak lapisan tipis yang berada di dalam tubuh Gong Fei.


“Boom”


Gong Fei tersenyum senang, ia tidak menyangka akan semudah ini menerobos. Energi tubuhnya masih kuat, bahkan dalam dua tarikan napas berikutnya energi Pil dan energi Qi alam yang ia serap semakin kuat menggempur dinding pertahanannya.

__ADS_1


“Boom”


Ledakan teredam kembali terdengar dalam tubuhnya. Keringat sudah membasahi tubuhnya. Dahinya terus mengucurkan keringat, ia tambah semangat dengan hasil yang baru saja ia terima.


“Huh”


Gong Fei menghela napas panjang, ia menatap Long Guan yang berada tidak jauh darinya. Antara percaya dan tidak percaya ia sudah berhasil menerobos dua tingkatan dalam sekejap. Kurang dari satu jam prestasi ini ia raih, ia memandang Long Guan penuh terimakasih. Setelah menstabilkan kekuatannya ia menghampiri Long Guan untuk mengucapkan terimakasih.


“Terimakasih atas bantuanmu” ucap Gong Fei tulus.


“Tidak perlu sungkan” ucap Long Guan


“Apakah kamu ingin kembali bergabung ke Sekte?” tanya Long Guan.


“Tentu saja aku mau, menjadi kuat untuk melindungi desaku adalah cita-cita terbesarku” jawab Gong Fei penuh semangat


“Baiklah jika begitu, kamu bisa kembali ke Bukit Kelima bertemu dengan Penatua Agung Han Zao” ucap Long Guan


“Bukankah Patriark Han Zao adalah Ketua Sekte?” tanya Gong Fei sedikit tidak paham


“Baiklah, aku akan kembali ke Sekte setelah menumpas Bandit Kecoa Hitam” ucap Gong Fei penuh tekad.


Lalu mereka melanjutkan perjalanannya menuju arah puncak Janji. Mereka menyusuri jalanan berbukit sampai pada sebuah gubuk besar yang terdapat di tengah bukit. Butuh sekitar tiga jam dari Desa Songshan ke tempat ini.


Setelah berhasil menerobos, Gong Fei memiliki kepercayaan diri yang tinggi menghancurkan bangunan yang diketahui sebagai sarang bandit Kecoa Hitam tersebut.


"Hai, siapa kalian?!"


teriak seorang pria dengan pedang di pinggang. Bersama beberapa temannya ia menghampiri Long Guan dan Gong Fei.


Melihat beberapa orang yang mendekatinya dengan garang, Long Guan menanggapinya dengan wajah tanpa beban. Ia sudah melihat kemampuan para bandit tersebut yang hanya berada pada ranah Semesta pertama dan kedua. Hanya ada beberapa yang berada di ranah Semesta Ketiga dan Keempat. Tentu mereka bukanlah lawan Long Guan.


“Biar aku saja yang maju” ucap Gong Fei dari samping.


Dirinya sudah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, bandit-bandit seperti ini harus segera dimusnahkan sebelum berubah menjadi kelompok yang lebih besar.


Lima orang tersebut di hadang oleh Gong Fei, tanpa rasa takut ia menerjang maju menebaskan pedangnya.

__ADS_1


“Zleb! Zleb!


Dua tusukan pedangnya langsung mendarat di perut dua bandit Kecoa Hitam, membuat mereka ambruk bersimbah darah.


Serangannya Gong Fei sangat cepat, membuat tiga orang bandit lainnya sedikit gemetar.


“Panggil yang lainnya” ucap salah satu dari mereka.


Dua orang bandit yang tersisa segera menyerang Gong Fei dengan membabi buta.


“Trank..Trank..Trank”


Beberapa kali suara pedang beradu, Gong Fei terlihat lincah dan mahir dalam menggunakan pedang. Pada saat tertentu ia melompat dan menebaskan pedangnya ke leher dua bandit tersebut. Tanpa bisa menahan serangan Gong Fei, keduanya tewas dengan mengenaskan.


“Huh,rasanya sangat menyenangkan” ucap Gong Fei sambil menghela napas pelan.


Tidak lama berselang, puluhan pria bersenjata berhamburan menuju mereka.


Long Guan dan Gong Fei saling bertatapan, keduanya hanya tersenyum ringan lalu Gong Fei kembali maju menerjang beberapa bandit yang mulai mendekatinya.


Di sisi lainnya Long Guan hanya mengeluarkan tinjuan dan tendangan sebelum kekuatan lawan menyentuhnya.


Dari sudut yang berbeda Gong Fei sangat terkejut, setiap lawan yang terkena serangan Long Guan mereka langsung roboh dan terkapar meregang nyawa. Padahal Gong Fei merasakan kekuatan Long Guan berada di bawahnya.


Setelah pertarungan yang cukup sengit, seluruh pasukan bandit tewas mengenaskan. Saat ini tersisa tiga orang pendekar yang diperkirakan pimpinan dari bandit Kecoa Hitam. Gong Fei sedikit cemas, ia menatap Long Guan berharap akan bantuannya.


Long Guan tetap tenang saat tiga orang datang dengan kekuatan Semesta Ketiga dan Keempat, disebelahnya Gong Fei mulai mundur beberapa langkah meskipun enggan. Ia masih mengetahui batasannya.


“Gong Fei, sebaiknya kamu istirahat sejenak biar aku yang memberi mereka pelajaran”


Untuk menghadapi mereka, Long Guan tidak perlu menggunakan tenaga dalam. Kekuatan fisik tulang Kaisar Naga saja sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan mereka.


Gong Fei mundur beberapa langkah ke belakang, tatapannya sedikit rumit, ia mulai menerka kekuatan pemuda yang kini memunggunginya.


Sementara para bandit tersenyum meremehkan, dalam pandangan mereka Long Guan masih berada pada ranah Semesta Kedua, menghancurkannya tentu semudah menginjak semut.


“Hai kurang ajar! Berani-beraninya kalian membunuh anak buahku” ucap salah seorang pemimpin bandit. Auranya meningkat penuh dan tangannya sudah mengeratkan genggaman pedang.

__ADS_1


__ADS_2