
Di Sekte Pedang Angin
Sore harinya tetua Yang Guifei tiba di Sekte Pedang Angin bersama kelima orang muridnya dengan hasil bawaan berupa tanaman herbal yang melimpah.
Bahan-bahan yang ia dapatkan kini memiliki kualitas terbaik, setelah memilah bahan-bahan tersebut tetua Yang Guifei kemudian menyimpannya di Gudang penyimpanan herbal.
Gudang penyimpanan merupakan obyek bangunan yang paling dijaga di dalam Paviliun Pedang, terdiri dari tempat penyimpanan bahan serta penyimpanan barang jadi. Setelah mengatur segala sesuatunya, tetua Yang Guifei menuju aula sekte untuk bertemu dengan beberapa tetua lainnya.
Tetua Yang Guifei menyampaikan beberapa pengaturan yang telah disampaikan oleh Ketua Sekte dengan sama persis. Tetua Guo Yang hanya beberapa kali menelan ludah mendengar apa yang sudah disampaikan oleh Ketua Sekte mereka melalui Tetua Yang Guifei.
Terutama saat Tetua Guo Yang memegang Pedang Angin untuk pertama kalinya. Sebagai ahli tempa tentu ia sangat memahami kualitas Pedang Angin yang ditempa oleh gurunya tetua Guo Yang sekaligus merupakan ahli tempa yang sangat terkenal pada masanya.
Ia melihat kualitas bahan Pedang Angin sedikit lebih unggul dari bahan yang dikirim oleh Kaisar Qin, namun tidak berbeda jauh, hanya perlu memadukan dengan bahan lainnya agar bisa sama.
Tetua Guo Yang sangat gembira mendapatkan perintah untuk menempa bahan-bahan tersebut menjadi pedang berkualitas tinggi. Menurut perhitungan tetua Guo Yang dari bahan-bahan material tersebut bisa dibentuk menjadi lima buah pedang. Dengan penuh semangat ia segera berpamitan menuju bengkel penempaan di Paviliun yang ia pimpin, yaitu divisi informasi dan persenjataan.
Sementara Tetua Xie Rong juga tidak kalah senangnya untuk menyiapkan rencana pembentukan perwakilan rumah lelang Pedang Emas di ibukota kekaisaran Qin.
Setelah dari aula pertemuan, Tetua Yang Guifei menemui Jian Ling yang berada di kediaman Ketua Sekte.
“Ling’er aku baru saja bertemu dengan suamimu tadi siang di Hutan Kabut Abadi” ucap tetua Yang Guifei saat melihat Jian Ling yang tengah berada di ruang tengah.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan gege?” tanya Jian Ling penasaran.
“Kabarnya baik-baik saja, ada banyak kejutan yang ia berikan untuk Sekte sampai aku pun tidak bisa berkata apa-apa” jawab tetua Yang Guifei sambil menggelengkan kepala.
“Begitulah gege guan, meskipun aku adalah pendampingnya dirinya terlalu luar biasa untuk ku pahami” ucap Jian Ling polos.
“Tadi aku diperlihatkan murid-murid jenius yang dibawanya untuk berlatih, kini kekuatan mereka sangat meningkat pesat setara dengan kekuatan tetua di keluarga besar” ucap tetua Yang Guifei dengan keheranan.
“Ke depannya sekte juga tidak akan kekurangan bahan-bahan herbal untuk menyempurnakan pil-pil tingkat satu hingga tingkat tiga, ia baru saja menunjukkan lokasi tanaman herbal berkualitas tinggi. Besok pagi aku akan mulai pemurnian kembali bersama dirimu, ada banyak bahan untuk dihasilkan menjadi pil-pil berkualitas tinggi” lanjut tetua Yang Guifei penuh semangat.
“Baiklah bibi, besok pagi aku akan ikut memurnikan pil-pil kembali” timpal jian Ling yang tidak kalah semangat.
Lalu mereka berbincang-bincang tentang seputar masa awal kehamilan, hingga membicarakan perkembangan paviliun obat.
Di Paviliun harta atau sumberdaya sekte, tetua Xie Rong tengah memilah beberapa bahan obat yang baru saja dikirimkan sore tadi oleh anak buahnya yang berada di rumah lelang Pedang Emas. Bahan-bahan tersebut merupakan bahan obat yang diminta oleh Ketua Sekte untuk pembuatan Pil Semesta.
Di Paviliun lainnya tetua Guo Yang tengah sibuk melebur bahan untuk menempa senjata jenis pedang, dibantu beberapa murid tetua Guo Yang tampak sangat bersemangat. Di tangannya memegang Pedang Angin untuk dijadikan acuan membuat pedang. “Buatan guruku memang sesuai reputasinya, pedang ini begitu halus namun sangat tajam” ucap tetua Guo Yang pelan.
Selain menangani informasi yang ia dapatkan melalui pasukan bayangan yang ia bentuk, ia juga menangani pembuatan senjata untuk para murid sekte. Jika dulu sangat jarang dirinya menempa karena kekurangan sumberdaya, kini dengan adanya rumah bisnis sekte, mendapatkan sumberdaya bahan-bahan material pembuatan pedang tidaklah sulit.
Hampir setiap hari dirinya membantu mengawasi pembuatan pedang untuk memenuhi kebutuhan sekte. Dalam hatinya, ia sangat senang melihat kemajuan sekte saat ini. Segala sumberdaya dikerahkan merata pada tiap divisi, bahkan murid-murid mendapatkan pil pemurnian Qi dan pil penambah energi dengan mudah.
__ADS_1
Jika tidak memiliki uang, mereka bisa menjalankan misi dari sekte. Kini masyarakat bisa berperan aktif dalam menyelesaikan suatu masalah dengan melibatkan bantuan sekte yang akan ditangani oleh para murid sesuai dengan tingkat kesulitan masalahnya.
Adapun tetua Jian sedang menyusun surat balasan yang ditujukan kepada Kaisar Qin, disampingnya tampak tetua Huang Xun menemani sambil berbincang membahas pertemuan para tokoh beladiri yang diadakan dalam kurun waktu satu bulan lagi.
Selain itu mereka juga tengah berdiskusi terkait undangan pertandingan beladiri antar sekte yang di Kekaisaran Qin yang akan diadakan enam bulan kemudian di sekte Pedang Angin. Segala persiapan perlu dilakukan dalam peristiwa akbar tersebut, mereka merasa sangat tertarik karena kompetisi seperti ini baru pertama kali diadakan di Kekaisaran Qin. Namun hal yang menjadi pertimbangan adalah adanya pasukan iblis yang kini mulai bergerak, “sungguh sangat dilema” ucap tetua Huang Xun sambil menepuk jidatnya.
Sementara Tetua Jian hanya tersenyum datar melihat aksi temannya yang sesame tetua itu.
“Saat ini apa yang kita lakukan tidak sebanding dengan apa yang Ketua Sekte pikirkan dan lakukan, seberat apapun kita harus percaya dengan kemampuan Ketua Sekte” ucap Tetua Jian menenangkan sahabatnya itu.
“Apa yang kau katakan itu benar, jika dibandingkan dengan Ketua Sekte aku jadi malu, hahahaha” jawab tetua Huang Xun yang kini sudah bisa berpikir tenang.
Sementara di pegunungan Dushou, dua orang kakak beradik Xiaoru dan Xiaocao tengah menyusun rencana untuk menaklukan sekte Kristal Es. Sebagai dua Jenderal Iblis, kekuatan mereka tentu bukanlah suatu hal yang bisa ditandingi, namun kini mereka tengah membangun kekuatan melalui pengikut yang setia, yang dapat berkontribusi untuk mengumpulkan sumberdaya pengorbanan darah demi membangkitkan kejayaan bangsa Iblis.
Akan selalu ada manusia yang serakah, penuh ambisi serta kebencian untuk dijadikan budak iblis.
“Kakak, aku hampir selesai membuat pil darah. Sesuai rencana, besok pagi kita sudah bisa berangkat menyerang Sekte Kristal Es untuk kita taklukkan. Malam ini hampir seribu lebih pil yang sudah dimurnikan, cukup untuk membuat manusia menjadi pengikut bangsa iblis” ucap Xiaocao kepada Xiaoru.
“Hmm..bagus jika demikian, aku akan segera menyiapkan pasukan agar besok kita bisa berangkat bersama, aku sudah tidak sabar ingin berburu wanita di alam fana ini”.
Ucap Xiaoru yang merupakan Jenderal Iblis pemburu nafsu, bisa dikatakan ia berburu wanita untuk menyerap energi Yin demi meningkatkan kekuatannya.
__ADS_1
Bahkan tekniknya ini biasa disebut dengan kultivasi ganda yang menyimpang, namun digemari karena lebih praktis dalam melaksanakannya.